Astaga, Wartawati Radar Lawu Dicabuli Atasanya Saat Jam Kerja

13 Mar 2016
715 times
ilustrasi korban pencabulan ilustrasi korban pencabulan

Apakabar.co.id - Kelemahan secara fisik acapkali membuat para kaum hawa berada dalam posisi yang tidak menguntungkan, tindakan perampokan, pelecehan seksual sering menimpa perempuan. Kali ini peristiwa pelecehan seksual dialami oleh DW, 23 tahun. Bekerja sebagai wartawati yang masih magang pada Harian Radar Lawu (Jawa Pos Group), DW yang notabene sebagai anak magang mendapat perlakuan tidak bermoral ini dari atasannya.

"Selama dua bulan bekerja di media itu, saya kerap menerima perlakuan asusila seperti dipeluk dari belakang, dicium pipi saya, diraba pada bagian sensitif, hingga diajak tidur di tempat kontrakan DI. Ironisnya perbuatan itu dilakukan pelaku saat jam kerja dan di hadapan sejumlah rekan kerja di ruangan yang sama," kisahnya pada siaran pers.

Sayangnya, meski korban selalu melawan dan memberontak atas perlakuan itu dengan diantaranya melempar benda kepada atasannya, namun tak mampu menghentikan perbuatan cabul tersebut. Demikian pula rekan-rekan korban yang menyaksikan peristiwa itu memilih diam dan melanjutkan aktivitasnya karena diduga segan dengan pelaku.

Pada hari Kamis, 10 Maret 2016, sekitar pukul 20.00 WIB, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri menerima pengaduan dari seorang jurnalis perempuan berinisial DW. Dalam laporannya DW mengaku menjadi korban pelecehan seksual baik secara verbal maupun tindakan oleh atasannya berinisial DI, yang menjabat sebagai redaktur di tempatnya bekerja.

Upaya korban mencari perlindungan dengan melapor kepada Pemimpin Redaksi Radar Lawu tak mendapat respon positif. Hingga akhirnya DW dengan didampingi anggota AJI Kediri Herpin Pranoto (jurnalis JTV) wilayah Madiun mengadukan perbuatan itu kepada Ombusdman Jawa Pos di Surabaya. Selain itu DW juga meminta pendampingan kepada AJI Kediri demi mendapat keadilan sebagai perempuan yang menjaga martabat.

Atas pengaduan tersebut, hari ini, Jumat 11 Maret 2016, Divisi Advokasi AJI Kediri mendampingi korban melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Ngawi. (pou)

Rate this item
(0 votes)