Redaksi

Redaksi

Curabitur ultrices commodo magna, ac semper risus molestie vestibulum. Aenean commodo nibh non dui adipiscing rhoncus.

 

Apakabar.co.id (Lamongan)-Kerja keras anggota Polres Lamongan dalam memberikan pengabdian juga pelayanan kepada masayarakat serta menjaga keamanan dan kenyamanan menuai hasil positif. Hal ini tentu saja mendapat respon dari Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung.

Pada apel upacara di halaman Mapolres Lamongan, kapolres memberikan rewards bagi anggota berprestasi. "Kami berterima kasih dan bangga atas pengabdian, pelayanan serta keberhasilan ungkap peredaran narkoba yang dilakukan anggota Polres Lamongan," ungkap kapolres.

"Selain memimpin apel upacara, kami juga memberikan penghargaan kepada Bripka Purnomo anggota Polsek Babat, Polres Lamongan peduli kepada masyarakat dengan melakukan bedah rumah janda miskin sebanyak 5 rumah dan Bripka Hadi S.Pd anggota Bagren Polres Lamongan telah melaksanakan tugas secara profesional, loyalitas dan dedikasi tinggi," tutur kapolres usai upacara.

"Bahkan, kami pun bangga akan kinerja dari Aiptu Nur Ali Ps (pejabat sementara) Kanit Idik II Satresnarkoba Polres Lamongan beserta 8 anggotanya masing-masing Bripka Tatang H, Bripma Rico Wiliam, Bripka Febri Wahyu, Brigadir Dwi Hendra, Brigadir Imam Sarodjo, Bripda Rama Putra, Bripda Ersa Aprilia, Bripda Nirachma Wahyu telah berhasil mengungkap kasus narkoba jenis sabu di 3 TKP berbeda dengan total berat sabu 10,93 gram, pil double L 120 ribu butir juga pil carnopen 19500 butir," bebernya.

"Kami sampaikan kepada anggota yang mendapat rewards agar terus meningkat prestasinya demi menjaga rasa aman juga nyaman bagi masyarakat Lamongan, dan bagi anggota yang belum mendapatkan rewards untuk terus memacu kinerja serta jangan pernah merasa berkecil hati," pungkas perwira dua melati di pundak. (wie/lia)

Apakabar.co.id (Mojokerto) - Satresnarkoba Polres Mojokerto berhasil menangkap pengedar sabu-sabu biasa beroperasi di wilayah Desa Seduri Mojosari, Mojokerto. Bahkan, anggota Satres Narkoba berhasil amanakan dua orang sekaligus diringkus di sebuah warung tepatnya di Desa Seduri Mojosari.

Masing-masing pelaku berinisial MAU dan AR. Keduanya merupakan warga Desa Seduri, Mojosari dan mereka tidak mengira kalau gerak-geriknya peredaran barang haramnya telah dipantau sejak lama.

Saat diamankan oleh polisi di dalam warung, kedua pelaku tidak mengelak dan mengakui bila barang sabu-sabu seberat 0.32 gram yang ditemukan di lokasi kejadian merupakan barang miliknya.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata menuturkan, narkoba saat ini sudah menjadi musuh nomer satu di jajaran kepolisian. Hal itu mengingat kasus narkoba merupakan kasus terbanyak dan meningkat pesat yang terjadi akhir akhir ini.

“Kami beserta seluruh Jajaran Polres Mojokerto terus menabuh genderang perang terhadap ancaman peredaran narkoba,” tegas perwira dua melati di pundak itu.

Mantan Kapolres Batu tersebut menambahkan, kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba tidak bisa sendirian. Pasalnya, sekarang peredaran narkoba sudah masuk kesemua lini, dari perkotaan hingga ke desa-desa.

Dan menyikapi maraknya peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan, ia juga berharap peran serta masyarakat. “Apabila mengetahui ada peredaran narkoba di wilayah Mojokerto, segera laporkan dan kami tindak lanjuti,” imbaunya.

