Peringatan Hari Air Sedunia Menurut Komandan Garda Lingkungan Jatim

14 Mar 2018
92 times
Komandan Garda Lingkungan Jatim, Didik Harimuko SH Komandan Garda Lingkungan Jatim, Didik Harimuko SH Foto : Wahyudiono

Apakabar.co.id (Surabaya) - Nama Didik Harimuko di kalangan aktivis lingkungan pasti tidak asing lagi. Pria yang berpenampilan sederhana ini memang sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Menurut Didik, berbicara mengenai kelestarian lingkungan, tentu termasuk di dalamnya adalah kelestarian sungai dimana berkaitan dengan air. Maka tak heran, jika air menjadi kebutuhan utama setiap mahluk hidup di bumi ini.

Dikatakan Didik, dengan ditetapkannya Hari Air sedunia pada setiap tanggal 22 Maret. "Peringatan ini kali pertama dimulai pada tahun 1993. Hal ini membuat kita berfikir kenapa harus ada air dan betapa pentingnya keberadaan dan ketersediaan air bersih," kata Didik.

"Faktanya, dalam tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran badan. Nah, untuk bisa berfungsi dengan baik, tubuh manusia itu membutuhkan antara satu sampai tujuh liter setiap hari untuk menghindari dehidrasi," terangnya.

"LSM Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) bersama Wakil Gubernur Jatim pada Maret 2012 telah menetapkan Ruwatan Kali Surabaya sebagai bentuk wujud peringatan hari air. Setiap tahun pekan Ruwatan Kali Surabaya diadakan dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia," jelasnya.

Dijabarkan Didik, berbagai kegiatan dalam rangka memperingati hari air yang diadakan oleh LSM KLH bersama Garda Lingkungan, seperti tanam pohon, tabur benih ikan, bersih-bersih sungai dari sampah, rembuk lingkungan, lomba mewarnai, lomba syair lingkungan, lomba foto lingkungan dan do'a bersama sebagai bentuk ruwatan sungai, dengan maksud agar Tuhan Sang Maha Pencipta memberi kesadaran kepada umat manusia agar lebih menjaga kelestarian lingkungan dan sumber mata air dari berbagai bentuk pencemaran.

Didik menambahkan, tujuan LSM KLH dan Garda Lingkungan mengadakan pekan Ruwatan Kali Surabaya dalam rangka memperingati hari air adalah, pertama yakni menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat bantaran Kali Surabaya akan pentingnya pengelolaan sumber daya air bagi kehidupan.

Yang ke dua, lanjutnya, yakni menumbuhkan kesadaran pada masyarakat untuk melakukan penghematan dalam menggunakan air. Kemudian menumbuhkan sikap dan perilaku untuk menjaga kualitas air, serta meningkatkan partisipasi kelompok pemuda untuk menjadi relawan peduli lingkungan dan melakukan sosialisasi dan pendampingan tentang hidup sehat dan penyelematan sumber air untuk kehidupan masa depan.

"Selain itu juga memberikan pemahaman sejak dini pada anak-anak tentang pentingnya air bagi kehidupan bersama," tuturnya. (garda/ono)

Rate this item
(1 Vote)