Tingkatkan Prestasi Futsal, AFP Jatim Benahi Organisasi di Daerah

18 Nov 2016
135 times
Kongres AFP Jatim Kongres AFP Jatim Foto : MAA

Apakabar.co.id (Surabaya) - Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Timur menambah pembentukan Asosiasi Kota (Askot) dan Asosiasi Kabupaten (Askab) dan memperbanyak kompetisi guna meningkatkan prestasi futsal Jawa Timur.

Ketua AFP Jawa Timur, Giri Bayu Kusuma mengatakan, target penting yang menjadi program ke depan ialah membentuk 38 Asosiasi Futsal Kabupaten atau Asosiasi Futsal kota baru. Bertambahnya kepengurusan ini diharapkan mampu mengakomodir pembinaan futsal daerah dan meningkatkan prestasi futsal Jatim.

"Mudah-mudah 2017 nanti, 38 afkot dan afkab baru bisa terbentuk dan bekerja sebagai mana tugas dan fungsinya," ujar Giri di Surabaya, Jumat (18/11).

Ia menambahkan pembenahan organisasi futsal di daerah merupakan bagian program yang telah diamanahkan dalam kongres tahunan AFP Jawa Timur yang digelar beberapa waktu yang lalu. Untuk itu pihaknya berharap semua insan futsal di Jawa Timur mendukung program tersebut, khususnya pengurus klub futsal di daerah.  

Selain itu, dibahas pula format kompetisi tahun depan akan banyak berubah dan semakin berwarna dengan penyelenggaraan Liga Futsal Nusantara (LFN) untuk Putri. Liga Futsal Nusantara kini masih digelar lagi dengan persiapan yang lebih matang.

Beberapa langkah dilakukan AFP untuk membenahi LFN berikutnya. Di antaranya, mencoret klub-klub anggota yang selama ini vakum. LFN tak lagi menggunakan sistem grouping atau setengah kompetisi, melainkan sistem liga yang berjalan penuh. Harapannya, perubahan ini dapat membuat pembinaan pemain muda lebih merata.

"Liga nusantara kita bikin sistem penuh liga sehingga lebih panjang sekitar 8 bulan. Kalau sebelumnya hanya 2 minggu. Sehingga kami harap kualitas pemain lebih merata dan lebih meningkat lagi. Sama halnya LFN Putri, juga kami selenggarakan untuk pertama kali di Jatim," harap pria berkacamata itu.

Sekjen Federasi Futsal Indonesia (FFI), Edi Prasetyo menambahkan bahwa Asosiasi Futsal setingkat Provinsi boleh turun ke kota/kabupaten yang belum memiliki asosiasi. Namun, pihaknya mengharap harus tetap ada komunikasi terbuka dengan pihak Asosiasi Kota PSSI bersangkutan. Menurutnya, bagaimanapun posisi AFP menginduk di PSSI.

"Diperkenankan saja seperti itu, tapi alangkah baiknya tetap ada komunikasi. Karena sebagai induk hanya PSSI yang berwenang soal lisensi kepelatihan atau perwasitan baik level AFC atau internasional lainnya," paparnya. (maa)

Rate this item
(0 votes)