Peringatan Hari Air Sedunia, Vinsensius Awey : Kita Diingatkan Akan Pentingnya Air

18 Mar 2018
93 times
Vinsensius Awey bersama LSM KLH, Garda Lingkungan dan warga Karang Pilang saat penghijauan di Bantaran Kali Surabaya Vinsensius Awey bersama LSM KLH, Garda Lingkungan dan warga Karang Pilang saat penghijauan di Bantaran Kali Surabaya Foto : Imam Suroso

Apakabar.co.id (Surabaya) - Beberapa kegiatan dalam peringatan Hari Air Sedunia usai dilakukan. Seperti rembuk lingkungan, tanam bibit pohon dan lomba mewarnai khusus untuk TK.

Untuk acara rembug kali Surabaya dilaksanakan pada sabtu malam 17 Maret 2018 yang dihadiri oleh anggota Dewan dari Komisi C DPRD Kota Surabaya, Vinsensius Awey. Ada juga dari Perum Jasa Tirta, Suprapto dan Direktur LSM KLH Imam Rochani.

Menurut Awey, tujuan peringatan hari air ini adalah semacam janji ulang atau pembaharuan komitmen dimana masyarakat disadarkan akan pentinganya kebutuhan air bersih. "Karena air bersih merupakan sumber kehidupan kita. Namun air bersih menjadi persoalan ketika adanya pencemaran, exploitasi manusia yang berlebihan, limbah rumah tangga, pembuangan sampah sembarangan dan limbah industry. Di situlah baku mutu air bisa rusak sehingga ekosistem lingkungan menjadi buruk," terang awey.

Dikatakan Awey, yang didampingi Lurah Kebraon, Asim, bersama LSM KLH dan perangkat desa diharapkan bisa menertibkan streng kali Surabaya. Ini terbukti di ruas kali Surabaya dan Sidoarjo, satu terpelihara dengan baik dan satunya tidak.

"Ini merupakan pelajaran pendidikan buat provinsi untuk menata kabupaten yang kurang menjaga kualitas air bersih. Dan dengan adanya tanam pohon ini sangat membantu ekosistem apalagi ditambah enceng gondok, dimana enceng gondok yang bagian dari ekohidrologi bisa menyerap racun," jelas Awey.

Masih Awey, anggota dewan memfasilitasi proyek pembangunan jalan inspeksi di streng kali Surabaya bersama Jasmas, Musrembang, BBWS, Jasa Tirta, dan PU Pengairan. "Inilah upaya kita bahwa air bersih bukan untuk diri kita, namun untuk orang lain," pungkas Awey.

Imam Rochani juga menambahkan bahwa kesadaran warga diminta untuk peduli lingkungan dan jangan takut untuk melapor kepada pihak terkait ketika melihat ada pencemaran lingkungan. "Seperti dijelaskan dalam UU No 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup, pasal 66 bahwa "setiap orang yang memperjuangkan hak atas lingkungan yang baik dan sehat, tidak dapat dituntut secara pidana maupun perdata". Bahkan sebaliknya dalam UU No 32 tahun 2009 pasal 100 ayat (1) menjelaskan "setiap orang yang melanggar baku mutu air dan lingkungan akan dipidana penjara 3 tahun dan denda 3 miliar," terangnya.

Sedangkan Suprapto menjelaskan kepada warga tentang antisipasi banjir yang dilakukan oleh PJT 1.

Kegiatan Ruwatan Kali Surabaya untuk peringatan hari air sedunia ini sudah kali ke-7 diselenggarakan oleh LSM Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) dan Garda Lingkungan Jawa Timur. Namun masih ada dua acara yang akan digelar yakni sederetan acara seremonial pada 22 maret seperti khatam quran, tabur benih ikan serta nyemplung kali Pelayaran untuk bersih-bersih sampah bersama mahasiwa Umaha, siswa SMP, SMA dan komunitas pecinta alam. (suro)

Rate this item
(0 votes)