Polrestabes Surabaya Musnahkan 21 Botol Miras Oplosan dan Ilegal

25 Apr 2018
60 times
Pemusnahan miras di Mapolrestabes Surabaya Pemusnahan miras di Mapolrestabes Surabaya Foto : Alia

Apakabar.co.id (Surabaya) - Kepolisian Resort Kota Surabaya menabuh genderang perang pemberantasan peredaran minuman keras. Salah satu buktinya adalah melakukan pemusnahan barang bukti miras oplosan sebanyak 21 ribu botol di halaman Mapolrestabes Surabaya.

Barang bukti miras oplosan tersebut merupakan hasil tangkapan yang dilakukan petugas kepolisian selama 10 hari belakangan. Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya menerangkan, banyaknya korban meninggal dunia gara-gara miras oplosan menjadi perhatian serius pejabat Polri

“Pemberantasan miras ilegal dan oplosan ini perintah pimpinan. Hari ini kami pun melakukan pemusnahan sebanyak 21 ribu botol miras,” ujarnya, Rabu (25/4).

Proses pemusnahan barang bukti miras dilakukan dengan cara dilindas menggunakan alat berat perata jalan aspal yang didatangkan dari Pemkot Surabaya. Lanjut Kapolrestabes, awal penyebab dari peredaran miras oplosan dan ilegal di wilayahnya belakangan ini dikarenakan barang haram tersebut mudah dibuat juga bahan yang digunakan mudah diperoleh dari toko kimia yang ada di kota Surabaya.

“Hasil wawancara saya dengan peracik miras yang telah berhasil kami amankan ternyata cara membuat miras sangat mudah, hanya membutuhkan alkohol kadar 95 persen dicampur air sudah bisa dijual juga dikonsumsi,” ungkap perwira tiga melati dipundak.

Sementara itu, miras oplosan yang disebut oleh Kapolrestabes Surabaya akhir-akhir ini telah menelan 10 korban meninggal dunia. “Dibuat dengan cara mencampur miras ilegal dengan beberapa obat-obatan yang ada dipasaran. Seperti, obat sakit kepala, lotion anti nyamuk, obat anti mabuk dan sirup obat batuk,” jelasnya.

Lantas kemudian,awalnya ingin miras yang dioplos ini punya rasa dan efek berbeda dari miras biasa. Namun,akibatnya yang mengkonsumsi seketika bisa meninggal dunia, sejam atau keesokan harinya.

“Dampak luar biasa yang ditimbulkan dari peredaran miras oplosan dan ilegal ini luar biasa, maka kami selaku Kapolrestabes Surabaya mengajak seluruh masyarakat dan segenap pimpinan daerah bersama-sama menumbuhkan daya tangkal terhadap pengaruh miras,” tuturnya.

Sebagai bukti tekat bersama pemberantasan miras, diawali dengan penandatanganan deklarasi anti miras oleh para tokoh masyarakat tiap kecamatan se Kota Surabaya disaksikan Kapolrestabes Surabaya dan Danrem 084 Baskara Jaya Surabaya Kolonel Kav M Zulkifli.

Dalam hal ini pun, Kapolrestabes sempat memberikan peringatan keras kepada cafe-cafe yang masih menjual miras ilegal akan berhadapan dengan petugas kepolisian, termasuk toko-toko kimia yang memberi kemudahan menjual bahan pembuatan miras kepada masyarakat.

“Tentu saja Balai POM punya aturan sendiri, Disperindag juga punya aturan sendiri soal ini dan kita akan koordinasi bagaimana penanganan terhadap toko-toko kimia ini,” tukasnya. (lia)

Rate this item
(0 votes)