Tertangkapnya dua terduga pelaku pengedar barang haram tersebut, keduanya kini harus mendekam di sel Polres Mojokerto. Akibat perbuatan yang dilakukan oleh kedua orang pelaku tersebut dalam mengedarkan barang haram berupa sabu-sabu dijerat dengan pasal 114 ayat (1) subs 112 ayat (1) UU RI No 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. (wie/lia)

Apakabar.co.id (Mojokerto) - Seorang bayi berjenis kelami laki-laki berusia sekitar lima hari ditemukan oleh warga. Dalam kejadian penemuan bayi tersebut awalnya ditemukan H Karnadi orang pertama melihat serta menemukan bayi langsung melapor ke pihak berwajib.

H Karnadi menuturkan, awalnya ia akan melaksanakan sholat dhuhur membuka pintu masjid dalam posisi tertutup. Saat membuka pintu ia melihat ada seorang bayi laki laki berada di tempat imam masjid dalam posisi tidur terlentang terbungkus kain jarik batik warna coklat.

Lantas kemudian, ia menggendong bayi tersebut untuk dibawa ke rumah Kepala Dusun Ketangi. Bersama kepala Dusun Ketangi diajak melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Dlanggu.

Kapolsek Dlanggu, AKP Airlangga menjelaskan, usai menerima laporan masyarat pihaknya langsung mendatangi TKP bersama anggotanya guna mengumpulkan keterangan saksi sebanyak mungkin di TKP.

Informasi tambahan dari seorang saksi lain pun diperoleh. Sekiranya pukul 11.00 WIB saksi melihat ada dua orang laki laki bersama perempuan berboncengan mengendarai sepeda motor masuk ke masjid dan tidak lama kemudian keluar meninggalkan masjid.

Kejadian tersebut langsung ia laporkan kepada Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata dan beliau langsung memerintahkan jajarannya cepat memburu pelaku dengan berbekal informasi dari para saksi.

“Hasilnya Kurang dari 1×24 jam orang tua bayi tak berdosa ini berhasil di amankan oleh jajaran Satreskrim Polres Mojokerto,” ujar Kapolsek.

Keberhasilan ungkap perkara ini langsung mendapat apresiasi Kapolres Mojokerto dengan gelar rilis kepada sejumlah awak media. Kapolres Mojokerto AKBP Leonard Siamarmata membeberkan hasil ungkap penyelidikan hingga ditangkapnya pelaku pembuang bayi tak berdosa tersebut.

Pelaku yang berhasil diamankan adalah sepasang muda mudi berinisial BA laki laki 22 tahun warga Desa Umbulsari RT 01 RW 02 Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember. Bertempat tinggal di Perum Jabon Estate No P16 Mojokerto.

Berikutnya,satu pelaku berinisial BA perempuan 22 tahun warga Dusun Pondok Waluh RT/RW 02/15 Desa Kencong Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Saat ini bertempat tinggal di Asrama kampus STIKES-POLTEKES Majapahit.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP M S Feri menambahkan, atas perbuatannya pelaku terbukti melanggar pasal 76 B UU RI No 35 tahun 2014 dan 77 B UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dalam pasalnya berbunyi, Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan penelantaran anak. “Saat ini pelaku berhasil kita amankan di mako Polres Mojokerto dan terancam hukuman 5 tahun penjara,” pungkas Kasat Reskrim. (wie/lia)

Apakabar.co.id (Surabaya) - Membuka awal tahun 2018 Polrestabes Surabaya melakukan penyegaran pejabat utama di jajarannya. Sesuai Telegram rahasia (TR) nomor: ST/2740/XII/2017/RO SDM tanggal 30 Desember 2017, ada beberapa pejabat diangkat menduduki jabatan baru.

Dalam upacara serah terima jabatan dipimpin langsung Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan,diantaranya yang dilakukan mutasi jabatan adalah Kasat Reskrim, Kasat Binmas dan Kapolsek Sawahan di Gedung Bhara Daksa, Sabtu (13/1).

Bahkan,jabatan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya Sebelumnya dijabat oleh AKBP Leonard Sinambela, kini di ganti AKBP Sudamiran sebelumnya menjabat Kasubdit III/Tipid Korupsi Ditreskrimsus Polda Jatim.  AKBP Leonard Sinambela diangkat jabatan baru sebagai Analis Kebijakan Muda Bidang PID Bidhumas Polda Jatim.

