Tak Mampu Bayar Uang Sekolah Anak, Tukang Pijit Ini Didatangi Polisi

22 Jan 2018
46 times
Tak Mampu Bayar Uang Sekolah Anak, Tukang Pijit Ini Didatangi Polisi Foto : Wie

Apakabar.co.id (Lamongan) - Secara mengejutkan polisi berpangkat Bripka mendatangi sekolah SMA Muhammadiyah Babat Lamongan. Kontan saja, para guru jadi bertanya-tanya dengan maksud dan tujuan polisi tersebut.

Kedatangan polisi bernama lengkap Bripka Purnomo anggota unit lalu lintas Polsek Babat Polres Lamongan ke sekolah ini dibenarkan oleh guru SMA Muhammadiyah, dimana ada seorang siswi bernama Lailatul Fitriyah kelas Xll mempunyai tunggakan kekurangan pembayaran SPP sebagian tidak ditanggung oleh progan BSM selama 6 bulan dan beberapa paket buku LKS yang tidak bisa dia bayar.

Selain itu Fitriyah merupakan anak yatim, sejak kecil ia ditinggal oleh bapaknya dan sekarang menjalani hidup hanya bersama Ibu bernama Kesmiri berprofesi sebagai tukang pijit harus iklas menerima keadaannya saat ini.

Fitriyah sering memikirkan bagaimana cara membayar tagihan buku paket yang sebentar lagi mau lulus. Namun apa daya dia serta ibunya hanya bisa pasrah dan menyanggupi jika sudah punya uang. Beban mental yang dirasakan gadis ini sangat besar ketika seorang temannya bertanya, namun Fitriyah tetap sabar dan iklas menerima itu semua.

Bripka Purnomo anggota unit lalu lintas Polsek Babat merangkap Babhinkamtibmas menuturkan, "Awalnya saya banyak mendengar informasi dari kawan-kawan maupun rekan di luar bila masih ada anak yatim bersekolah di SMA Muhammadiyah, memiliki tunggakan pembayaran sekolah," akunya.

"Kami berinisiatif membantu meringankan beban Fitriyah dengan langsung mendatangi ke rumahnya beralamat di Jalan Roworejo Gg 5 RT 02, RW 05 Banaran, Kelurahan Babat dan melihat secara langsung keadaan rumah yang ketika itu Ibunya sedang memijit pelanggannya. Tanpa sadar saya menitiskan air mata seolah tak percaya denga apa yang saya lihat," papar Pur sapaan akrab Bripka Purnomo.

"Saya bertanya tentang kebenaran kabar bahwa putrinya yaitu Fitriyah mempunyai masalah pembayaran di sekolah. "Bu nopo leres Fitriyah Gadah tunggakan pembayaran buku dateng sekolahan?(Bu apa benar Fitriyah punya tunggakan pembayaran buku di sekolahnya?. Dan ibunya menjawab, enggih pak leres (iya pak benar)," tutur Pur menyampaikan pembicaraan dirinya dengan ibu kandung Fitriyah.

Dikatakan Pur, mendapat jawaban yang pasti dari Ibu Kesmiri orang tua Fitriyaah, tanpa berpikir panjang keesokan harinya ia langsung mendatangi SMA Muhammadiyah dan pihak sekolah dan menemui seorang guru dan bertanya tentang keberadaan Firtiyah serta keluh kesah Fitriyah.

Menurut Pur, sang guru tersebut kemudian bercerita keadaan sebenarnya tentang Fitriyah. "Tanpa berfikir panjang saya langsung meminta semua tagihan yang menjadi tunggakan Fitriyah, juga sekaligus memohon kebijakan dari pihak sekolah untuk berkenan membebaskan kekurangan biaya SPP. Akhirnya pihak sekolah menyetujui permintaan saya, namun untuk tunggakan buku LKS pihak sekolahan tetap meminta untuk dibayar, dan saat itu juga saya melunasi buku LKS Fitriyah sebesar Rp. 370.000,- dengan menggunakan uang operasional Bhabinkamtibmas yang saya dapat setiap bulannya," bebernya.

"Rasa senang haru bercampur jadi satu di hati Fitriyah dan Ibunya ketika mendengar kabar dari pihak sekolah bahwa kami telah membantu meringankan beban putrinya. Mudah-mudahan bisa bermanfaat," harapnya merendah. (wie/lia)

Rate this item
(0 votes)