Diduga Ada Kejanggalan, Pria Ini Meminta Tes Perangkat Desa Diulang

04 Jan 2018
90 times
Diduga Ada Kejanggalan, Pria Ini Meminta Tes Perangkat Desa Diulang Foto : Wahyudiono

 

Apakabar.co.id (Kendal) - Tes perangkat desa se Kabupaten Kendal Jateng yang dilakukan serentak 17 Desember 2017 lalu disinyalir terdapat kecurangan. Padahal Bupati Kendal, Mirna Annisa mendesak Inspektorat untuk menyetujui tes perangkat desa tersebut agar diulang, sebagaimana permintaan paguyuban kepala desa yang ada.

Seperti halnya Fahrudin, ia meminta agar tes perangkat desa yakni di Desa Kalibareng, Kec Patean, Kab Kendal agar diulang lagi. Alasannya, Fahrudin menduga ada kongkalikong antara oknum panitia So, BPD berinisial Ho, dan juga inisial Ho oknum perangkat desa dengan oknum Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP).

"Oknum panitia dan BPD pada saat tes sudah berada di ruang monitor. Hal ini terkesan LPMP yang memakai sitem Computer Assited Tes (CAT) sudah tidak steril," ujar Fahrudin.

"Selain itu, peserta yang ikut tes sebagai Sekretaris Desa Kalibareng hanya ada dua orang yakni saya dan Reinawati. Sebelumnya, Reinawati mengabdi sebagai staff di balai Desa Kalibareng. Masalahnya, sebelum hari H tes perangkat desa dilaksanakan, ada oknum panitia yang datang ke rumah saya. Dia meminta saya untuk mundur sebagai peserta, dengan iming-iming akan mendapat imbalan Rp. 20 juta, tetapi saya tolak," tuturnya.

Menurut Fahrudin, kisruh di Desa Kalibareng bukan hanya terjadi pada tes perangkat desa, tetapi juga terjadi saat pemilihan Kepala Desa Kalibareng yang dimenangkan oleh Suhartoyo.

"Suhartoyo yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Desa Kalibareng akhirnya memenangkan suara terbanyak sebagai kades, namun sempat didemo warga setempat. karena menurut saksi ketika itu, kades terpilih diduga melakukan suap kepada warga untuk memilihnya," beber Fahrudin.

"Masalah ini kemudian ditangani Polres Kendal dan warga minta untuk pemilihan kades diulang kembali. Sayangnya hingga kini masalah ini sepertinya lenyap begitu saja.Jika pelantikan terus dilakukan, maka saya akan menggugat melalui PTUN," serunya.

Terkait masalah ini, Camat Patean, Zanuar Fatoni belum memberikan tanggapannya, begitu pula dengan Bupati Kendal, Mirna. (ono)

Rate this item
(0 votes)