Berikutnya AKBP Minarti Kasat Binmas Polrestabes Surabaya menjabat sebagai Kasubditkilas Ditpamobvit Polda Jatim. Posisinya digantikan Kompol Sri Andriyani yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagpers Polrestabes Surabaya.

Sementara itu Kompol Yulianto Kapolsek Sawahan kini menjabat sebagai Kasiaga B Bagdalops Roops Polda Jatim digantikan Kompol Kompol Dwi Eko Budi Sulistiyono yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit V Subdit I Ditintelkam Polda Jatim. Kompol M Rasyad Kapolsek Wiyung bergeser sebagai Bagops Polres Sampang digantikan Kompol Kusminto Kapolsek Candi.

AKP Sugimin Kanit Reskrim Polsek Wiyung menjabat sebagai Kasubbag Binops Polres Bangkalan.

Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya menerangkan, sertijab jangan dianggap sebagai hal acara yang biasa, akan tetapi sebagai sesuatu upaya institusi untuk meningkatkan produktifitas dan kinerja kesatuannya.

Perwira tiga melati di pundak itu berpesan jadilah Bhayangkara yang disiplin, tanggung jawab, jujur dan jangan lupa senantiasa berdoa kepada Allah swt agar kita senantiasa diberi kemudahan dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat,nusa bangsa dan negara. (wie/lia)

Apakabar.co.id (Surabaya) – Di jam terakhir pendaftaran Pilgub Jatim di kantor KPU, Rabu (10/1) malam, pasangan kedua akhirnya mendaftarkan diri dalam pesta demokrasi yang akan dihelat 27 Juni mendatang. Adalah Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul bersama Puti Guntur Soekarno yang akhirnya menjadi penantang Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak yang tyelah mendaftar lebih dulu.

Gus Ipul dan Puti datang ke KPU sekitar pukul 21.30 WIB langsung diiringi oleh kesenian reog dan sholawat nabi dengan didampingi partai politik pendukungnya. “Tepat pukul 21.30 WIB berkas dari pasangan GI - Puti saya terima, Kemudian berkas tersebut akan diteliti oleh tim yang disiapkan oleh pihak KPU Jatim,” ujar Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito.

Komisoner Divisi Teknis KPU Jatim, Muhammad Arbayanto saat membuka proses pendaftaran dan pemeriksaan berkas Bacalon menyatakan bahwa hari ini Rabu, 10 Januari 2018 merupakan jadwal pendaftaran bagi Bacalon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018. Hal ini sudah sudah sesuai dengan aturan ada di PKPU Nomor 1 tentang Tahapan Program dan Jadwal Pilgub Jatim 2018. “Kami sampaikan pada paslon terkait prosedur pencalonan, termasuk berkas yang harus dikumpulkan oleh Bacalon,” ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil Arba ini menerangkan, dalam aturan persyaratan pencalonan maupun persyaratan calon diatur dalam PKPU Nomor 15 Tahun 2017, didalamnya menerangkan bahwa Bacalon wajib hadir dalam pendaftaran serta menetapkan jumlah suara sah DPRD Jatim atau jumlah alokasi kursi di DPRD Jatim dan parpol atau gabungan parpol dapat mengusung Bacalon apabila dihadiri ketua dan sekretaris parpol.

Dalam Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota, syarat pertama bagi partai yang ingin mengusung calon gubernur sendiri adalah harus memiliki jumlah perolehan kursi di DPRD di daerah pilkada sebanyak 20 persen. Atau parpol punya 25 persen dari akumulasi suara sah dalam pemilihan legislatif terakhir. Adapun total kursi di DPRD Jatim sebanyak 100 kursi. 100 kursi itu dibagi untuk 10 parpol.

Ketua Pimpinan rombongan GI - Puti, Abdul Halim Iskandar mengatakan, pasangan GI - Puti didukung gabungan empat partai politik dengan total 58 kursi, yakni PKB (20 kursi), PDI Perjuangan (19 kursi), PKS (6 kursi) serta Partai Gerindra (13 kursi). “Insya Allah, semua Pimpinan Parpol mulai Ketua dan Sekertaris hadir lengkap mengantarkan pasangan GI - Puti ke KPU Jatim," tegas Halim yang juga selaku Ketua DPW PKB Jatim.

