Pilbup Bondowoso 2018 Dipastikan Penuh Cucuran Keringat

17 Nov 2017
125 times
Pengamat Sosial dan Hukum asal Jember, Subhan SH Pengamat Sosial dan Hukum asal Jember, Subhan SH
 
 
Apakabar.co.id (Bondowoso) - Menjadi calon wakil Bupati KH Salwa Arifin maupun H Achmad Dafir bisa menjadi salah satu anugerah tersendiri. Sebab, dua orang tersebut merupakan salah satu kader terbaik NU dan Bondowoso. Keduanya, sama-sama memiliki elektabilitas dan pendukung yang cukup besar. Hanya saja, hingga saat ini, dua orang tersebut masih belum memiliki calon wakil Bupati. Padahal, perhelatan Pilkada 2018 sudah di depan mata.
 
H Achmad Dhafir selalu merahasiakan siapa calon wakilnya. Jika ada wartawan atau siapapun yang menanyakan calon wakilnya, Dhafir selalu mengatakan bahwa Pilkada masih jauh atau menyerahkan calon wakilnya kepada ulama. Sebab, kata dia, siapapun yang dipilih oleh ulama, tentu sudah melalui proses ikhtiar yang cukup panjang.
 
Dafir mengaku akan menerima siapapun calon wakil yang akan disandingkan dengan dirinya asalkan ia direkomendasikan oleh ulama. ”Saya menyerahkan kepada ulama, saya menunggu fatwa mereka,” katanya.
 
Pun juga KH Salwa Arifin menyerahkan calon wakilnya kepada para masyaikh alias ulama. Namun bedanya, calon wakil Bupati yang akan disandingkan dengan KH Salwa Arifin ini harus berasal dari kalangan politisi dan memiliki kekuatan politik cukup besar. Selain itu, calon wakil Bupati tersebut harus mobile mengingat KH Salwa Arifin saat ini sudah sepuh.
 
“Memang hingga kini yang sangat dekat dan selalu melakukan komunikasi adalah PDIP dan PKS. Tetapi kami belum menentukan siapa yang akan disandingkan dengan KH. Salwa,” ujar Sekretaris DPC PPP, Saiful Bahri alias Gus Sef.
 
Gus Sef pun tidak meragukan mengenai dukungan masyarakat Bondowoso terhadap KH. Salwa Arifin. ”Soal dukungan masyarakat saya kira tidak perlu diragukan. Yang paling mendesak saat ini adalah “perkawinan” antara KH Salwa ini,” terangnya.
 
Sementara pengamat sosial dan hukum asal Jember, Subhan SH mengemukakan bahwa yang paling memungkinkan ada duet antara KH Salwa dengan Irwan Bahtiar. Jika keduanya nanti terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, maka tantangan yang paling besar adalah arus balik dan gelombang politik yang cukup besar dari pihak legislatif.
 
“Tantangannya adalah di legislatif nanti, tetapi itu bisa diselamatkan apabila mereka mampu merangkul Golkar. Sedangkan di eksekutif tidak begitu banyak melawan arus,” terangnya.
 
Sebaliknya, jika H Achmad Dafir nantinya dipasangkan dengan Sekda Hidayat, maka bagi Sekda merupakan sebuah keuntungan yang luar biasa. Semacam mendapatkan durian runtuh. Namun bagi Dafir, ia harus mengeluarkan keringat yang cukup banyak untuk memenangkan pertarungan.
 
“Ya cukup berat memang tetapi jika mereka terpilih, arus gelombang politik juga tak kalah besarnya. Sebab, di DPRD sudah tidak ada orang sekuat Dafir untuk membendung gelombang politik yang bertubi-tubi itu, sementara, Hidayat tidak cakap dalam hal melakukan lobi politik. Kecuali, mereka mampu menggandeng Golkar. Setidaknya, Golkar menjadi salah satu penopang kekuatan politik di DPRD untuk mendukung pemerintah,” katanya. (lis)
Rate this item
(0 votes)