Profesor Ini Menangis Usai Seorang Kakek Bercerita Tentang Sungai Martapura

04 Nov 2017
228 times
Profesor Suratman dan Profesor Lambut saat bertemu di KSI III Banjarmasin Profesor Suratman dan Profesor Lambut saat bertemu di KSI III Banjarmasin Foto : Maa

 

Apakabar.co.id (Banjarmasin) - Ada yang menarik di hari ke tiga Kongres Sungai Indonesia (KSI) Ke-lll di Banjarmasin Kalsel. Dimana seorang profesor menangis dan satu ruangan ikut terharu setelah mendengar kisah sungai Martapura.

Awalnya, Suratman Woro yang merupakan Profesor geografi itu memberikan materi dalam diskusi panel kepada peserta KSI tentang air, sungai, laut dan hutan di ruang Abdi Persada Gedung eks Kantor Gubernur Kaltim.

"Selain pentingnya menjaga kelestarian sungai, yang harus diperhatikan lagi adalah pentingnya menjaga kelestarian laut dan hutan," terangnya.

"Untuk mengetahui sungai itu bersih atau tidak, caranya cukup gampang yakni dengan melihat lautnya saja. Selain itu hutan juga penting, karena hutanlah yang menampung banyak air," ungkapnya.

Usai memberikan pemaparan, moderator diskusi panel memberikan kesempatan para peserta untuk menyampaikan uneg-unegnya. Empat orang wakil dari berbagai daerah telah mengajukan pertanyaan kepada nara sumber. Dan peserta terakhir yang diberikan kesempatan oleh pembawa acara adalah seorang kakek tua.

Kakek bertubuh tinggi dan kurus ini menceritakan bagaimana kondisi sungai Martapura pada zaman dahulu. "Di Borneo (Kalimantan) terdapat hutan yang sangat luas. Namun dijamah oleh Australia, Malaysia dan Singapura. Pendahulu kami yang menjaga sungai dan hutan, dan kami punya pemangku adat yang akhirnya kalah oleh pemerintah," ungkapnya.

"Luasnya hutan di Kalimantan sangat berpengaruh bagi pulau-pulau lain di Indonesia. Kalau hutan Kalimantan habis, lalu apa jadinya dengan pulau lain?" tanyanya.

"Saya pulang dari Amerika tahun 1971, air sungai Martapura masih bisa diminum. Tapi sepuluh tahun kemudian apa yang terjadi?" ulasnya lagi.

Mendengar cerita kakek yang tak lain adalah juga seorang Profesor yakni Profesor Malkianus Paul lambut, kontan saja seisi ruangan menjadi terharu, bahkan Profesor Suratman Woro juga menangis. Naskah yang ditulis oleh Prof Lambut dijanjikan akan dibawa oleh Profesor Suratman untuk bahan KSI Ke-lV tahun depan di jakarta. (ono)

Rate this item
(0 votes)