Dalam orasinya, Gus Ipul menjelaskan jika dirinya adalah agen lanjutan. Sedangkan Puti sebagai pembawa perubahan. “Kami akan mengusung perubahan berkelanjutan untuk Jatim yang makmur, seperti menyelesaikan permasalahan ekonomi, melakukan penanggulangan kemiskinan di Jatim, menangani masalah nilai tukar petani yang belum meningkat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.

“Saya siap melaksanakan tugas, karena saya adalah petugas partai. Saya siap bertarung. Semoga ini menjadi barokah dan semoga ke depan apa yang kita inginkan bersama, kemenangan kami, dapat tercapai,” kata Gus Ipul.

Puti Guntur menambahkan, dalam kampanye dan visi misinya, dirinya akan menitikberatkan pada permasalahan pendidikan dan kebudayaan yang menurutnya sangat penting bagi Jatim untuk membentuk karakter suatu bangsa. (maa)

Apakabar.co.id (Surabaya) – Pendaftaran Pilgub Jatim telah dibuka KPU Jatim sejak Senin (8/1). Di ahri terakhir Rabu (10/1) ini, pasangan bakal calon Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistanto Dardak menjadi yang pertama mendaftarkan diri di KPU Jatim.

Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito menyatakan, persyaratan dukungan untuk pasangan Khofifah-Emil telah memenuhi syarat dari partai politik yang ada di DPRD Jatim. Hal itu dinyatakannya setelah diteliti oleh tim dari KPU Jatimbahwa ada lima parpol yang duduk di DPRD Jatim memberikan dukungan

Dimana dukungan datang dari Demokrat 13 kursi, Golkar 11 kursi, Nasdem 4 kursi, Hanura 2 kursi, dan PAN 7 kursi. "Parpol tersebut langsung dihadiri oleh Ketua dan Sekretarisnya masing di KPU Jatim," ujarnya.

Ia juga menyampaikan, persyaratan pencalonan untuk partai politik atau gabungan partai politik pada pasangan Khofifah - Emil ini sesuai Peraturan KPU, Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Persentase dukungan suara sah bakal pasangan calon partai politik atau gabungan partai politik adalah sebesar 25 persen.

Khofifah mengatakan, Pilkada bukan sekedar suksesi kepemimpinan namun juga ajang pendidikan politik bagi rakyat. Oleh karena ia berharap Pilkada di Jawa Timur bisa berjalan aman dan demokratis sehingga mampu menghasilkan pemimpin yang benar-benar berkualitas dan berintegritas.

Ia menginginkan, pilkada serentak yang juga dilaksanakan di Jawa Timur bisa diikuti oleh seluruh warga Jatim. Tidak ada satupun warga negara yang terciderai hak konstitusionalnya. "Besar harapan kami proses demokrasi di Jawa Timur bisa berjalan dengan baik dan aman tanpa dinodai oleh aksi maupun tindakan tercela lainnya yang dapat merusak esensi demokrasi itu sendiri," tutur Khofifah.

Pihaknya juga mengucapkan, terima kasih kepada para pendukungnya yang telah mengantar pendaftaran pilgub Jatim 2018 di KPU. Begitu juga Parpol Pendukung yang telah hadir. "Tentu saja dukungan ini menjadikan saya dan Mas Emil semakin optimistis bisa memenangkan kontestasi politik lima tahunan ini. Insya Allah," ungkapnya.

Sementara itu, Emil Dardak dalam orasinya mengaku yakin jika duet dirinya bersama Khofifah Indar Parawansa mampu membawa perubahan dan kesejahteraan bagi masyarakat Jawa Timur. "Insya Allah kami mampu dan sanggup melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Jawa Timur," imbuh Bupati Trenggalek non aktif tersebut. (maa)

Apakabar.co.id (Surabaya) – Upaya memerangi calo atau makelar pengurusan SIM (Surat Izin Mengemudi) di Satpas Colombo Polrestabes Surabaya di Jalan Ikan Kerapu kini semakin ditingkatkan. Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia menegaskan, pembersihan keberadaan calo yang biasa berkeliaran di sepanjang Jalan Ikan Kerapu dilakukan dengan menutup ruang gerak yang akan masuk ke dalam area Satpas Colombo.

