Usianya Baru 3 Bulan, Tapi Sudah Berani Melepas Burung

28 Jan 2018
209 times
Usianya Baru 3 Bulan, Tapi Sudah Berani Melepas Burung Foto : Imam Suroso

Apakabar.co.id (Surabaya)-Apa jadinya jika tiga komunitas penggila lingkungan bertemu bareng? Ternyata, mereka melakukan hal-hal yang bikin kita makin penasaran. Mereka adalah Expedisi Mahanugra, Ekosistem Pesisir dan Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) Jawa Timur yang pada 27 Januari kemarin bertempat di PJT 1 Surabaya melakukan hal "gila-gilan".

Diawali sambutan Ridho selaku perwakilan Expedisi Mahanugra Surabaya yang menyampaikan bahwa Expedisi Mahanugra yang masih baru berusia 3 bulan ini merasa terpanggil untuk peduli terharap lingkungan. "Kegiatan perdana Expedisi Mahanugra dimulai penanaman pohon mangrove di pesisir, kemudian tebar benih ikan di kali Surabaya, selanjutnya akan melepas burung di lereng gunung penanggungan," terangnya.

Sementara Sony selaku pemangku Ekosistem Pesisir, mengatakan dimana ada 202 jenis pohon tanaman untuk pesisir dan tiap jenis punya spesies yang berbeda. "Salah satunya pohon mangrove yang berfungsi menahan abrasi air laut. Semakin baik tanaman mangrove, maka semakin baik pula kualitas air yang di darat. Selain itu pohon mangrove bisa sebagai penyerab karbondioksida. Dan saya memberikan apresiasi pada teman Mahanugra yang telah peduli dan meluangkan waktunya demi lingkungan," ungkapnya.

Sedangkan Direktur KLH Jawa Timur, Imam Rochani dalam sambutannya mengatakan, di Indonesia hanya Surabaya yang mendapat penghargaan dari salah satu Universitas besar di Belanda. "Namun kita turut prihatin yang mana Indonesia berada di nomor 6 dunia penyuplai sampah plastik ke laut," sesalnya.

"Selain itu juga KLH akan menindak tegas perusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan. Semua demi menjaga baku mutu air. Kita terus berupaya untuk menjaga lingkungan agar lebih baik lagi. Kita ingat sungai/kali Surabaya merupakan suplai kebutuhan untuk wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo," jelasnya.

Dalam akhir sambutannya Direktur KLH berpesan bahwa kita semua tahu sumber mata air sekarang sudah mulai berkurang. "Karena itu kita ingin meninggalkan mata air pada cucu kita bukan meninggalkan air mata. Cukup kita saja yang tercemar," ucapnya, disambut aplous meriah semua relawan peduli lingkungan. (ima) 

Rate this item
(0 votes)