Tipu Enam Calon Jamaah Haji Plus, Pemilik Travel Al Maghfirah Dilaporkan Polda Jatim

10 Nov 2017
59 times
M. Soleman salah satu korban travel Al Maghfirah usai lapor ke SPKT Polda Jatim M. Soleman salah satu korban travel Al Maghfirah usai lapor ke SPKT Polda Jatim Foto : Maa

 

Apakabar.co.id (Surabaya) - Musim haji 2017 telah berlalu.  Namun enam calon jamaah haji asal Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik harus gigit jari lantaran tak jadi berangkat ke tanah suci. Keenam korban pun melaporkan Nur Faidah pemilik Travel Al Maghfirah Surabaya ke SPKT Polda Jatim.

Laporan tersebut terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana Ongkos Naik Haji (ONH) Plus oleh travel yang berkantor di Jalan Ketintang Madya Surabaya. Tak hanya batal berangkat, keenam korban itu kini juga belum tahu nasib uang pendaftaran haji yang telah diserahkan pada pihak travel tersebut.

Dari enam korban tersebut, total dana haji yang digelapkan oleh pihak travel hampir mencapai Rp 1,2 miliar. Nominal tersebut untuk pembayaran ongkos naik haji plus. Tiap korbannya pun tarifnya berbeda.

Misalnya, M. Soleman yang sedianya berniat  memberangkatkan kedua orangtuanya ibadah haji telah membayar Rp 200 juta per orang. Ia pun telah meyetorkan uang melalui Bilyet Giro (BG) dua kali pada Nur Faidah, pemilik Travel Al Maghfirah dengan total Rp 400 juta 950 ribu.

Sedangkan korban bernama Joko asal Gresik juga tertipu oleh Nur Faidah melalui Travel Al Maghfirah dengan nominal sekitar Rp 340 juta. Jumlah itu dia setorkan untuk biaya ONH Plus bersama istrinya.

Dua korban lain, yakni Suntono warga Sidoarjo. Ia bersama istrinya telah mendaftar dan membayar biaya haji plus dengan nilai Rp 330 juta. Hingga beberapa bulan sebelum musim haji tiba, ia bersama istrinya juga diminta tambahan dana oleh Nur Faidah sebesar Rp 120 juta.

Total kerugian atas kasus penipuan dan penggelapan dana haji oleh Nur Faidah warga Ketintang Baru Surabaya melalui Travel Al Maghfirah Surabaya itu sekitar hampir Rp 1,2 miliar.

Guna menyelesaikan persoalan itu, keenam korban pun sempat melakukan beberapa kali pertemuan dengan Nur Faidah di kantor Travel Al Maghfirah. Namun dari pertemuan bulan Agustus lalu, Nur Faidah hanya memberikan janji refund atau pengembalian uang para jamaah.

Hingga memasuki bulan November, Nur Faidah semakin sulit dihubungi dan cenderung menghindar saat dihubungi para korban. "Saya hubungi via pesan whatsapp hanya dibaca dan tidak dibalas. Saya telpon juga tidak diangkat. Hal serupa juga dilakukan korban yang lain. Kami menduga memang ada itikad tidak baik dari Nur Faidah dan pihak travel untuk menyelesaikan persoalan. Untuk itu kami laporkan kasus ini ke Polda Jatim," kata Soleman. (maa)

Rate this item
(0 votes)