Sebelum Tewas, Albar Bocah di Sidoarjo Sempat Minta Tolong

02 Mar 2018
126 times
Rita Muztahida usai melapor ke SPKT Polda Jatim Rita Muztahida usai melapor ke SPKT Polda Jatim Foto : MAA

Apakabar.co.id (Surabaya) – Misteri kematian M Albar Mahendra, bocah kelas 7 SMPN 3 Porong Sidoarjo hingga kini masih menjadi teka-teki. Namun dari keterangan Rita Muztahida, ibu korban mengaku jika anaknya sebelum mengalami penganiayaan hingga tewas sempat meminta tolong pada kawan baiknya melalui pesan singkat di ponsel.

“Anak saya sempat WA (whatsapp) ke teman baiknya. Dia minta tolong. Temannya langsung membalas dan bertanya dimana posisi anak saya untuk bisa segera memberikan pertolongan. Namun jawaban Albar hanya kata Wassalam,” ungkap Rita saat ditemui di SPKT Polda Jatim, Jumat (2/3).

Informasi itu diperolehnya dari keterangan teman baik Albar saat takziah sebelum Albar dimakamkan pada tanggal 13 Desember 2017 silam. Bahkan, sebelum kepergian Albar yang tewas diduga akibat dianiaya dengan senjata tajam itu, Rita mengaku sempat dicurhati putra sulungnya tersebut.

“Anak saya sering cerita kalau dia sering kali dicegat (dihadang) oleh sekolompok pemuda lain. Namun beberapa kali anak saya mengaku cuek dan lolos. Mungkin saja kematian anak saya juga masih berkaitan dengan kelompok pemuda yang beberapa kali menghadang, saya serahkan penyidikannya ke Polda Jatim,” jelasnya.

Kematian Albar terjadi tanggal 12 Desember 2017 silam. Sekira pukul 15.40 Wib, korban yang berpamitan kepada orang tuanya untuk keluar rumah mengendarai motor dengan alasan hendak membeli gorengan atau camilan. Sekira pukul 16.30 Wib, orang tua korban mendapat informasi dari warga jika M Albar Mahendra ditemukan tergeletak dalam kondisi luka parah di Jalan Dusun Kedinding.

Mendapat informasi tersebut, orang tua korban kemudian mendatangi lokasi tempat Albar ditemukan. Dengan dibantu warga yang berada dilokasi, Rita Muztahida, ibu korban langsung membawa Albar yang dalam keadaan luka parah ke UGD RSUD Sidoarjo.

Berdasarkan keterangan dokter dan perawat yang menangani saat itu menyatakan, luka-luka yang ada di kepala dan tubuh Albar diduga kuat merupakan akibat penganiayaan dan bukan merupakan akibat kecelakaan lalu lintas. Setelah menjalani perawatan beberapa jam, sekira pukul 22.30 WIB, Albar akhirnya meninggal dunia. (maa)

Rate this item
(0 votes)