Pabrik Karton Multi Dimensi Indonesia Layak Dapat Sanksi Tegas

27 Jan 2018
157 times
Tim Patroli Air saat di pabrik Multi Dimensi Indonesia ditemui Eko,  paling kanan, salah satu karyawan ya Tim Patroli Air saat di pabrik Multi Dimensi Indonesia ditemui Eko, paling kanan, salah satu karyawan ya Foto : Wahyudiono

Apakabar.co.id (Gresik) - Tim patroli air Jatim ketika melakukan sidak, sempat dibuat geram oleh Eko selaku karyawan PT Multi Dimensi Indonesia. Pasalnya, dalam memberikan keterangan, jawaban Eko sering berbelit-belit dan terkesan menghalang-halangi sidak tim patroli Jatim.

Ketika ditanya tim patroli air soal kelengkapan izin lingkungan yang dimiliki perusahaan tempatnya bekerja, Eko dengan ragu-ragu mengatakan bahwa pabrik karton di Jalan raya Legundi no.688 itu telah mengantonginya. Namun menurut Eko, semua dokumen perizinan dibawa oleh atasannya yang bernama Usman.

Setelah didesak oleh salah satu anggota tim patroli air dari Tipiter Polda Jatim, untuk menghubungi atasan yang dimaksud, barulah Eko menghubungi atasannya via seluler. Dari pembicaraan tersebut, Eko lalu mengambil dokumen dan menunjukan kepada tim patroli.

Tapi sebelumnya, Eko diminta atasannya untuk melihat legalitas tim patroli. Setelah dokumen perizinan dicek oleh tim patroli, ternyata perizinan PT Multi Dimensi Indonesia ini dinyatakan masih banyak yang belum dilengkapi. Meski begitu, dengan dalih perintah dari atasannya, Eko meminta tim patroli agar tidak masuk ke dalam pabrik karton tersebut.

"Tolonglah pak, tolong turuti kemauan atasan saya," pinta Eko. Ainul Huri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim dan Suhartono dari DLH Kab Gresik, akhirnya memberikan penjelasan kepada Eko, bahwa tujuan masuk ke perusahaan yang didampingi oleh karyawan perusahaan tersebut hanya sebentar, untuk mengambil sampling limbah cair B3 (bahan beracun dan berbahaya) di outlet pembuangan akhir, setelah itu langsung keluar.

"Tolong kami jangan dipersulit," harap Suhartono.

Usai sidak, Kabid Penaatan DLH Jatim, Sigit Prasetyadi didampingi Ainul Huri Bagian Wasdal mengatakan, banyak izin yang belum dilengkapi oleh Multi Dimensi. "Seperti izin lingkungan, Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) dan izin penyimpanan sementara limbah B3," tegasnya.

Sigit menambahkan, bahwa pihaknya akan membuat surat teguran jangka waktu dan juga surat kesanggupan untuk memperbaiki kekurangannya.

Terpisah, Didik Harimuko selaku Ketua Garda Lingkungan Jatim menjelaskan soal bantahan hasil lab dari pengambilan sampling limbah cair B3 di perusahaan ketika tim patroli air melakukan sidak. "Maksudnya begini, ada bantahan dari beberapa perusahaan paska kita sidak, dimana karyawan perusahaan tersebut mengambil sendiri sampling limbah cair B3, tanpa didampingi tim patroli air dan memeriksakan sendiri ke lab, dan mendapat hasil yang bagus. Padahal, hasil lab limbah cair yang diambil tim patroli dan disaksikan karyawan perusahaan itu, mendapatkan hasil yang tidak bagus. Hasil lab versi mereka itu tidak layak. Fenomena seperti itu dari dulu memang sering terjadi. Dan kita harus lebih jeli menyingkapinya," terang Didik.

Sementara Ketua Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH), Imam Rochani sebelumnya menyebutkan, berdasarkan hasil lab, ada sebuah perusahaan yang limbah cair B3nya jauh di atas baku mutu yang ditetapkan dalam peraturan Gubernur Jatim. "Perusahaan seperti ini bisa dicabut izinnya," tegas Imam di depan tim patroli air Jatim. (ono)

Rate this item
(0 votes)