“Kami berusaha semaksimal memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang mengurus sim baru mau pun perpanjangan. Pelayanan prima Satpas Colombo kepada masyarakat adalah menutup akses masuknya calo ke dalam,” jelas jelas AKBP Pandia.

Penutupan akses masuk itu, lanjut dia, di mulai dari masuk kantor melakukan proses pendaftaran awal, foto, ujian teori, ujian praktek serta pembayaran ke Bank BRI. Anggota pun diperintahkannya untuk benar-benar memastikan pemohon SIM yang diizinkan masuk lokasi.

Pembersihan itu, kata dia, bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan serta memberi ketersedian ruangan yang cukup guna menampung jumlah peserta ujian SIM. “Jumlah pemohon tidak sedikit semenjak diberlakukan SIM baru secara online untuk wilayah Jatim dan Jateng atau perpanjangan tidak berdasarkan domisili sebanyak 75 satpas tersebar di wilayah kota besar Indonesia,” paparnya.

AKP Sigit Kanit Regident menambahkan, pihaknya telah mengumpulkan semua ponsel anggota Satlantas Polrestabes Surabaya yang bertugas di Satpas Colombo agar anggota tidak terlena oleh hiburan medsos. Hal itu merupakan langkah antisipasi sejak dini, sehingga dapat melayani secara maksimal peserta ujian SIM.

“Anggota sudah kami tegaskan agar memperketat penjagaan guna mempersempit ruang gerak calo-calo yang ingin mencari korban dengan modus iming-iming atau janji manis,” tukasnya. (wie/lia)

Apakabar.co.id (Surabaya) – Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas I Surabaya pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim kini siap digunakan. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung memastikan rutan tersebut sudah resmi berizin dan siap digunakan sebagai tahanan koruptor atau tersangka korupsi.

“Cabang Rutan Negara Kelas I Surabaya pada Kejati Jatim ini sudah bisa digunakan. Ini sudah sesuai perintah pimpinan (Kepala Kejati Jatim). Tunggu saja, dalam waktu dekat ini akan ada penahanan tersangka kasus korupsi,” kata Richard Marpaung, Rabu (10/1).

Saat ini, pihaknya masih menunggu penyidik Pidana Khusus (Pidsus) yang berkerja keras menuntaskan penyidikan kasus korupsi, dan menahan tersangkanya. “Intinya saat ini penyidik Pidsus sedang mendalami perkara korupsi yang sebentar lagi bakal ada tersangkanya,” ungkapnya.

Disinggung terkait penyidikan korupsi apakah itu, mantan Kasi Pidum Kejari Belitung ini tetap bungkam. Namun dirinya memberikan sedikit informasi bahwa kasus itu terkait permasalahan aset. “Terkait aset lah. Lebih jelasnya nanti saat penahanan tersangka, pasti akan saya jelaskan informasi kasus ini,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, hampir 4 tahun sudah rutan sementara milik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim tidak dipergunakan. Namun di masa kepemimpinan Kajati Jatim, Maruli Hutagalung, rutan yang berada di sebelah gedung utama Kejati Jatim ini bakal difungsikan sesuai peruntukannya, yakni bakal dihuni tersangka kasus tindak pidana korupsi (tipikor).

Ruang tahanan di Rutan Kejati Jatim ini memiliki 4 kamar dengan ukuran yang cukup besar. Selain itu, di dalamnya dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi dan lemari. Tak hanya di dalam kamar tahanan, 6 kamar mandi juga terdapat di baigian luar kamar dan disertai dengan tempat untuk wudhu. Setiap kamar tahanan mampu menampung 20 orang tahanan.  (maa)

Apakabar.co.id (Surabaya) – Pengamanan pelaksanaan Pilkada serentak di Jawa Timur tidak hanya obyek vital seperti kantor KPU hingga TPS (tempat pemungutan suara) saat pencoblosan pada tanggal 27 Juni mendatang. Polda Jatim juga telah menyiapkan 900 pengawal pribadi (walpri) untuk mengawal (pasangan calon) yang bakal menjadi peserta Pilkada.

