PT Linggarjati Perkasa Tak Profesional Garap Proyek Jalan Pacet-Cangar

11 Dec 2017
138 times
U Gutter rusak yang dikerjakan PT Linggarjati Perkasa U Gutter rusak yang dikerjakan PT Linggarjati Perkasa Foto : Mahendra

Inilah Salah Satu Bukti Hasil Kerja Kontraktor Pilihan ULP dan DPU Binamarga Jatim      

Apakabar.co.id (Surabaya) – Masih ingatkah dengan PT Linggarjati Perkasa? Perusahaan general kontraktor ini, tahun 2016 lalu pernah terbelit masalah hukum. Lantaran, ulah Direktur Utama (Dirut)-nya saat itu, melakukan penipuan pembayaran hutang sebesar Rp 536 juta lebih kepada CV Sarito Jaya.

Diketahui, PT Linggarjati Perkasa sekitar tahun 2015 mendapatkan proyek pengerjaan jalan dan saluran air (drainase) kota di Badung, Bali dengan nilai pekerjaan sekitar Rp 11 miliar lebih. Singkat cerita, untuk memenuhi kewajibannya membayar hutang atas pembayaran termin ke 3 kepada CV Sarito Jaya sebagai pembelian perangkat saluran air beton precast alias "U" Gutter precast dan sejenisnya, Djoko Wiyono sang Dirut PT Linggarjati Perkasa menggunakan dengan cek/giro kosong.

Djoko Wiyono sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh kepolisian Republik Indonesia. Namun, bak sepandai-pandainya tupai meloncat, pasti akan jatuh juga. Big Bos kontraktor ternama yang sering menyebet lelang besar proyek-proyek milik pemerintah itu, akhirnya diringkus di Badung, Bali oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Ketika itu, AKBP Takdir Matanette selaku Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, tersangka Djoko Wiyono terpaksa melakukan penipuan itu, karena perusahaannya bangkrut. "Tersangka beralasan terpaksa melakukan pembayaran dengan cek kosong lantaran manajemen perusahaannya lagi bangkrut," jelasnya, Rabu (24/2/2016).

Takdir Mattanete mengungkapkan, tersangka bersama rekannya yang dilaporkan oleh korban penipuan, dan sempat kabur. "Tersangka sempat kabur, tapi Unit harda Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangkapnya di Bali," ungkapnya kepada wartawan.        

Boleh dikatakan inilah salah satu bukti jika PT Linggarjati Perkasa adalah perusahaan kontraktor pelaksana yang amburadul. Namun, yang jadi pertanyaan besar kenapa kontraktor ini bisa kembali berkiprah mengikuti lelang dan menyebet proyek-proyek besar milik pemerintah yang notabene menggunakan anggaran negara. Ada apa dibalik semua ini ? * Nantikan investigasi khusus Apakabar.co,id

Sedangkan terkait kegiatan pekerjaan tahun 2017 ini, yakni "Rekontruksi dan Pelebaran Jalan Batas Kota Batu (Jembatan Cangar II)–Pacet (Link 160)” milik Dinas PU Binamarga Jatim dengan pagu anggaran dari APBD I Provinsi Jatim sebesar Rp 14.352.000.000, atau Rp 14,352 miliar, diketahui dimenangkan oleh PT Linggarjati Perkasa asal Surabaya dengan nilai kontrak pekerjaan sebesar Rp 11.189.999.000, atau Rp 11,189 miliar (lebih).

Kasus hukum yang terjadi tahun lalu, merupakan bukti amburadulnya manajemen perusahaan kontraktor ini. Dan, terbukti saat mengerjakan proyek milik Dinas PU Binamarga Jatim tahun ini, hasil pekerjaan yang baru dua bulan selesai dikerjakan sudah ambrol dan hancur. Itulah cerminan kinerja perusahaan kontraktor yang digandeng Dinas PU Binamarga Jatim hasil penyaringan Unit Layanan Pengadaaan (ULP) Pemprov Jatim.

