Redaksi

Redaksi

Curabitur ultrices commodo magna, ac semper risus molestie vestibulum. Aenean commodo nibh non dui adipiscing rhoncus.

Apakabar.co.id (Gresik) - Bulan suci ramadhan penuh berkah ini memang beda dengan bulan lainnya. Ketika ramadhan, seluruh umat muslim dan muslimat berlomba-lomba menuju kebaikan dan mencari ridho Allah.

Hal ini pun, nampak seperti terlihat di Masjid Asy-Syafa'ah Jalan Basuki Rahmat, Gresik dimana setiap tepat pukul 12.00 Wib, selalu dipenuhi oleh anggota Polres Gresik beserta masyarakat sekitar yang berdekatan dengan Polres Gresik untuk menjalankan shalat dhuhur berjamaah.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro SH., SIK., M.si mengatakan, selama bulan suci ramadhan pihaknya gelar giat rutin shalat dhuhur berjamah bersama anggota Polres Gresik juga masyarakat sekitar yang berdekatan dengan Mapolres Gresik di masjid Asy-Syafa'ah.

"Usai melakasanakan shalat dhuhur berjamaah, kami melanjutkan tadarus bersama anggota Polres Gresik di masjid Asy-Syafa'ah untuk mendekatkan diri kepada Allah," imbuh mantan Kapolres Bojonegoro ini.

Terpisah, AKP Wikha Ardilestanto Kasat Lantas Polres Gresik menambahkan, ia merasa bangga dan terharu dengan banyaknya jamaah yang memenuhi masjid Asy-Syafa'ah.

"Semoga di bulan suci ramadhan penuh berkah ini, seluruh masyarakat Kabupaten Gresik mau pun anggota Polres Gresik terhindar dari ancaman marabahaya dan selalu mendapatkan ridho serta berkah Allah,"  oungkas perwira tiga balok di pundak. (lia)

Apakabar.co.id (Malang) - Target produksi listrik 35 ribu megawatt yang dicanangkan Presiden Jokowi mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Dari sektor industri, PT Molindo Raya Industrial melakukan terobosan baru yang akan memproduksi listrik dengan energi terbarukan menggunakan mesin vinase boiler.

Perlu diketahui, vinase boiler merupakan mesin penghasil listrik dan uap atau steam yang bahan bakarnya menggunakan vinase (limbah produksi ethanol). Penggunaan vinase boiler dapat menghasilkan uap untuk proses penyulingan ethanol. Hal itu mampu mengurangi penggunaan batu bara dari pada boiler pada umumnya yang ada sekarang masihmenggunakan 100 persen batu bara.

Direktur Utama PT Molindo Raya Industrial, Arief Goenadibrata menjelaskan, vinase boiler milik Molindo ini mampu menghasilkan 45 ton steam atau uap dan 4,9 MW listrik. "Energi listrik itu diharapkan dapat digunakan untuk keperluan Molindo. Yang dihasilkan 4,9 MW dan kebutuhan Molindo sekitar 4,5 MW," jelasnya, Jumat (11/5).

Saat ini terdapat beberapa produsen vinase boiler di dunia. Dalam proyek ini Molindo memilih Five Cails – KCP dari India. Vinase boiler digunakan oleh produsen ethanol di mana mereka mempunyai vinase yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler tersebut. 

Pembelian dan penggunaan mesin ini menjadi salah satu komitmen Molindo sebagai industri yang ramah lingkungan. Molindo pun mengusung konsep 3E dalam pemanfaatan mesin baru tersebut yakni Efisiensi, Energi, dan Effluent.

Vinase boiler merupakan salah satu cara untuk memenuhi ketiga faktor tersebut. Efisiensi yaitu dengan memanfaatkan energi panas yang selama ini terbuang menjadi energi listrik. Energi yaitu dengan vinase boiler diperoleh listrik dan uap. Effluent yaitu memanfaatkan hasil samping (waste) produksi ethanol menjadi uap dan energi listrik.

