Lima Perusahaan Ini Disidak Tim Patroli Air

27 Nov 2017
63 times
Tim Patroli Air mengambil sampel limbah dari outlet IPAL PT Gaweredjo Tim Patroli Air mengambil sampel limbah dari outlet IPAL PT Gaweredjo Foto : Maa

 

Apakabar.co.id (Surabaya) - Tim patroli air gabungan siang tadi melakukan sidak di lima perusahaan. Sidak kali ini tidak seperti biasanya, lantaran Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Prov Jatim, Diah Susilowati ikut terjun langsung. Lima perusahaan yang didatangi tim patroli air adalah CV Gaweredjo, pabrik tahu di Krembangan Sidoarjo milik Siaman, PDAM, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kedurus Surabaya dan PT Adiprima Suraprinta.

Tim patroli gabungan yang terdiri Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Prov Jatim, kab/kota, PJT 1, Lab, Polda Jatim, LSM Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH), Garda Lingkungan, dan media Kominfo Jatim serta apakabar.co.id ini dibagi menjadi dua kelompok yakni bagian darat dan bagian sungai.

Diah mengatakan, DLH Jatim akan membantu upaya untuk meningkatkan kualitas air sungai Surabaya, salah satunya dengan cara patroli air, guna mengurangi beban pencemaran air sungai, khususnya sungai Surabaya," ujarnya.

Diah berharap, semoga kegiatan patroli rutin ini semakin meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya pemilik perusahaan, agar peduli terhadap kondisi sungai yang selama ini menjadi bahan baku PDAM Surabaya.

Dikatakan Diah, menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah saja. Masyarakat juga harus berperan aktif mengawasi, menjaga dan ikut membersihkan aliran sungai dan sekitarnya. "Dengan cara ini, maka kerusakan lingkungan akibat pembuangan limbah baik domestik maupun industri dapat dihindari," ungkapnya.

"Semoga ada perbaikan kualitas lingkungan dari kesadaran industri dengan memperbaiki kualitas air limbahnya. Jika ada yang melanggar, maka harus ditindak tegas," serunya.

Sementara Imam Rochani selaku Ketua LSM KLH mengaku sangat kagum dengan Diah. Menurut Imam, baru kali ada kadis DLH yang mau naik perahu dan melihat langsung dari dekat perusahaan yang diduga membuang limbah berbahaya.

Soal perusahaan yang tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) seperti RPH Kedurus, kata Imam, mereka bisa dikenakan sanksi. Tidak hanya itu, lanjut Imam, setiap melakukan pengambilan sempel, langsung melibatkan petugas laboratorium milik PJT, sehingga hasilnya bisa maksimal. (ono)

Rate this item
(0 votes)