Hasil Operasi Zebra Semeru 2017, Jumlah Laka Lantas Melonjak

16 Nov 2017
64 times
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera Foto : MAA

Apakabar.co.id (Surabaya) - Sejak 1-14 November lalu, Polda Jatim beserta jajarannya menggelar operasi zebra semeru. Dalam operasi selama dua minggu tersebut, dari hasil evaluasi terdapat kenaikan jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) mencapai 12,85 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2016.

"Secara kuantitas memang ada kenaikan jumlah kecelakaan sekitar 12,85 persen. Operasi tahun ini jumlah laka lantas mencapai 606 kasus dibanding tahun 2016 sebanyak 537 kasus," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera, Kamis (16/11).

Namun secara kualitas, kata Barung, untuk korban laka lantas yang meninggal mengalami penurunan. Jika di tahun 2016 jumlah korban meninggal sebanyak 85 orang, kini turun 12,94 persen atau sebanyak 74 orang. Pun demikian untuk korban luka berat turun 37,97 persen dari 79 orang menjadi 49 orang.

Untuk jumlah laka lantas tertinggi yakni di wilayah Polres Tuban, Jember, dan Malang masing-masing sebanyak 42 kasus. Sedangkan kendaraan yang banyak terlibat laka lantas yakni sepeda motor 805 kendaraan.

Barung menjelaskan, kecelakaan banyak terjadi karena faktor human eror. "Rata-rata karena lelah atau ngantuk, tidak menjaga jarak, mendahului atau berpindah jalur, melanggar batas kecepatan dan juga menerobos lampu merah," ungkapnya.

Untuk pelanggaran tilang totalnya mencapai 202.333 tilang. Jumlah itu naik tajam dari tahun 2016 sebanyak 68.011 tilang. Tertinggi yakni dari jajaran Polrestabes Surabaya sebanyak 28.641 tilang dan 98 teguran. Tertinggi kedua yakni Polresta Sidoarjo sebanyak 19.841 tilang dan 1.633 teguran. (maa)

Rate this item
(0 votes)