Dengan menggunakan mesin canggih asal India itu, penggunaan batu bara menjadi lebih sedikit juga akan memperkecil abu hasil pembakaran batu bara. Teknologi vinase boiler baru berkembang sekitar 10 tahun terakhir. Dalam sekitar 7 tahun terakhir, PT Molindo Raya sudah melakukan survei terhadap teknologi ini dan juga beberapa vendor penyedia teknologi tersebut.

PT Molindo Raya Industrial berharap dengan adanya mesin vinase boiler ini maka tercapai faktor 3E, sehingga Molindo mempunyai kemampuan daya saing yang lebih di pasar. Melalui terobosan baru di bidang industri yang lebih ramah lingkungan ini, pelanggan juga akan menerima manfaat karena mendapatkan harga dan kualitas produk yang terbaik dan konsisten. (maa)

 
Apakabar.co.id (Jombang) - Kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) atau penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan oleh M Na’im selaku Kepala Desa Tampingmojo terkesan jalan di tempat. Kasus pengelolaan tanah kas Desa Tampingmojo Kec Tembelang yang dialihfungsikan jadi tanah darat itu telah dilaporkan masyarakat sejak tahun 2013 ke Polres Jombang.
 
"Kasus dugaan korupsi Kades Tampingmojo ini semakin kabur dan lambat penanganannya," kata Sucipto (warga Desa Tampingmojo) didampingi Ali Sutomo (Majasi) saat ditemui tim apakabar.co.id di Kejaksaan Negeri Jombang beberapa hari lalu.
 
Mengenai laporan kasus tanah kas desa yang dialihfungsikan jadi tanah darat sejak tahun 2013, ia hanya mendapat Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang terakhir tanggal 25 Juli 2014. Setelah itu hingga sekarang ia tidak mendapatkan SP2HP dari Satrekrim Polres Jombang.
 
Selain itu, lanjut Sucipto, kasus lain terkait dugaan korupsi pembangunan jalan rabat beton tahun 2015 juga terkesan "ngambang". Pemenuhan kelengkapan berkas sempat dikembalikan sampai tiga kali oleh Kejari Jombang ke Penyidik Polres Jombang pun warga menilai bahwa Polres Jombang sangat lambat dan terkesan mengulur-ngulur waktu. 
 
Menurutnya,  terkait kasus pembangunan jalan rabat beton itu, Kamis (19/4) ia sempat menemui IPDA Joko Pitoyo dengan didampingi Ali Sutomo. "Beliau menjelaskan bahwa pemenuhan kelengkapan berkas dari apa yang diminta atau disarankan oleh Kejari Jombang yakni audit fisik sudah dilengkapi. Namun masih menunggu surat pengantar dari Kapolres untuk diserahkan ke Kejari Jombang," ujarnya.
 
Sementara menurut Ali Sutomo, seharusnya berkas terkait pembangunan jalan rabat beton tersebut sudah dapat dinaikkan statusnya menjadi P-21. Hal itu jika melihat bahwa penyidik telah melaksanakan apa yang sudah diminta oleh Kejari Jombang yang sudah melaksanakan audit fisik.
 
Lambatnya penyelidikan mengenai kasus pembangunan jalan rabat beton tersebut kini membuat warga Desa Tampingmojo bertanya-tanya. "Mengapa Polres Jombang sejak tahun 2015 hingga sekarang kasus ini tidak segera disidangkan? Apakah ada dugaan atau indikasi bahwa Kejari Jombang dan Polres Jombang sudah “bermain-main” sehingga terjadi tarik ulur pengembalian berkas? Terlebih, soal kasus tanah kas desa yang dialihfungsikan ini sejak tahun 2013 hingga sekarang semakin “kabur” dan lambat penanganannya," pungkas Ali. (har)

Apakabar.co.id (Surabaya) -  Operasi Patuh Semeru mulai digelar 26 April 2018 - 9 Mei 2018. Satlantas Polrestabes Surabaya, Jumat (27/4) menggelar operasi di dua titik, yakni Jalan Dupak Rukun dan Jalan Arjuno.