Bukan hanya itu, temuan Apakabar.co.id dilokasi pekerjaan pada tanggal 22 November 2017, juga mendapati bukti amburadulnya pengerjaan yang dilakukan oleh PT Linggarjati Perkasa. Yakni, pengerjaan pemasangan perangkat saluran air dengan "U" Gutter Beton Precast (box culvert mini).

Apakabar.co.id memergoki pasangan beberapa 'U" Gutter yang telah cacat dan bahkan rusak. Ironisnya, pasangan unit "U" Gutter yang rusak dan pecah itu, tetap dipasang dan tidak diganti. Padahal waktu itu, pihak kontraktor pelaksana melakukan pengecoran dengan betonmix disisi-sisi space terpasangnya "U" Gutter, Rabu (22/11/2017) pukul 17.14 wib.

Anehnya, petugas pelaksana yang ada disana melakukan pekerjaan malah membiarkan kegiatan pengecoran. Malah, dengan sikap arogan dan 'sok' menanyai wartawan Apakabar.co.id yang tengah melakukan tugas jurnalistik. "Ada apa, mas ? Kok dilihat-lihat trus difoto-foto," sergah salah satu orang yang mengaku pelaksana dan pengawas proyek kepada wartawan.

Setelah menjawab pertanyaan tersebut, wartawan Apakabar balik bertanya kepada seseorang tersebut. "Itu "U" Gutter-nya ada beberapa yang rusak kok tetap dipasang ? Dan, kok tetap dicor sampingnya ? Apa baiknya gak diganti dulu ? khan bisa rugi negara ini ?," tanya Apakabar kepada pelaksana.

Lebih aneh lagi, tidak menjawab pertanyaan tersebut, 3 orang pelaksana malah ngeloyor pergi meninggalkan wartawan, dan secara tiba-tiba kegiatan pengecoran dihentikan. "Wis-wis sesuk wae diteruske ngecore (sudah-sudah, besok saja diteruskan/dilakjutkan mengecornya)," kata pelaksana tergopoh-gopoh menuju truck mixer (molen) beton mix, dan tancap gas.

Disela-sela konfirmasi, Ervan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) kegiatan pekerjaan yang tidak tahu hal tersebut, menyatakan akan segera mengganti "U" Gutter rusak tersebut. "Ya, mas, terima kasih atas infonya, saya tidak tahu hal ini. Akan segera saya perintahkan kontraktor menggantinya dan sekaligus membenahi yang kurang pas," kata Ervan saat ditemui dikantor Dinas PU Binamarga Jatim, Rabu (29/11).

Pertanyaan kembali dilontarkan Apakabar.co.id, bagaimana bisa diganti jika sudah dicor alias sudah digelontor beton mix. "Ya harus diganti mas, itu tanggung jawab kontraktor. Ya, kalau rusak ya gak akan dibayar untuk beberapa buah "U" Gutter-nya yang rusak. Kami nggak mau repot-repot, rusak ya mereka kudu ngganti mas," ucapnya enteng diamini konsultan pengawas.

Lebih mencengangkan lagi, Apakabar.co.id mendapati keesokan harinya, Kamis (30/11) seluruh saluran air dengan pasangan "U" Gutter sepanjang kurang lebih 100 meter sudah tertutup rigid betonmix (cor keras). Lalu bagaimana dengan beberapa "U" Gutter yang disoal ? Apa sudah ada penggantian dan perbaikan ? Hal itu yang layak dipertanyakan dan dibuktikan oleh PPKom.

Warga setempat dikonfirmasi tentang pengcoran tersebut, menyebutkan jika kegiatan pengecoran dengan betonmix telah dilakukan 3 hari sebelumnya (sekitar hari Senin, 27/11). "Niku siktas mawon dicor, mas. Mbuk manawa angsal tigang dinten niki, mas (Itu baru saja dicor, mas. Kira-kira dapat 3 harian ini, mas)," ucap warga setempat, Kamis (30/11).

