Terungkap, Alap-Alap Motor Wilayah Hukum Polsek Tandes

20 Nov 2017
70 times

 

Apakabar.co,id (Surabaya) - Residivis yang sudah pernah masuk penjara ternyata belum tentu jera. Seperti halnya M Faruk, dimana pasca dihukum perkara pembunuhan,pemuda tanggung berusia 25 tahun naik jabatan menjadi "kapten" kelompok pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Lebih memalukan lagi, motor-motor yang dicurinya merupakan motor milik tetangga se kecamatan juga tetangga sekampung, dan pemuda tanggung warga Gadel Baru 44 C, Karangpoh, Tandes Surabaya kini terhenti usai salah satu kakinya ditembak polisi.

Track records Faruk mulai memimpin aksi komplotan curanmor tiga bulan lalu, pasca bebas dari 8 tahun kurungan penjara yang dijalaninya dan ia diringkus polisi gara-gara rekannya berinisial MR (15) anggota "bandit muda" baru saja direkrut berhasil ditangkap.

Diduga kuat, komplotan Faruk Cs ini sudah 9 kali mencuri motor di wilayah Kecamatan Tandes dan sekitarnya. Namun dugaan polisi lebih dari itu komplotan Faruk Cs mencuri. Sebab diyakini, Faruk cs inilah yang selama ini mengacak-acak wilayah hukum Polsek Tandes dan sekitarnya.

Sudah sekian banyaknya laporan masyarakat berdomisili di Kecamatan Tandes sekitar t7ga bulan belakangan ini. Akibatnya polisi semakin geram segera melakukan perburuan terhadap Faruk cs dan perburuan tersebut dilakukan tim anti bandit unit Reskrim Polsek Tandes.

AKP Oloan Manullang Kanit Reskrim Polsek Tandes mewakili Kompol Sofwan Kapolsek Tandes mengatakan, ia sebagai Kanit Reskrim memimpin langsung perburuan pelaku curanmor yang sudah tiga bulan terakhir mengacak-acak wilayah hukum Polsek Tandes. "Dalam perburuan pelaku curanmor ini berhasil melakukan identifikasi kelompok atau sindikat ini melalui rekaman CCTV yang kami dapat dari TKP," bebernya.

"Kami mempelajari secara seksama rekaman CCTV terkait ciri-ciri pelaku berinisial MR sudah kita kantongi juga nama dan alamat MR sudah dikantongi," papar perwira tiga balok di pundak. "Anggota anti bandit Polsek Tandes langsung kita sebar di tiap titik-titik yang disinyalir menjadi transit MR dalam pekan kemarin. Pelaku berinisial MR berhasil kita ciduk di daerah Karangpoh Tandes saat menggelar pesta miras bersama teman sebayanya," beber AKP Manullang.

Lanjutnya, keberhasilan tim anti bandit Polsek Tandes tidak berhenti di satu pelaku saja, dan langsung dilakukan interogasi dan dicocokkan dengan rekaman CCTV, MR mengakui bila dialah yang melakukan pencurian motor. "Kemudian dari keterangan MR tersebut, kami memburu keberadaan Faruk dan dua anggotanya yang lain, dan perburuan Faruk Cs tersebut tidaklah mudah.

Pasalnya, sejumlah tempat yang diduga menjadi tempat persembunyiannya, ternyata kosong dan selama sepekan perburuan, Tim Anti Bandit Polsek Tandes berhasil mengendus keberadaan Faruk. Tepat pukul 02.30 wib Faruk benar benar melintas di kawasan Manukan mengendarai motor dengan berboncengan. Tak ingin buruannya lenyap, kami langsung mengepung Faruk dan rekannya," terangnya.

"Kami pun terpaksa memberikan "hadiah" timah panas terhadap dua pelaku tersebut tepat ke arah kaki. Sebab,pelaku beruasaha menyerang anggota kami dan keduanya berusaha kabur. Selain mengamankan kedua pelaku, kami juga amankan kunci L modif yang biasa dipakai mencuri motor," imbuhnya.

