Bambang Supriyadi Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Forkom Wisata Surabaya

16 Nov 2017
141 times

Apakabar.co.id (Surabaya) – Terbentuknya Forum Komunikasi Pengelola Obyek Wisata Kota Surabaya sejak enam tahun silam hingga kini terus menjaga eksistensinya. Termasuk dalam hal kepengurusan, kini Irpan Harianja sebagai ketua forum yang telah menjabat dua periode pun lengser. Kini, terpilih Bambang Supriyadi secara aklamasi oleh lebih dari 40 pengelola obyek wisata di Surabaya sebagai Ketua Forkom Wisata Surabaya.

Dalam sambutannya, Bambang sebagai ketua terpilih mengharap ada kader baru yang lebih produktif. Ia memisalkan wisata Rolak Outbound Kids Surabaya (Roks) yang dikelola Imam Rochani dan Didik Harimuko memiliki gagasan baru dalam mengembangkan potensi wisata.

“Bukan hanya membesarkan destinasi wisata tapi juga bisa memvisualkan kultur budaya tempo dulu serta bisa mengangkat tradisi masyarakat untuk menjadi objek wisata. Ini yang nantinya juga bisa mengangkat perekonomian masyatakat lokal,” jelasnya.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Maulisa Nusiara berharap dengan adanya forkom wisata ini bisa meningkatkan kunjungan wisata di Kota Pahlawan. Ia juga menjanjikan upaya koordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan untuk memberikan papan penunjuk arah ke lokasi wisata di Kota Surabaya yang tergabung dalam forkom tersebut guna mempermudah mencari dan menuju destinasi wisata.

Manajer Roks, Didik Harimuko mengucapkan terima kasih atas kepercayaan forkom dalam menggelar rapat koordinasi hingga pemilihan ketua di Roks. Tak hanya rapat, pihaknya juga mengajak seluruh anggota dan pengurus forkom untuk menyusuri Kali Surabaya.

Ia juga menjelaskan tentang kondisi sungai termasuk kualitas dan pemanfaatan air sungai serta kondisi bantaran yang masih menyisakan berbagai persoalan. Selain itu, potensi wisata Kali Surabaya ke depan juga akan dikemas dengan adanya wisata sejarah Kali Surabaya yang sedianya bernama Kali Mas.

Perlu diketahui, sebelum berdirinya Kota Surabaya, pada awal abad ke 13 masih bernama Ujung Galuh. Kali Mas yang merupakan anak sungai dari Kali Brantas menjadi jalur transportasi dan perdagangan sejak mas Kerajaan Kadiri hingga Majapahit.

Perubahan nama Ujung Galuh menjadi Chura (Berani) Bhaya (Bahaya) dicetuskan oleh Raden Wijaya pada tanggal 31 Mei 1293 usai berhasil mengalahkan tentara Tart-tar dari Kerajaan Mongol China yang dipimpin Panglima Besar Kubhilai Khan.

Pengusiran tentara Tar-tar dan pencetusan perubahan nama Ujung Galuh Menjadi Churabhaya oleh Wijaya dilakukan di Pat Tsieh Khan atau kini lebih dikenal dengan nama Jagir dekat pintu air Jagir yang dibangun oleh Belanda.

Kini Kali Mas dan Kali Surabaya masih menyimpan sejarah yang bisa menjadi potensi wisata edukasi lingkungan dan sejarah yang digagar Roks bersama LSM Konsorsium Lingkungan Hidup. “Ke depan akan kami buatkan paket wisata lingkungan dan sejarah dengan menyusuri Kali Surabaya,” tukasnya. (maa)

Rate this item
(0 votes)