Salah Tulis Nama Proposal Berujung Petaka

21 Jan 2018
103 times
Mapolsek Simokerto Mapolsek Simokerto Foto : Wie

Apakabar.co.id (Surabaya) - Kesalahpahaman berujung saling lapor di kantor Polsek Simokerto karena dua pihak masing-masing merasa benar. Samsul Arifin wartawan tabloit berita TKP melaporkan perkara penganiayaan yang dilaporkan oleh Woeng Che Siu alias Santoso.

Samsul Arifin juga dilaporkan Iktiya Kustiningsih karyawati Kafe Santoso dengan tuduhan perkara penganiayaan. Bahkan, Woeng Che Siu alias Santoso juga melaporkan Samsul Arifin ke Polrestabes Surabaya.

Kompol Masdawati Saragih, Kapolsek Simokerto menerangkan, dalam perkara penganiyaan saling lapor antara Samsul Arifin, Woeng Che Siu alias Santoso, dan Iktiya Kustiningsih ini bermula dari pengajuan proposal.

"Awalnya Samsul Arifin berprofesi sebagai wartawan mengajukan proposal permintaan sumbangan ke kafe Santoso beralamat di Jalan Kenjeran No 4. Saat dicek proposal tersebut tertulis kafe Grand. Maka terjadi mis komunikasi dan cek cok mulut antara para pihak tersebut diatas," ungkapnya.

Sehingga diduga terjadi pemukulan penganiayaan dan masing-masing pihak merasa menjadi korban dengan membuat laporan. "Terkait dua laporan perkara penganiayaan ini kami tangani serius sesuai prosedur dan kami juga sudah berkoordinasi dengan penyidik Polrestabes Surabaya," ucap perwira perempuan satu melati di pundak.

Masih menurut Masda sapaan akrab Masdawati, menyikapi perkara penganiyaan ini alangkah baiknya masing-masing pihak berdamai. "Mungkin yang lebih pas apabila masing-masing pihak menginginkan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Kami sebagai anggota Polri bertugas melayani, mengayomi dan melindungi, siap untuk memfasilitasi guna terjalin hubungan harmonis," tukasnya. (wie)

Rate this item
(0 votes)