Komplotan Pemeras Pengusaha Galian Desa Mantup Ditangkap Polisi

26 Jan 2018
66 times
AKBP Feby DP Hutagalung, Kapolres Lamongan saat merilis enam tersangka pelaku pemerasan AKBP Feby DP Hutagalung, Kapolres Lamongan saat merilis enam tersangka pelaku pemerasan Foto : Wie

Apakabar.co.id (Lamongan) - Satreskrim Polres Lamongan berhasil meringkus pelaku tindak pidana pemerasan juga mengaku sebagai anggota polisi dan wartawan. Pemerasan dialami Setya Atmaja (38 tahun) pengusaha besi tua warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk.

Keberhasilan Satreskrim Polres Lamongan meringkus enam pelaku pemerasan langsung. AKBP Feby DP Hutagalung, Kapolres Lamongan merilis keenam tersangka atas keberhasilan anggotanya dalam menangkap tersangka pelaku tindak pidana pemerasan yang mengaku dari anggota polisi dan wartawan.

Keenam tersangka yang berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Lamongan, yakni Sapai (40 tahun) warga Jalan Gundi 21 Surabaya mengaku wartawan, Safullah (45 tahun) warga Wibisana Denpasar Bali, Slamet Kurniawan (35 tahun) warga Manggisan, Kecamatan Tanggul Jember, Muhammad Kawalid (28 tahun) warga Desa Gundal Kecamatan Camplong Sampang, Ismanto (48 tahun) mengaku wartawan warga Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, dan Muhammad Mujahid (30 tahun) warga Kelurahan Babatan, Kecamatan Dupak Surabaya.

“Si pelaku ini awalnya memeras Andika yang sedang parkir di lahan galian tambang tepatnya di Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Ketika itu korban sedang mengangkut potongan besi tua. Lantas kemudian, keenam pelaku mengancam dan menakut-nakuti korban menggunakan replika senjata api dengan menuding korban mengangkut rongsokan besi tua sebagai barang ilegal juga meminta uang Rp 50 juta,” jelas Kapolres Lamongan.

Bahkan, keenam tersangka tersebut sudah lama menjadikan (Andika) korban sebagai incarannya lantaran dikenal sebagai pengusaha besi tua dan memiliki banyak uang. “Para pelaku meminta uang sebanyak itu (Rp 50 juta) tidak dikabulkan. Korban dan hanya memberi uang Rp 12, 5 juta,” ungkapnya.

Korban yang merasa dirugikan langsung melaporkan ke kantor polisi. Seusai menerima laporan korban, anggota Satreskrim Polres Lamongan bergerak cepat menuju TKP sebelum pelaku kabur jauh. Akhirnya pelaku berhasil diringkus bersama barang bukti satu unit replika senjata api jenis revolver, satu unit HT, dan uang tunai Rp 12, 5 juta serta tiga kartu pers.

Ditambahkan AKP Suwarta , Kasubag Humas Polres Lamongan, hingga kin polisi masih mengembangkan penyelidikan lebih dalam guna mengungkap jaringan pelaku pemerasan tersebut. “Para tersangka dijerat pasal 368 KUHP mohon doanya kepada masyarakat semoga cepat terungkap,” pungkasnya. (wie/lia)

Rate this item
(0 votes)