Jambret Menyaru Kyai yang Viral Akhirnya Tertangkap

28 Nov 2017
83 times
Dirreskrimum Kombe Pol Agung Yudah didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dan Kasubdit III Jatanras AKBP Boby Paludin Tambunan merilis pelaku ulama palsu Dirreskrimum Kombe Pol Agung Yudah didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dan Kasubdit III Jatanras AKBP Boby Paludin Tambunan merilis pelaku ulama palsu Foto : MAA

Apakabar.co.id (Surabaya) - Sejak awal November lalu beredar viral di media sosial terkait ulama palsu yang melakukan tindak kriminal di berbagai wilayah di Jawa Timur. Kejahatan yang dilakukan komplotan asal Pasuruan berjumlah empat orang. Modus kejahatan pelaku yakni berpura-pura menjadi kyai atau ulama untuk membujuk korban perempuan dengan tujuan merampas harta berharga korban.

Usai viral di medsos dari hasil rekaman CCTV, Polda Jatim melalui Subdit III Jatanras Ditreskrimum kini berhasil mengungkap dan menangkap tiga dari empat pelaku ulama palsu tersebut. Masing-masing pelaku memiliki peran untuk mengelabui korban kejahatan.

Ketiga tersangka yang berhasil diringkus yakni YZ (50) warga Kraton Pasuruan ini berperan berpura pura bertanya kepada korban dan menarik paksa perhiasan berupa kalung milik korban. Tersangka YS (33) warga Kraton Pasuruan berperan sebagai sopir mobil sekaligus mencari calon korban, dan tersangka SS (57) warga Kejayan Pasuruan berperan berpura pura menjadi ulama atau kyai dan meminta korban menyerahkan perhiasannya.

Barang bukti yang disita berupa pakaian ulama yang dipakai palaku saat melakukan aksi kejahatan, mobil sewaan Toyota, HP, 6 cincin emas dan uang tunai Rp 1 juta hasil kejahatan.

Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Agung Yudha Wibowo didampingi Kabid Humas Kombes Frans Barung Mangera dan Kasubdit Jatanras AKBP Boby Paludin Tambunan mengatakan, ketiga pelaku berbagi peran dan setelah mendapat calon korban, pelaku YZ berpura pura bertanya alamat kepada calon korban.

Setelah itu, pelaku YZ mengenalkan korban kepada pelaku SS yang saat itu berpakaian dan berperilaku seperti ulama atau kyai yang ingin mendoakan korban. Kemudian korban diminta oleh pelaku berinisial SS untuk menyerahkan perhiasannya.

Seperti kena gendam, perhiasan cincin, kalung dan gelang yang dipakai korban diserahkan begitu saja kepada pelaku. Jika tidak berhasil, pelaku merampas perhiasan korban. Pelaku melakukan aksi kejahatan di Jawa Timur seperti Trenggalek, Blitar, Nganjuk, Tulungagung, Lumajang, Ponorogo dan Malang serta Jember. (maa)

Rate this item
(0 votes)