Mengenaskan Sekaligus Musproh, Bangunan Penahan Tebing Jalan Pacet-Cangar Ambrol

23 Nov 2017
193 times
Ambrolnya bangunan penahan tebing (turap/pasangan batu) di sepanjang ruas jalan Pacet – Cangar Ambrolnya bangunan penahan tebing (turap/pasangan batu) di sepanjang ruas jalan Pacet – Cangar Foto : Mahendra

Diduga Miliaran Rupiah Ludes, Kepala Dinas PU Binamarga Provinsi Jatim Harus Tegasi    

Surabaya (Apakabar.co.id) – Mengenaskan nasib hasil pekerjaan yang diselenggarakan oleh Dinas PU Binamarga Provinsi Jawa Timur di Link 160 (Pacet – Cangar). Diperkirakan, miliaran rupiah musproh bersama dengan ambrolnya bangunan penahan tebing (turap/pasangan batu) di sepanjang ruas jalan tersebut.

Penelusuran Apakabar dilokasi pekerjaan, setidaknya terdapat beberapa titik lokasi bangunan turap yang sudah hancur, Minggu (19/11/2017) Pukul 15.00 WIB. Dapat dilihat di sepanjang ruas jalan, dari arah Cangar jalan turunan yang sering disebut turunan/tanjakan gajah mungkur ke Desa Sendi, Pacet hingga ke arah jalan turunan/tanjakan menuju ke pertigaan Wisata Coban Waru dan Wisata Outbound & Rafting serta menuju ke Jembatan Utama Kali Kromong, bangunan penahan tebing yang amblas.

Memang dapat dilihat setidaknya terdapat empat titik lokasi yang mengalami kerusakan parah, namun jika dicermati sepanjang bangunan dinding turap (pasangan batu) yang berfungsi sebagai penahan tebing itu, sudah bangayk mengalami keretakan disetiap bagian ruas bangunannya. Jelas, dengan adanya keretakan tersebut, akan berpotensi terjadinya ambrol susulan.

Menurut warga desa Sendi, bangunan yang baru selesai dikerjakan sekitar dua bulan lalu itu, tiba-tiba ambrol ketika hujan deras beberapa hari ini. “Nggeh, mas... niku bangunan ne ambrol kabeh, pas udhan dheres pirang-pirang dinten niki (Iya, mas.. Itu bangunannya ambrol semua, ketika turun hujan deras beberapa hari ini),” ujar warga kepada Apakabar, Minggu (19/11).

Warga desa lainnya menyesalkan ambrolnya bangunan penahan tebing tersebut. “Lha iya, belum ada setahun atau puluhan tahun, baru sekitar dua bulanan selesai dikerjakan, lha kok bangunannya ambrol. Wah, jangan-jangan dikorupsi, bahan materialnya,” celetuk salah satu warga yang lagi asyik nongkrong di warkop disepanjang jalan Cangar-Sendi-Pacet.

Sejak diketahui adanya rencana pembangunan pelebaran jalan oleh dinas PU Binamarga Provinsi Jatim, wartawan Apakabar.co.id telah melakukan penelusuran di sepanjang lokasi pekerjaan, yakni di ruas jalan jurusan Cangar-Pacet atau jalan Link 160. Hasil penelusuran Apakabar, sekitar Juli tahun ini, pekerjaan pembangunan jalan dan bangunan bagian jalan telah dimulai secara spot-spot atau bertahap tiap bagian oleh kontraktor pelaksana.

Dan, pada sebulan berikutnya pada Agustus tahun ini, sudah nampak wujud bangunan penahan tebing (turap) sepanjang kurang lebih 500 meter berupa pasangan batu setinggi rata-rata 2 meter dari permukaan jalan. Namun, dengan kenyataan sekarang ini, ambrolnya bangunan hanya karena hujan dengan intensitas tinggi, disinyalir bukan menjadi penyebab utama.

Diduga, tidak terdapatnya pondasi cor dengan slup tulangan besi pada bagian dasarnya. Selain itu, tiap ruas dinding pasangan batu (turap) juga tidak diperkuat oleh cor slup (vertikal) atau dengan slup cakar ayam.

Dugaan adanya pengurangan bahan PC dan material batu dan volume kedalaman galian untuk dasar pondasi bawah untuk dinding pasangan batu, bisa saja terjadi. Pasalnya, dengan terguyur hujan deras saja, bangunan yang nampak kokoh tersebut, baru seumur jagung sudah hancur.