“Sejak Saelasa (9/1) kemarin, kami sudah mulai melakukan tes pada 1.256 anggota di seluruh jajaran Polda Jatim. Mereka menjalani serangkaian tes untuk walpri dalam persiapan Pilkada Serentak yang dilakukan 18 Kota/Kabupaten dan Pilgub Jatim,” jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Rabu (10/1).

Dari 1.256 anggota polisi yang mengikuti tes yang dipilih untuk mendampingi Paslon di 18 Kota/Kabupaten dan Pilgub Jatim sebanyak 900 anggota. Ia menjelaskan, serangkaian tes yang dijalani di antaranya, tes tulis, kesamaptaan, kepribadian dan kesehatan.

Dalam tes kemarin, kata dia, anggota sudah melakukan tes kesehatan di RS Bhayangkara Polda Jatim. "Anggota yang mengikuti tes dari Sabhara, Intelkam dan Satbrimobda," kata Kombes Barung.

Dikatakan, khusus untuk Pilgub Jatim jumlah Walpri yang dipersiapkan sebanyak 60 orang. Dari Satbrimobda sebanyak 20 anggota, Intelkam 20 anggota dan Sabhara 20 anggota. "Masing-masing Paslon 2 Walpri. Begitu pula KPU dan Bawaslu juga disediakan Walpri masing-masing 2 anggota," terangnya.

Sementara Pilkada di 18 kota/kabupaten juga diberlakukan sama, yakni masing-masing paslon dua orang dan pejabat terkait juga dua orang. "Untuk di daerah, anggota yang mendampingi dari polres masing-masing," ujarnya.

Dari 900 anggota yang terpilih untuk mengawal paslon, mereka akan dididik selama tiga hari di tiga di Pusdik Gasum, Pusdik Brimob dan SPN Bangsal. “Di kawasan candradimuka itu mereka ditempa pendidikan. Mulai dari kesigapan dan kepribadian,” jelasnya.

Selain Pilgub Jatim, adapun 18 kab/kota yang menggelar Pilkada di Jawa Timur, yakni Lumajang, Bondowoso, Probolinggo, Kota Probolinggo, Pasuruan, Malang, Nganjuk, Jombang, Kota Kediri, Kota Madiun, Madiun, Magetan, Tulungagung, Mojokerto, Bojonegoro, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. (maa)

Apakabar.co.id (Surabaya) – Mengantisipasi dan meminimalisasi terjadinya money politic atau politik uang saat Pilkada serentak 2018 ini, Polda Jatim telah membentuk Tim Satgas Money Politic. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menegaskan, tim saat ini sudah mulai jalan mengawasi proses pesta demokrasi yang kini mulai memasuki tahap pendaftaran pasangan bakal calon.

“Satgas money politic (politik uang) ini sudah jalan. Terkait hal ini, Polda Jatim menindaklanjuti perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk melakukan pembetukan tim money politic Pilkada 2018 maupun pemilihan Bupati/Walikota,” kata Barung, Rabu (10/1).

Ia menjelaskan, tim tersebut juga melekat dengan tim dari kejaksaan. Selain itu, tim juga melibatkan Tim Cyber Troops atau pasukan siber milik Polda Jatim yang memantau informasi via media sosial di dunia maya.

Barung menambahkan, dalam hal pengawasan tersebut tim tetap berkoodinasi pula dengan Bawaslu Jatim serta Panwaslu kab/kota. “Banyak tugas yang diemban oleh satgas ini, di antaranya pantau kalau kalau ada serangan fajar di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur maupun Bupai termasuk Walikota,” bebernya.

Tim Satgas, lanjut dia, juga gerilya di wilayah krusial termasuk jelang masa pemilihan atau pencoblosan. Tim anti politik uang tersebut diharapkannya mampu menciptakan Pilkada di Jawa Timur yang bersih sekaligus transparan. “Yang jelas semua mulai dari tahap awal hingga pasca Pilkada tetap diawasi,” tukasnya. (maa)