Dalam giat operasi patuh 2018 menyisir 7 sasaran yakni, tidak menggunakan helm SNI,anak dibawah umur,melawan rasa arus,berboncengan lebih dari satu orang,menggunakan hp saat mengemudi kendaraan bermotor,mengemudi di bawah pengaruh alkohol,kelengkapan surat kendaraan bermotor (SIM dan STNK).

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia mengajak seluruh seluruh masyarakat Kota Surabaya agar selalu tertib berlalu lintas dan melengkapi diri membawa surat-surat kendaraan bermotor mulai SIM juga STNK.

Ia menjelaskan, tujuan Operasi Patuh 2018 yang digelar Satlantas Polrestabes surabaya adalah meningkatkan rasa kesadaran masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas lintas di jalan raya dan menjadi pelopor keselamatan lalu lintas.

"Setiap kecelakaan diawali oleh pelanggaran lalu lintas,maka dari itu tiap pelanggaran lalu lintas dalam operasi patuh 2018 kami lakukan tindakan tilang," kata Alumni AKPOL tahun 2000 tersebut. Bahkan, lanjut dia, tidak ada alasan lagi bagi masyarakat tidak tertib berlalu lintas.

"Kami dari Polrestabes Surabaya tanpa hentinya memberikan himbauan mau pun teguran. Kali ini kami fokus pada penindakan bagi pengendara yang melanggar lalu lintas," tukas mantan Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim tersebut. (lia)

Apakabar.co.id (Bangkalan) - AKBP Boby Paludin Tambunan menyatakan komitmennya dalam menciptakan wilayah Kab Bangkalan aman dan damai. Salah satu upaya yang dilakukan Kapolres Bangkalan tersebut yakni dengan menggelar Tabligh Akbar di halaman Mapolres, Kamis (26/4) malam.

“Tabligh Akbar ini sebagai salah satu ikhtiar untuk dapat menciptakan Bangkalan yang aman dan damai, khsusnya menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 27 Juni mendatang,” jelas AKBP Boby.

Melalui komitmen itu, ia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat mulai dari TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, para Kyai dan ulama, serta masyarakat Bangkalan untuk mengikuti Tabligh Akbar.

“Kami ingin semua elemen supaya bersama-sama memiliki satu visi yang sama memiliki komitmen yang sama untuk mewujudkan Kabupaten Bangkalan yang aman dan damai,” ungkapnya.

Dalam Tabligh Akbar, pihaknya menghadirkan Sekjen MUI, Kyai Haji Misbahul Munir. Ia berharap tausiyah yang diberikan dapat lebih mendamaikan Kab Bangkalan ke depan.

Kapolres Bangkalan yang baru menjabat selama sebulan itu juga mengaku terus berupaya berkomunikasi dengan berbagai pihak dan stake holder di wilayahnya. “Semua kita rangkul. Mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, termasuk kawan media dan juga LSM (lembaga swadaya masyarakat),” ujarnya.

Terkait keamanan di wilayahnya, mantan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim itu menegaskan pada seluruh anggota dan jajarannya untuk terus meningkatkan pengamanan. Ia juga meminta jajarannya untuk dapat lebih dekat dengan masyarakat dan menindak tegas segala pelanggaran yang berpotensi mengganggu kemanan dan ketertiban masyarakat. (maa)

Apakabar.co.id (Surabaya) – Kejaksaan Negeri Tanjung Perak mengamankan kembali satu tersangka kasus korupsi proyek pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) Surabaya. Sebelumnya dua tersangka telah ditahan oleh Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak tanggal 16 April 2018 lalu.

Salah satu tersangka baru kasus korupsi IPAL adalah Agus Suhermanto, Warga Jl. Rungkut Mapan Tengah 7/ CG-12, Surabaya. Kasi Intelejen Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie menyatakan, pihaknya telah melayangkan panggilan pertama pada tersangka kepada Agus Suhermanto namun sempat mangkir dari panggilan penyidik.

“Kami pun melayangkan panggilan kedua dan kami langsung melakukan penahanan. Untuk tersangka Agus Suhermanto ini bukan dari RPH melainkan pihak swasta yang memenangkan tender proyek IPAL,” jelasnya, Kamis (26/4).

