Pemkab Jombang Inkonsisten Dalam Kasus Sengketa Informasi

07 Feb 2018
188 times
Sidang sengketa informasi di Komisi Informasi Jatim Sidang sengketa informasi di Komisi Informasi Jatim Foto : Irsyadul Ibad

Apakabar.co.id (Jombang) - Sidang keempat sengketa informasi di Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur kembali digelar, Rabu (7/2). Dalam proses sidang sengketa informasi antara Petani Sariloyo melawan Pemerintah Kabupaten Jombang ini, Pemkab Jombang terkesan mengulur-ulur waktu.

Pasalnya, sebelumnya pada sidang ketiga Pemkab Jombang tidak hadir tanpa alasan yang jelas, namun sidang keempat dihadiri kedua belah pihak. Sidang dengan agenda pembuktian untuk membuka dokumen-dokumen soal pembangunan perumahan Bahrul Ulum Menara Asri yang berdiri di atas lahan pertanian produktif di Dusun Sariloyo yang diminta pemohon yakni Choirul Safik telah menyerahkan bukti-bukti kepada Majelis KI Jatim.

Yang menjadi masalah adalah dari pihak termohon Pemkab Jombang, ketika Majelis Komisioner menanyakan, apakah termohon membawa berkas untuk pembuktian? Namun ternyata termohon sengaja tidak membawa dan menyerahkan bukti kepada Majelis Komisioner KI Prov Jatim.

Termohon yang sebelumnya dalam persidangan kedua menyatakan bahwa informasi dan dokumen terkait pembangunan perumahan di Dusun Sariloyo bersifat rahasia atau dikecualikan. Dan sidang keempat ini, termohon menyatakan sendiri bahwa informasi dan dokumen tersebut akan diberikan kepada pemohon. Namun tidak semuanya dibawa atau dipegang oleh termohon pada persidangan tersebut.

Safik selaku Pemohon beranggapan, secara tidak langsung termohon sudah inkonsisten dalam berargumentasi di persidangan untuk memperkuat dalil-dalilnya sendiri. “Jika memang benar informasi dan dokumen yang dimaksud dirahasiakan/dikecualikan, sudah sepatutnya termohon mengajukan bukti-bukti atas argumentasi awalnya,” katanya.

“Jika melihat fakta dalam persidangan tadi agendanya adalah pembuktian. Maka ketika termohon mencoba menerangkan atau melenceng dari agenda pembuktian dengan alasan akan memberikan sebagian dokumen. Ini artinya terjadi pembiasan yang tidak pada inti agenda sidang tadi,” ujarnya.

“Walaupun termohon punya itikad baik pada sidang tadi untuk menyerahkan sebagian dokumen yang dibawanya. Prinsip saya tetap pada awal, bahwa ke 15 item dokumen yang saya minta kepada termohon agar dipenuhi atau diberikan terutama terkain izin lingkungannya. Jika tidak begitu, sidang akan berlanjut pada agenda kesimpulan hingga muncul keputusan yang tetap,” tegas Safik. (irs)

Rate this item
(0 votes)