Berdiri Sejak 1997, Pengelolahan Limbah B3 PT Wijaya Santosa Box Belum Maksimal

02 Mar 2018
145 times
Tim Patroli Air saat mengecek sampel limbah PT Wijaya Santoso Box Tim Patroli Air saat mengecek sampel limbah PT Wijaya Santoso Box Foto : Wahyudiono

Apakabar.co.id (Sidoarjo) - Ternyata kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sidoarjo boleh dibilang sangat buruk. Hal ini terbukti dengan temuan tim patroli air Jatim ketika melakukan sidak di PT. Wijaya Santosa Box, dimana pabrik printing box ini kurang maksimal dalam pengelolahan limbar cair Bahan Beracun dan Berbahaya (B3).

Meski pabrik di wilayah Sidoarjo yang berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektar ini telah memiliki dokumen UKL-UPL, nomor surat rekom 660/386/404.6.3/2013, namun pabrik dengan jumlah karyawan sekitar 150 orang ini beroperasi sejak tahun 1997 hingga kini belum maksimal dalam pengelolahan limbah B3.

Tidak hanya itu, pabrik dengan produksi kapasitas riil sebanyak 4500 ton setiap bulannya ini, tidak pernah melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan ke instansi terkait.

Dalam berita acara penataan lingkungan hidup, oleh petugas DLH Provinsi Jatim, Fitria Leo Prasianingrum dan Yunita Suci juga dijelaskan bahwa cerobong boiler PT Wijaya Santosa Box ini belum dilengkapi dengan ketentuan teknis yang dipersyaratkan Kepdal 205/1996, serta belum melakukan uji kualitas udara setiap enam bulan sekali.

Selain itu, Abd Mujib selaku HRD/GA belum bisa menunjukkan foto copy izin pihak pengangkut limbah B3 atau transporter.

Tim patroli air Jatim ketika melakukan sidak juga bertemu dengan tim dari DLH Kabupaten Sidoarjo yang dipimpin oleh Agoes Hendrajanto selaku Kasi Pengawasan. (ono)

Rate this item
(0 votes)