Kini tersangka Agus Suhermanto akan ditahan Kejari Perak selama 20 hari kedepan.ujarnya. “Hal ini sama seperti dua tersangka lainnya. Tersangka ini kami tahan di Tahanan Cabang Rutan Kelas I Kejati Jatim,” imbuh Lingga.

Tersangka Agus diperiksa oleh penyidik kejaksaan sejak Pukul 10.15 WIB hingga berahkir pada pukul 16.45 WIB. Hingga akhirnya kini ditahan oleh Kejari Tanjung Perak.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik kejaksaan, akhirnya tersangka langsung dibawa petugas Kejaksaan dengan pengawalan dari Kepolisian menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Tahanan Cabang Rutan Kelas I di  Kejati Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Kasus korupsi bermula dari pembangunan proyek IPAL yang tak sesuai dengan bestek didanai dari anggaran penyertaan modal PD RPH Tahun 2009 sebesar Rp 3,85 miliar. Namun penyimpangan dana pada kasus ini pun berhasil diungkap Kejari Tanjung Perak sejak Desember 2107 lalu. Dan bulan Ferbruari 2018, penyelidikan kasus ini ditingkatkan ke penyidikan berdasarkan surat perintah penyidikan Nomor Prin-02/0.5.4.2/Fd.1/02/2018 ditanda tangani Kajari Tanjung Perak, Racmat Supriady tertanggal 14 Februari 2018.

Dari hasil penyidikkan kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 200 juta. Penyidik juga telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka pada kasus ini. Ketiganya yakni Ketua Pengadaan Barang PD RPH,  Sunaryo dan Pimpinan Proyek Pembangunan IPAL di PD RPH Surabaya, Lutfi Rachmad serta Agus Suhermanto selaku pemenang tender. (lia)

Apakabar.co.id (Surabaya) – Operasi Tumpas Narkoba telah digelar sejak 13 April hingga 24 April 2018. Jajaran Polrestabes Surabaya melalui Satresnarkoba dan Unit Reskrim Polsek jajaran menangkap 589 tersangka. Ratusan tersangka tersebut diringkuas dari 489 kasus, baik kasus narkoba maupun miras.

Ratusan tersangka tersebut dibeber di halaman Mapolrestabes Surabaya, Kamis (26/4) sore. Dari ratusan tersangka, 545 orang berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan sisanya, yaitu 44 orang adalah perempuan. Sementara dari 488 kasus yang diungkap, 110 kasus diantaranya merupakan kasus narkoba. Sedangkan 378 kasus lainnya adalah kasus miras.

"Untuk narkoba, kami amankan sejumlah barang bukti berbagai jenis. Antara lain sabu, ekstasi, tembakau gorilla. Serta jutaan obat keras berbahaya jenis pil double L," ungkap Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Roni Faisal Saiful Faton.

Secara detail, barang bukti yang disita yaitu sabu seberat 507,92 gram, ekstasi 3 butir, tembakau gorilla seberat 48,98 gram dan pil double L sebanyak 3.500.164 butir. Sedangkan miras yang disita dan sudah dimusnahkan sebanyak 21.000 botol.

Selain itu, barang bukti terkait kasus tersebut juga diamankan. Yaitu plastik dan alat hisap 53 buah, HP 38 unit, motor sebanyak 7 unit, timbangan elektrik 10 buah serta uang tunai Rp 66 Juta.

“Barang bukti tersebut diamankan dari para tersangka yang memiliki berbagai peran. Mulai dari bandar, pengedar dan pemakai. Bergitu pula dengan tersangka miras, terdiri dari pengguna, penjual hingga pengoplos,” terang Alumnus AKPOL tahun 2000 ini.

Sedangkan hasil pemeriksaan,menurut Roni memang rata-rata para tersangka kasus narkoba ini merupakan jaringan bandar yang saat ini menjalani hukuman di beberapa lapas. “Untuk itu kami tidak akan berhenti dan terus kembangkan," jelasnya.