Terkait temuan ini, Kepala Dinas PU Binamarga Jatim, Ir. Gatot Sulistyo Hadi, MM juga telah dikabari. Sayangnya, Kepala Dinas PU Binamarga Jatim yang terkenal bijaksana ini, tidak merespon balik maupun membalas pemberian informasi lengkap sekaligus konfirmasi via short massage send (SMS) dari wartawan Apakabar.co.id.

Untuk mendapat kepastian, Apakabar.co.id mengkonfirmasi kembali hal tersebut kepada Ervan, PPKom via SMS. "Ya...akan diganti, didahulukan yg atas. Depan obech, dan tikungan setan atas," jawaban sms dari Ervan. "Hanya yg rusak saja," imbuhnya dalam SMS. Dan, lebih lanjut ditanyakan kapan dilakukan, ini jawaban PPKom Dinas PU Binamarga Jatim. "Bulan ini," pungkasnya dalam SMS kepada Apakabar.co.id, Jum'at (8/12/2017).

Pantauan Apakabar.co.id dilokasi pekerjaan di Pacet-Cangar pada Minggu (3/12), didapati perbaikan dan pembenahan telah dilakukan dibeberapa plengsengan yang ambrol dan hancur. Seperti beberapa titik di area tikungan setan depan desa Sendi, dan turunan menuju wisata Coban Waru, serta tikungan tajam depan wisata Outbond dan Rafting "Obech".

Meskipun masih tanggung jawab kontraktor pelaksana, dikhawatirkan upaya perbaikan terhadap kerusakan hasil pekerjaan tersebut, semakin menurunkan kwalitas/mutu fisik yang diperbaiki. Bagaimana tidak, diawal pengerjaan bangunan tersebut, sudah dilakukan dengan seenaknya dan diduga tidak sesuai desain dan RAB-nya.

Bukan khayal lagi, jika kontraktor pelaksana akan melakukan pengerjaan perbaikan dan pengerjaan item pekerjaan yang belum dikerjakan dengan 'grusa grusu' dan tanpa perhitungan matang. Dikarenakan, masa waktu pekerjaan yang dimiliki PT Linggarjati Perkasa hanya tinggal menghitung hari saja di bulan ini, yakni berakhir tanggal 20 Desember 2017.

Temuan lainnya, Apakabar.co.id mendapati tumpukan "U" Gutter yang tidak tertata rapi dan tergeletak berserakan tak jauh disamping lokasi wisata kuliner dan pemancingan. Jelas, inilah juga menjadi bukti tidak becus dan tidak profesionalnya PT Linggarjati Perkasa dalam melaksanakan pekerjaan yang dimenangkannya.

Padahal, seharusnya perangkat "U" Gutter yang dibeli dengan uang rakyat tersebut, dirawat dan dijaga keutuhan, serta mutunya agar tetap baik saat digunakan. Namun, apa yang dilakukan PT Linggarjati Perkasa tidak beretika dan tidak memandang estetika pekerjaan, serta tidak menghargai keuangan negara.

Disinyalir, pekerjaan ngawur yang dilakukan PT Linggarjati Perkasa selaku kontraktor pelaksana, tidak luput dari kurangnya pengawasan yang dilakukan Dinas PU Binamarga Jatim sebagai penyelenggara pekerjaan (proyek) dengan nilai milyaran rupiah ini. Dalam persoalan ini, butuh penegasan sikap dan tindakan dari seorang kepala dinas yang merupakan kepanjangan tangan dari Gubernur Jatim.

Karena hal ini berhubungan dengan keuangan negara melalui APBD Provinsi Jatim yang digunakan dan diserap untuk proyek jalan Pacet-Cangar. Sayangnya, hingga berita ini diunggah, belum ada tindakan tegas yang nyata dari Ir. Gatot Sulistyo Hadi selaku Kepala Dinas PU Binamarga Jatim. Bersambung* (dra)    

Rate this item
(0 votes)