Rekrut Netizen Antisipasi Sara dan Berita Hoax

01 Apr 2018
76 times
Polres Lamongan saat merangkul para netizen Polres Lamongan saat merangkul para netizen Foto : Wie

Apakabar.co.id (Lamongan) - Hingga kini kepolisian Lamongan belum menemukan kelompok atau perseorangan yang disinyalir produksi konten berita bohong atau hoax berisi sara. Selain itu belum ditemukan konten-konten negatif yang bisa saja masuk ke wilayah Lamongan.

AKBP Febby DP Hutagalung Kapolres Lamongan mengatakan, "Belum adanya kelompok atau perseorangan yang memproduksi konten berita hoax, tidak membuat Lamongan bersantai. Karena itu kepolisian merangkul semua pihak bersama-sama antisipasi konten-konten negatif yang ingin memecah belah kesatuan serta keutuhan bangsa," tuturnya.

"Kami kepolisian resort Lamongan merekrut ratusan netizen. Rata-rata berasal dari tiap kecamatan yang tersebar di wilayah hukum Lamongan," ujar perwira dua melati di pundak. "Rincian jumlah total netizen yang berhasil dirangkul per-kecamatan ada 2 hingga 10 orang, maka kita kalikan saja di Kabupaten Lamongan ada 27 kecamatan dan lebih kurang 100 orang kita rekrut itu sifatnya sukarela," tandas Kapolres Lamongan saat menghadiri deklarasi anti hoax bersama netizen di Hotel Mahkota, Lamongan.

Febby menilai, era saat ini menjadi power untuk menyampaikan berita bohong, maka kepolisian resort Lamongan hingga kini belum menemukan kelompok atau perseorangan yang diindikasikan memproduksi konten berita bohong atau hoax berisi sara, juga konten-konten tersebut bisa saja masuk ke Lamongan. "Berita hoax yang dulunya dianggap biasa, tetapi sekarang dengan perkembangan teknologi, maka hoax bisa diproduksi dan sengaja disebarluaskan untuk memperkeruh suasana," sesalnya.

"Perkembangan saat ini di Kabupaten Lamongan tidak ada namanya isu sara atau konten-konten berbau hoax, tapi dalam perkembangan digitalisasi, era media sosial perlu diantisipasi. Hoax sekarang bisa diproduksi oleh komunitas dan perorangan," ungkapnya.

Salah satu contohnya, tutur Febby, ada Sarachen dan MCA adalah wujud nyata yang keduanya mengangkat isu sara dengan menyebarkan berita palsu. Karena mudah dibenturkan antar masyarakat. Bahkan, sambungnya, Mabes Polri sudah mendeteksi adanya kelompok serupa dan memiliki pola yang sama dengan Sarachen dan MCA.

  "Nah, untuk menangkal berita hoax, langkah taktis dilakukan Polres Lamongan dengan merekrut netizen guna mendukung tugas serta kinerja Polri dalam menyebarkan berita positif," ulasnya. Sementara itu, jajaran Polres Lamongan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, netizen serta wartawan bersatu padu dan bergandeng tangan bersama-sama memerangi berita hoax atau berita palsu.

"Kami Forkopimda, wartawan dan netizen Kabupaten Lamongan menyatakan menolak berita hoax atau berita palsu dalam rangka mendukung Polres Lamongan memberantas berita hoax yang ada di media sosial demi menjaga keutuhan dan keamanan NKRI. Saya Indonesia saya anti hoax," begitu bunyi deklarasi yang dibacakan secara serentak oleh semua elemen. (wie/lia)

Rate this item
(0 votes)