Lanjut perwira dua melati dipundak tersebut, keberhasilan operasi tumpas narkoba ini berkat kerja sama yang baik tim operasional di lapangan bersama masyarakat yang berperan sera membantu kepolisian menumpas peredaran narkoba dan miras. Bahkan, dengan berakhirnya operasi ini menunjukan angka positif juga menumbuhkan kembali kepercyaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Surabaya jangan segan untuk melaporkan kepada pihak berwajib. “Apabila melihat atau mengetahui secara langsung adanya peredaran narkoba dan miras, laporkan,” tegasnya. (lia)

Apakabar.co.id (Surabaya) - Kepolisian Resort Kota Surabaya menabuh genderang perang pemberantasan peredaran minuman keras. Salah satu buktinya adalah melakukan pemusnahan barang bukti miras oplosan sebanyak 21 ribu botol di halaman Mapolrestabes Surabaya.

Barang bukti miras oplosan tersebut merupakan hasil tangkapan yang dilakukan petugas kepolisian selama 10 hari belakangan. Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya menerangkan, banyaknya korban meninggal dunia gara-gara miras oplosan menjadi perhatian serius pejabat Polri

“Pemberantasan miras ilegal dan oplosan ini perintah pimpinan. Hari ini kami pun melakukan pemusnahan sebanyak 21 ribu botol miras,” ujarnya, Rabu (25/4).

Proses pemusnahan barang bukti miras dilakukan dengan cara dilindas menggunakan alat berat perata jalan aspal yang didatangkan dari Pemkot Surabaya. Lanjut Kapolrestabes, awal penyebab dari peredaran miras oplosan dan ilegal di wilayahnya belakangan ini dikarenakan barang haram tersebut mudah dibuat juga bahan yang digunakan mudah diperoleh dari toko kimia yang ada di kota Surabaya.

“Hasil wawancara saya dengan peracik miras yang telah berhasil kami amankan ternyata cara membuat miras sangat mudah, hanya membutuhkan alkohol kadar 95 persen dicampur air sudah bisa dijual juga dikonsumsi,” ungkap perwira tiga melati dipundak.

Sementara itu, miras oplosan yang disebut oleh Kapolrestabes Surabaya akhir-akhir ini telah menelan 10 korban meninggal dunia. “Dibuat dengan cara mencampur miras ilegal dengan beberapa obat-obatan yang ada dipasaran. Seperti, obat sakit kepala, lotion anti nyamuk, obat anti mabuk dan sirup obat batuk,” jelasnya.

Lantas kemudian,awalnya ingin miras yang dioplos ini punya rasa dan efek berbeda dari miras biasa. Namun,akibatnya yang mengkonsumsi seketika bisa meninggal dunia, sejam atau keesokan harinya.

“Dampak luar biasa yang ditimbulkan dari peredaran miras oplosan dan ilegal ini luar biasa, maka kami selaku Kapolrestabes Surabaya mengajak seluruh masyarakat dan segenap pimpinan daerah bersama-sama menumbuhkan daya tangkal terhadap pengaruh miras,” tuturnya.

Sebagai bukti tekat bersama pemberantasan miras, diawali dengan penandatanganan deklarasi anti miras oleh para tokoh masyarakat tiap kecamatan se Kota Surabaya disaksikan Kapolrestabes Surabaya dan Danrem 084 Baskara Jaya Surabaya Kolonel Kav M Zulkifli.

Dalam hal ini pun, Kapolrestabes sempat memberikan peringatan keras kepada cafe-cafe yang masih menjual miras ilegal akan berhadapan dengan petugas kepolisian, termasuk toko-toko kimia yang memberi kemudahan menjual bahan pembuatan miras kepada masyarakat.

“Tentu saja Balai POM punya aturan sendiri, Disperindag juga punya aturan sendiri soal ini dan kita akan koordinasi bagaimana penanganan terhadap toko-toko kimia ini,” tukasnya. (lia)

Apakabar.co.id (Surabaya) - Tim Abandit Polrestabes Surabaya bersama Unit Reskrim Polsek Tegalsari berhasil menggulung sindikat peredaran Pil Double L di Kota Surabaya beromset sekitar 208 Miliar serta berhasil mengamankan sebanyak 46 Dus berjumlah 800 Butir Pil Double L dengan total 4.600.800 Butir dari 6 tersangka.masing-masing tersangka berinisial EN, TF, AL, ES, ST dan TD.

Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya menerangkan, sindikat pengedar pil koplo ini telah beroperasi selama empat tahun beromset sekitar Rp 208 miliar dari hasil penjualan pil koplo. Lantas kemudian perwira tiga melati dipundak memaparkan struktur jaringan peredaran pil koplo kepada awak media. Mulai dari awal penangkapan hingga berhasil membongkar jaringan yang ada di dalamnya.

Keberhasilan ungkap sindikat peredaran pil koplo di halaman Mapolrestabes Surabaya dihadiri oleh Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen Pol Bambang Budi Santoso didampingi Kepala BNNK Kota Surabaya AKBP Suparti, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Kepala BPPOM Surabaya, Sapari.

Selain itu juga Tri Rismaharini Walikota Surabaya menuturkan, ia sebagai Walikota Surabaya apresiasi atas keberhasilan Kepolisian Resort Kota Surabaya mengungkap jaringan pil duble L, karena efek yang dialami pemakai sama seperti narkoba kami pun sampaikan sekali narkoba bagaikan perang senjata kimia.

“Pil ini dapat membunuh secara pelan-pelan serta dapat merusak generasi muda dan tidak ada gunanya menggunakan atau konsumsi ini. Memang setiap manusia memiliki keterbatasan dan jangan kemudian kita ingin melampaui keterbatasan itu kita gunakan alasan-alasan untuk coba-coba mengkonsumsi obata-obatan terlarang,” pungkas Walikota Surabaya. (lia)

Apakabar.co.id (Surabaya) - Masih adanya masyarakat tidak mampu berobat di Kota Surabaya ini pun belum tersentuh oleh Pemerintah Kota Surabaya. Seorang bayi bernama Elvina pun harus menahan derita sakit karena perutnya semakin menggembung atau membesar layaknya orang hamil.

Perut gadis kecil itu semakin lama semakin membesar seiring derita yang semakin bertambah. Bahkan secara medis usianya juga ditentukan hanya bisa bertahan 2 bulan saja.

Hal ini pun disampaikan Dwi Santoso Ketua IKL (Info Lalu Lintas dan Kriminal) Korwil Sidoarjo didampingi Wakil Ketua Andika Aji. “Kami bersama komunitas IKL memberikan sedikit bantuan yang sekiranya dapat bermanfaat demi kesembuhan Elvina,” ujarnya

"Semoga dengan sedikit bantuan dari IKL, kami berharap ada banyak lagi uluran tangan para dermawan yang sekiranya dapat meringankan beban keluarga dan kesembuhan adek Elvina." paparnya.

Dwi juga berharap kedua orang tua Elvina bernama Krisna Yudi dan Ririn Elvina warga Dukuh Tlogo Tanjung RT 05 RW 03 Kelurahan Bangkingan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya selalu diberi kekuatan lahir batin serta ketabahan.

Krisna Yudi, ayah gadis malang tersebut mengaku miris atas sakit diderita Elvina anak kesayangan tanpa adanya perhatian serius dari Pemerintah Kota Surabaya. Namun ia mengucapkan terima kasih kepada komunitas IKL yang telah berkenan memberikan uluran tangannya demi kesembuhan anaknya,” jelasnya.

Ia bersama istri seringkali merasa kebingungan untuk membelikan susu mau pupun popok bayi. Apa lagi belum ada bantuan dari pemerintah untuk mengobati dan memeriksa anaknya di rumah sakit.

"Kami hanyalah pekerja biasa dengan gaji pas-pasan hanya cukup untuk menyambung kebutuhan hidup keluarga saja. Selain itu juga kami berharap ada banyak uluran tangan dari para dermawan mau pun Pemerintah yang dapat membantu kesembuhan Elvina anak kesayangan,” pungkasnya sambil menitiskan air mata kepada apakabar.co.id

Dengan adanya kejadian yang dialami Elvina, diharapkan adanya uluran tangan dan bantuan dari dermawan mau pun pemerintah untuk dapat membantu kesembuhannya. (lia)