Kasus Dugaan Tipikor Desa Tampingmojo, Polres dan Kejari Jombang Terkesan Lambat

10 May 2018
116 times
Kasus Dugaan Tipikor Desa Tampingmojo, Polres dan Kejari Jombang Terkesan Lambat Foto : Har
 
Apakabar.co.id (Jombang) - Kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) atau penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan oleh M Na’im selaku Kepala Desa Tampingmojo terkesan jalan di tempat. Kasus pengelolaan tanah kas Desa Tampingmojo Kec Tembelang yang dialihfungsikan jadi tanah darat itu telah dilaporkan masyarakat sejak tahun 2013 ke Polres Jombang.
 
"Kasus dugaan korupsi Kades Tampingmojo ini semakin kabur dan lambat penanganannya," kata Sucipto (warga Desa Tampingmojo) didampingi Ali Sutomo (Majasi) saat ditemui tim apakabar.co.id di Kejaksaan Negeri Jombang beberapa hari lalu.
 
Mengenai laporan kasus tanah kas desa yang dialihfungsikan jadi tanah darat sejak tahun 2013, ia hanya mendapat Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang terakhir tanggal 25 Juli 2014. Setelah itu hingga sekarang ia tidak mendapatkan SP2HP dari Satrekrim Polres Jombang.
 
Selain itu, lanjut Sucipto, kasus lain terkait dugaan korupsi pembangunan jalan rabat beton tahun 2015 juga terkesan "ngambang". Pemenuhan kelengkapan berkas sempat dikembalikan sampai tiga kali oleh Kejari Jombang ke Penyidik Polres Jombang pun warga menilai bahwa Polres Jombang sangat lambat dan terkesan mengulur-ngulur waktu. 
 
Menurutnya,  terkait kasus pembangunan jalan rabat beton itu, Kamis (19/4) ia sempat menemui IPDA Joko Pitoyo dengan didampingi Ali Sutomo. "Beliau menjelaskan bahwa pemenuhan kelengkapan berkas dari apa yang diminta atau disarankan oleh Kejari Jombang yakni audit fisik sudah dilengkapi. Namun masih menunggu surat pengantar dari Kapolres untuk diserahkan ke Kejari Jombang," ujarnya.
 
Sementara menurut Ali Sutomo, seharusnya berkas terkait pembangunan jalan rabat beton tersebut sudah dapat dinaikkan statusnya menjadi P-21. Hal itu jika melihat bahwa penyidik telah melaksanakan apa yang sudah diminta oleh Kejari Jombang yang sudah melaksanakan audit fisik.
 
Lambatnya penyelidikan mengenai kasus pembangunan jalan rabat beton tersebut kini membuat warga Desa Tampingmojo bertanya-tanya. "Mengapa Polres Jombang sejak tahun 2015 hingga sekarang kasus ini tidak segera disidangkan? Apakah ada dugaan atau indikasi bahwa Kejari Jombang dan Polres Jombang sudah “bermain-main” sehingga terjadi tarik ulur pengembalian berkas? Terlebih, soal kasus tanah kas desa yang dialihfungsikan ini sejak tahun 2013 hingga sekarang semakin “kabur” dan lambat penanganannya," pungkas Ali. (har)
Rate this item
(0 votes)