Calo Dibikin Tak Berkutik di Satpas Gresik

08 Jan 2018
122 times
Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Foto : Wie

Apakabar.co.id (Gresik) - Peringatan keras bagi calo yang biasa mangkal di satuan penyelenggara administrasi (Satpas) SIM Polres Gresik. Jika akan beroperasi kini harus berpikir beribu kali untuk melancarkan aksinya. Pasalnya,Satpas Polres Gresik sekarang tidak bisa bermain-main dengan namanya calo.

Hal ini pun terungkap, ada salah seorang pekerja harian lepas (PHL) berinisial Ran biasa akrab disapa Pak Ran disinyalir berprofesi ganda merangkap menjadi calo dalam uji praktik SIM. Calo tersebut akhirnya gagal mencetak SIM terhadap pelangganya yang sudah membayar dan percobaan percaloan yang dilakukan dengan membuka tarif kepada pelanggan berkisar Rp 350 hingga 400 ribu.

AKP Wikha Ardilestanto, Kasat Lantas Polres Gresik menerangkan, pihaknya mendapat informasi dari anggota di lapangan, bila ada salah seorang netizen bernama Teguh Setiawan di sebuah grup facebook Gresik Sumpek tepatnya Minggu (7/1) kemarin. Akun tersebut memposting status berbunyi “Ada yang tahu namanya orang yang membantu Pak Jalilani praktik sim”.

Unggahan status pun mendapat respon netizen dengan 133 komentar dan 126 like serta salah seorang netizen ada menyebut nama Pak Ran sebagai orang yang dimaksud dalam status tersebut. “Pak Ran” tulis akun facebook Bondet Larat saat mengomentari status, paparnya perwira tiga balok di pundak itu.

Lanjut Wikha, ada yang mengaku sudah membayar Rp 350 ribu untuk bisa diloloskan dalam praktik uji sim dan kenyataannya janji itu tidak kunjung terkabul. Pada akhirnya meminta uangnya kembali hanya dikembalikan Rp 300 ribu oleh Pak Ran. “Berapa bro, Rp 350 ribu? Balik Rp 300 ribu saya ambil saja,” ungkapnya menirukan.

Sementara itu ada salah seorang netizen lain bernama Budi Bei yang mengaku telah membayar Rp 400 ribu kepada Pak Ran. “Saya urus sim sejak 6 Maret 2017. Sampai sekarang tidak selesai dan uang sudah tidak kembali. Setaipa diminta katanya kurang ini itu Hati-hati saudara sama orang it” tulis Budi Bei dalam salah satu komentarnya.

Bahkan, Kasat Lantas Polres Gresik menanggapi serius percaloan yang gagal juga ramai diperbincankgan netizen. Mantan Kasat Lantas Polres Mojokerto menegaskan, pihaknya tidak main-main dengan sistem dan komitmen yang sudah diterapkan.

Terbukti saat Pak Ran tidak bisa (cetak SIM). “Sekarang oknum PHL ini dikejar-kejar karena orang sudah terlanjur membayar ratusan ribu tapi dia tidak bisa membuktikan bisa cetak SIM,” ucap Wikha saat dikonfirmasi by seluler, Senin (8/1).

Ia mengaku sudah memanggil oknum PHL, namun PHL tersebut tidak mengaku dan PHL yang telah mencoba mencari keuntungan pribadi tersebut telah diberhentikan serta sudah dipanggil tapi tidak mengakui. “Kami tetap memberhentikan, karena ini kan mau mengambil keuntungan pribadi,” tuturnya.

Setiap hari pihak Satpas Polres Gresik rutin melakukan operasi calo agar tidak berkeliaran, karena akan mengganggu pelayanan. “Ternyata mereka membawa korbanya ke wilayah diluar Gresik. Karena di kami memang tidak bisa dibuat main-main. Kita tidak tahu dibawa kemana, yang pasti dari calo yang kami tangkap dia mengaku korbanya dibawa keluar Gresik,” pungkasnya.

Yang pasti, beber Wikha, anggotanya tidak akan mengorbankan remonerasi mereka hanya untuk melayani calo yang hasilnya tidak sebanding dengan remonerasi yang mereka terima. “Misalnya Pak Jaelani, pangkatnya Aiptu, remonerasinya setingkat perwira. Mana mau dia mengorbankan tunjangan yang selevel perwira kemudian mengambil uang yang tidak seberapa,” pungkasnya. (wie)

Rate this item
(0 votes)