"Pelaku Faruk usai berhasil kita amankan serta diinterogasi ketika itu bersama Agus Rahmad (19) warga Balongsari Blok 4 D, Balongsari, Tandes Surabaya. Faruk dan Agus saat itu hendak bekerja (mencuri motor). Meski sudah mengakui perbuatannya mencuri sejumlah motor diwilayah Tandes, Faruk bak kayu mati. Dia bungkam saat ditanya keberadaan motor-motor curiannya," ujarnya.

"Namun masih beruntung, pelaku Agus masih tergolong pemula membuka mulut di hadapan polisi. Dari situlah, tim anti bandit Polsek Tandes berhasil mengamankan dua motor curian di rumah Faruk yakni, Honda Vario 125 warna merah L 5430 YQ dan Honda Mega Pro tanpa nomor polisi. Sedangkan motor-motor lainnya, sudah laku terjual di Madura," tegasnya.

Ditambahkan pula, "Semua pencurian motor yang dilakukan Faruk Cs, dilakukan di wilayah hukum kami (Tandes). Sehari saja, kelompok ini bisa mencuri 4 motor. Kami hingga kini masih lacak TKP lainnya," ulas Oloand Manullang.

Hasil catatan penyidik diketahui sebanyak 9 pencurian yang dilakukan Faruk Cs diantaranya TKP 1 (Kamis, 09/11/2017) di Balongsari Krajan Gang 1, Surabaya. Hasil Honda Beat warna putih biru AG 6332 UA,TKP 2 (Kamis, 16/11/2017) di Bibis Tama 1 no. 18 Surabaya.

Sedangkan hasil Honda Vario 125 warna merah L 5430 YQ,TKP 3 (Kamis, 16/11/2017) di Gadel, kampung asal Faruk. Kemudian hasil motor Honda Mega Pro,TKP 4, Minggu (12/11/2017) di Buntaran Gang KM 9, Surabaya. Hasil Honda Beat warna hitam L 2163 ZB,TKP 5, Selasa (31/10/2017) di Buntaran KM Rt 6 Rw 1, Surabaya.

Tidak hanya itu hasil Honda Beat warna hitam W 6795 QT, TKP 6, Selasa (31/11/2017) di Manukan Tohirin Surabaya. Hasil Yamaha Mio warna putih,TKP 7, Selasa (31/11/2017) di Kos-kosan samping masjid LDII Manukan Kulon Surabaya. Selanjutnya hasil Yamaha Mio warna hitam, TKP 8, lupa tanggal, bulan Nopember 2017 di Pasar sore Manukan Kulon Surabaya, hasil Honda Beat warna hitam,TKP 9, lupa tanggal, bulan Nopember 2017 di kos-kosan Balongsari. Hasil Suzuki Satria FU warna hitam.

"Kelompok Faruk sebenarnya ada 5 orang. Tiga berhasil kami tangkap dan satu lainnya ditangkap Polres Bangkalan. Nah untuk pelaku tersisa (Bs), saat ini tengah kami buru," tandas AKP Oloand Manullang. Sementara itu, kepada penyidik Faruk mengaku jika dirinya tidak ada pilihan lain selain menjadi pencuri.

Diakunya, orang tua dan keluarganya sudah tidak mengurusinya. Atas pelajaran yang diterimanya di lembaga pemasyarakatan, dia akhirnya merekrut seluruh anggotanya dengan membagi tugas juga peran anggotanya, Faruk lah yang menyimpan sekaligus menjual motor motor hasil curian.

"Uang hasil penjualan motor curian saya yang membaginya. Tapi kadang-kadang kami kumpulkan untuk bersenang-senang. Baik di cafe maupun karaoke. Selebihnya, kami buat keperluan hidup sehari-hari," aku pemuda bertubuh kurus tinggi ini. (wie/lia) 

Rate this item
(0 votes)