Polisi Pastikan Ada Unsur Kelalaian Atas Ambruknya Girder Tol Paspro

08 Nov 2017
85 times
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera Foto : MAA

Apakabar.co.id (Surabaya) - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Timur menemukan unsur kelalaian pada ambruknya girder atau balok jembatan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Bahkan kini polisi sudah mengantongi nama yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

"Dari keterangan 32 saksi, kita sudah simpulkan bahwa telah terjadi kelalaian pada standar operasional prosedur, sehingga tersangkanya sudah kita dapatkan," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Rabu (8/11) sore.

Menurutnya, dari 32 saksi yang diperiksa itu terdiri dari pekerja lapangan saat peristiwa ambruknya girder tol terjadi, serta pihak kontraktor termasuk dari manajemen PT Waskita Karya. Selain itu sebagai second opinion (pendapat kedua) sebagai data pembanding, penyidik juga memanmggil saksi ahli konstruksi pada Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan Universitas Brawijaya Malang serta Dinas PU Bina Marga Jatim.

Penyidik dijadwalkan melakukan gelar perkara lagi pada pekan ini untuk melanjutkan penyidikan hingga menetapkan nama tersangka-tersangka. "Yang pasti tersangkanya ini tidak satu dan pastinya lebih dari satu karena saya sudah sebut tersangka-tersangka," jelas mantan Kabid Humas Polda Sulsel tersebut.

Dia menegaskan, bahwa manajemen PT Waskita sudah dimintai keterangan. Tetapi dia menolak menjawab lugas ketika ditanya siapa dan dari pihak mana yang harus dimintai pertanggungjawaban dalam kasus itu. "Yang pasti tersangkanya lebih dari satu," ujarnya.

Empat girder atau balok penyangga jembatan Tol Pasuruan-Probolinggo di Desa Cukurgondang ambruk saat proses pemasangan pada Minggu (29/10) lalu. Reruntuhan balok menimpa tiga pekerja dan empat unit kendaraan bermotor. Seorang pekerja tewas bernama Heri Sunandar (pekerja mekanik PT Waskita), dua lain luka berat ialah Sugiono (sopir PT Waskita) dan Nurdin (PT Pancang Sakti). (afr)

Rate this item
(0 votes)