Sampah Kali Surabaya Diolah, Hasilnya Bisa Buat Naik Haji

30 Jan 2018
88 times
LSM KLH dan Garda Lingkungan mengolah sampah eceng gondok dari Kali Surabaya menjadi pupuk kompos LSM KLH dan Garda Lingkungan mengolah sampah eceng gondok dari Kali Surabaya menjadi pupuk kompos Foto : Imam Suroso

Apakabar.co.id (Surabaya) - Jika kita melihat sungai, tentunya kita akan melihat begitu banyak sampah. Tidak hanya itu, pencemaran limbah jadi satu di dalam sungai yang seolah-olah sungai merupakan tempat pembuangan sampah.

Karena itulah aktifis lingkungan di Surabaya yakni Garda Lingkungan Jawa Timur yang merupakan ujung tombak dari Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) bersama PJT 1 Surabaya selalu berusaha mengendalikan sampah kali Surabaya.

Tidak hanya melakukan patroli rutin kali Surabaya, KLH Surabya, PJT 1 Surabaya dan Garda Lingkungan Jawa Timur kini mengembangkan pembuatan pupuk dari sampah kali Surabaya. Sampah yang dimaksud yakni berasal dari tumbuhan Eichornia Crassipes atau lebih dikenal dengan Enceng Gondok untuk dijadikan pupuk Organik.

Menurut Imam Rochani selaku Direktur KLH bahwa,
Untuk proses pembuatannya, bahan baku Enceng Gondok yang ada di sungai diangkut dan dinaikkan ke lapangan penjemuran oleh KLH dan Jasa Tirta maupun garda Kemudian dilakukan penggilingan Enceng gondok.

"Hasil dari penggilingan tadi dimasukkan ke dalam tong dicampur dengan kotoran ayam atau binatang, ditambah dengan cairan pupuk yang sebelumnya," tuturnya.

"Untuk menjadikan dua pupuk yakni pupuk cair dan pupuk organik. Untuk pupuk cair dibutuhkan waktu sekitar 23 hari bisa siap panen, dan ampasnya bisa dikeringkan dulu antara 3-4 hari baru bisa dijadikan pupuk kompos," paparnya.

"Pupuk organik ini sangat bermanfaat untuk tanaman,  karena memgandung banyak vitamin dan bisa membuat tanaman menjadi subur. Demikian tadi proses pembuatan pupuk cair berbahan baku dari Enceng gondok," terangnya.

Adalah Astono, salah satu anggota Garda Ligkungan senior mengaku sangat tertarik dengan pengolahan Enceng Gondok menjadi pupuk ini. Bahkan menurutnya, jika benar-benar ditekuni maka bisa menjadikan peluang bisnis yang sangat menjajikan. "Bisa jadi nanti naik haji dari hasil pengolahan Enceng Gondok ini," kelakar pria yang akrab dipanggil Astocuk ini.

Tidak hanya Astocuk, Badan Kawasan Perdagangan Bebas dan Kawasan Pelabuhan Bebas Batam juga tertarik untuk mempelajari pengolahan Enceng Gondok, dimana masalah Enceng Gondong ini sepertinya sangat banyak terdapat di waduk Duriangkang Batam. Hal ini terbukti dengan rencana pengiriman duta dari Batam sebanyak 10 orang ke PJT 1 selama 3 hari mulai awal februari besok. (ima)

Rate this item
(0 votes)