Imigrasi Tanjung Perak Tak Terima Dikatakan Tidak Sesuai SOP

10 Dec 2017
60 times
Kantor Imigrasi klas 1 Tanjung Perak Kantor Imigrasi klas 1 Tanjung Perak Foto : Wahyudiono

 

Apakabar.co.id (Surabaya) - Pejabat Kantor Imigrasi klas 1 Tanjung Perak Surabaya, Ridwan akhirnya angkat bicara. Hal ini terkait pernyataan Kasi Penyelenggara Umroh dan Haji Depag Bangkalan, H Wafir. Hal yang pernah disampaikan Wafir kepada apakabar.co.id, yang kemudian dibantah oleh Ridwan yakni untuk memberikan rekomendasi dari kantor Depag Bangkalan kepada pemohon, adalah cukup dengan cara memberikan surat rekomendasi, tanpa via telepon dan menurut Wafir hal itu tidak ada di SOP.

"Kami sudah mengirim surat sejak 4 desember ke Depag Bangkalan, dan kami menunggu surat jawaban dari Depag Bangkalan. Jadi tidak benar kami tidak sesuai SOP," protes Ridwan, selaku Kasi Wasdakim.

Dikatakan Ridwan, soal pemohon paspor yang dokumen rekomendasi dari depag diduga palsu, dan jika memang dinyatakan palsu oleh depag, "Maka pemohon akan kami panggil untuk ditanya lebih lanjut tentang si pemohon ini mengurus melalui biro jasa apa," terang Ridwan.

"Pemohon bisa terkena sanksi enam bulan hingga dua tahun pencekalan. Belum lagi sanksi dari Depag Bangalan," tegas Ridwan di ruang Wasdakim, yang juga didampingi oleh Humas Moch Faujan serta Anton Sihombing bagian Wasdakim. Tidak hanya itu, Ridwan juga menegaskan bahwa Kantor Imigrasi klas 1 Tanjung Perak benar-benar sudah tidak ada lagi calo.

"Jadi kalau buat berita yang seimbang, kemarin saya dengar gaduh. Jadi jangan asal," gerutu Ridwan. Sayangnya, beberapa jam kemudian Ridwan tidak bisa dikonfirmasi lagi terkait surat terbaru pemohon paspor yang diperoleh dari Depag Bangkalan. (ono)

Rate this item
(1 Vote)