Pamit Beli Gorengan, Bocah SMP di Sidoarjo Diduga Tewas Dibunuh

02 Mar 2018
261 times
Ilustrasi penganiayaan Ilustrasi penganiayaan Sumber : Google

Apakabar.co.id (Surabaya) – Seorang bocah laki-laki berusia 13 Tahun bernama M Albar Mahendra ditemukan tewas di Dusun Kedinding, Desa Ngampel Sari, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Namun kematian siswa kelas 7 SMPN 3 Porong Sidoarjo itu masih menyisakan tanda tanya.

Dalam peristiwa yang terjadi 12 Desember 2017 silam, Albar sekira pukul 15.40 Wib, korban yang bernama M Albar Mahendra (13) berpamitan kepada orang tuanya untuk keluar rumah mengendarai motor dengan alasan hendak membeli gorengan atau camilan.

Sekira pukul 16.30 Wib, orang tua korban mendapat informasi dari warga jika M Albar Mahendra ditemukan tergeletak dalam kondisi luka parah di Jalan Dusun Kedinding. Mendapat informasi tersebut, orang tua korban kemudian mendatangi lokasi tempat Albar ditemukan.

Dengan dibantu warga yang berada dilokasi, Rita Muztahida, ibu korban langsung membawa Albar yang dalam keadaan luka parah ke UGD RSUD Sidoarjo. Berdasarkan keterangan dokter dan perawat yang menangani saat itu, menyatakan luka-luka yang ada di kepala dan tubuh Albar diduga kuat merupakan akibat penganiayaan dan bukan merupakan akibat kecelakaan lalu lintas.

Setelah menjalani perawatan beberapa jam, sekira pukul 22.30 WIB, Albar akhirnya meninggal dunia. Rita mengaku kematian putra sulungnya tersebut memang ada kejanggalan dan bukan seperti keterangan polisi di Sidoarjo yang sempat menyatakan meninggalnya Albar akibat kecelakaan tunggal.

“Kata Dokter David yang tugas di RSUD Sidoarjo, anak saya meninggal bukan karena kecelakaan. Itu dibuktikan dari hasil visum tidak babras (luka akibat jatuh dari kendaraan). Ada bekas luka senjata tajam di tangan dan kepalanya. Motor juga tidak ada beret (goresan karena kecelakaan), malah di spion seperti ada bekas goresan senjata tajam,” ungkapnya saat ditemui Apakabar.co.id, Jumat (2/3) di SPKT Polda Jatim.

Adanbya kejanggalan dan tidak dilakukannya olah tempat kejadian perkara (oleh TKP) serta penanganan sesuai standar operasional prosedur baik dari pihak RSUD Sidoarjo, Polsek Candi maupun Polresta Sidoarjo. Rita pun mengadukan kasus kematian putranya tersebut pada Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin. (maa)

Rate this item
(0 votes)