Polsek Karangpilang Berhasil Ungkap Peredaran Upal Rp 2,59 Miliar

27 Mar 2018
72 times
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan saat merilis uang palsu Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan saat merilis uang palsu Foto : Wie

Apakabar.co.id (Surabaya) - Maraknya peredaran uang palsu (upal) di tengah masyarakat kini berhasil diungkap Tim Anti Bandit Polsek Karang Pilang bersama Polrestabes Surabaya dengan meringkus sindikat peredaran upal. Mata uang yang berhasil dipalsukan oleh sindikat ini tak hanya mata uang rupiah tapi juga dollar Singapura yang total jumlahnya mencapai Rp 2,59 miliar.

Sindikat upal dikendalikan oleh 11 tersangka, di antaranya SH (47) warga Lamongan, RS (43) warga Jombang, BH (32) warga Lamongan, HS (55) Lamongan, S (70) warga Situbondo, KW (57) warga Jember, AS (38) warga Jember, SY warga Ngawi, SN (35) asal Klaten, MJS (50) dan SR (49) asal Madiun.

Jaringan upal ini memiliki dan mengedarkan mata uang Indonesia palsu sebanyak 906 lembar senilai Rp 91,6 juta. Sedangkan mata uang dolar Singapura palsu jumlahnya mencapai Rp 2,5 miliar dengan pecahan 28 lembar 10 ribu dolar.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menjelaskan, awal mula penangkapan para tersangka ini berkat adanya informasi masyarakat terkait jual beli mata uang Indonesia dan asing. Lantas anggota di lapangan menelusuri kebenaran informasi tersebut.

“Anggota kami dilapangan berhasil mendapati adanya kesepakatan transaksi antara para tersangka. Kemudian kami hanya tangkap dua diantara sebelas tersangka itu," paparnya kepada wartawan di gedung CC Polrestabes Surabaya, Selasa (27/3).

Tersangka yang berhasil diamankan tersebut, menransaksikan uang lima juta rupiah uang palsu dengan tiga puluh satu juta uang asli. Seperti biasa, polisi mengorek keterangan dari dua tersangka yang berhasil diamankan. Hasilnya, sembilan tersangka lainnya berhasil diringkus.

"Hasil pemalsuan yang dilakukan tersangka cukup baik, hanya perbedaan bisa kita dilihat dari kualitas kertas antara uang yang asli dengan yang palsu," ungkap Rudi.

Kapolsek Karang Pilang, Kompol Noerijanto menambahkan, pihaknya kini masih mendalami siapa saja yang membuat dan mencetak ratusan lembar uang palsu tersebut. Pasalnya, penulusuran tim di lapangan masih sampai pada tahap penyelidikan soal rencana transaksi para tersangka dengan si pembuat uang palsunya.

"Informasi yang kami dapat, para tersangka melakukan transaksi di kawasan jalan Kedurus, Karang Pilang," ujar Kapolsek Karang Pilang.

Menurut pengakuan tersangka berinisial BH, dia mendapat ratusan uang rupiah palsu dari KW. Dirinya mengaku akan menggunakan uang palsu tersebut sebagai mahar. Maksudnya, kata dia, tersangka menukarkan uang palsunya dengan uang asli. "Tapi saya hanya disuruh untuk dimaharkan saja, bukan mengedarkan. Yang menyuruh saya sekarang ada di Jember," ungkap BH. (wie)

Rate this item
(0 votes)