Menurut warga setempat, sejak memasuki bulan Oktober, kawasan Pacet dan Cangar sudah turun hujan disertai angin. Memang, wilayah ini merupakan wilayah dengan intensitas hujan yang sangat tinggi dibulan-bulan mendekati akhir tahun ini. Apalagi, daerah ini merupakan daerah wilayah pegunungan dan hutan basah yang jelas mempunyai banyak sumber mata air dan counture tanah lunak.

Akan tetapi, dengan ambrolnya bangunan penahan tebing tersebut, bukan kondsisi alamnya yang disalahkan. Jelas, ketika diawal perencanaan pekerjaan ini, dinas PU Binamarga Provinsi Jatim telah melakukan kajian kondisi eksisting dan rona awal di lokasi dan wilayah yang akan diadakan pembangunan.

Dan bukan main-main lagi, jika dilihat mahalnya dana APBD Provinsi Jatim yang terserap untuk melakukan jasa membuat kajian dan dokumennya. Bahkan bukan hanya itu, untuk pelaksanaan pengerjaannya, dinas PU Binamarga Provinsi Jatim juga membayar mahal jasa konsultan pengawas walaupun dengan mekanisme lelang.

Pada tahun 2016 lalu, dinas PU Binamarga Provinsi Jatim menyelenggarakan pembangunan besar-besaran di ruas jalan jurusan Pacet, Kabupaten Mojokerto – Cangar, kota Batu sampai batas Kabupaten Malang. Dan pada tahun 2017 ini, dinas PU Binamarga Provinsi Jatim kembali melakukan pekerjaan besar di ruas jalan kawasan ini, yakni link 160.

Diketahui, bangunan penahan tebing (bangunan bagian jalan) yang ambrol dan hancur tersebut, dikerjakan oleh PT Linggar Jati sebagai kontraktor pelaksana. Item pekerjaan ini merupakan salah satu dari lelang paket pekerjaan yang dimenangkan PT Linggar Jati tahun 2017 ini.

Tahun 2017 ini, Dinas PU Binamarga Provinsi Jatim menyelenggarakan kegiatan pekerjaan kontruksi “Rekontruksi dan Pelebaran Jalan Batas Kota Batu (Jembatan Cangar II) – Pacet (Link 160)” dengan pagu anggaran dari APBD I Provinsi Jatim sebesar Rp. 14.352.000.000, atau Rp. 14,352 miliar. Pekerjaan ini dimenangkan oleh PT Linggar Jati dengan nilai kontrak pekerjaan sebesar Rp. 11.189.999.000, atau Rp. 11,189 miliar (lebih).

Sayangnya, hingga berita ini diunggah, terkait ambrolnya bangunan hasil pekerjaan PT Linggar Jati ini, kepala Dinas PU Binamarga Provinsi Jatim, Kabid Pembangunan dan Peningkatan Jalan, dan maupun PPKom 2017 belum bisa dikonfirmasi. Namun, saat Apakabar.co.id terakhir di lokasi pekerjaan, seorang pria yang mengaku pengawas tehnik dari PT Linggar Jati, meski tergagap dengan enteng menjawab ketika ditanya soal ambrolnya bangunan penahan tebing tersebut.

“Gampang pak, khan masih masa pemeliharaan pekerjaan, ya diperbaiki,” ucapnya tergagap sambil tergopoh-gopoh meninggalkan wartawan, Rabu (22/11).

Anehnya, hasil penelusuran Apakabar.co.id pada Selasa (21/11), bangunan masih dalam kondisi hancur berantakan. Namun, pada Rabu (22/11), salah satu titik bangunan penahan tebing yang ambrol tepat berada di jalan turunan/tanjakan tikungan tajam depan gapura masuk desa Sendi, sudah dalam kondisi berdiri.

Jika melihat salah satu kondisi bangunan penahan tebing yang sudah dibenahi tersebut, PT Linggar Jati sebagai kontraktor pelaksana tidak memperbaikinya secara intensif dan serius. Diduga, pembenahan yang dilakukan hanya terkesan hanya sekadar tambal sulam untuk menutupi “borok” pada hasil pekerjaannya. Kemungkinan, hal ini diamini oleh kepala Dinas PU Binamarga Provinsi Jatim beserta PPKom-nya. (Bersambung) (dra)

Rate this item
(0 votes)