Dampingi Dafir, Sekda Mulai Bermain Politik

27 Nov 2017
135 times
Sekda saat menyerahkan bantuan Sekda saat menyerahkan bantuan Foto : Mukhlis

Apakabar.co.id (Bondowoso) - Setelah mendapatkan restu dari RKH. Kholil As’ad Syamsul Arifin untuk maju sebagai salah satu kandidat Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, pada 22 Nopember, 2017 kemarin, Ketua DPRD Bondowoso, H. Achmad Dhafir, S. Ap dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Drs. H. Hidayat, M. Si semakin mesra dan terlihat sering jalan bersama.

Bahkan, keesokan harinya, keduanya menghadiri acara penyerahan bantuan sarana usaha dalam kegiatan pendampingan bagi sentra UKM potensial di Kecamatan Sukosari. Meski tidak dalam satu mobil, namun keduanya tiba di kantor kecamatan secara bersamaan.

Dhafir mengenakan baju batik, sedangkan Sekda mengenakan baju Korpri. Sekda pun terlihat selalu menebar senyum, sedangkan Dhafir juga terlihat lebih segar dari biasanya. Dalam sambutannya, Sekda mengaku bahwa ia mewakili Bupati Drs. H. Amin Said Husni, sebab, Bupati yang seharusnya menyerahkan bantuan kepada sejumlah UKM itu berhalangan hadir karena Bupati sedang dipanggil Kementerian Kesehatan.

“Bupati dipanggil Kemenkes karena Bondowoso akan mendapatkan tiga orang dokter spesialis. Saya mewakili Bupatii. Kebetulan saja, saya duduk bersama Ketua DPRD, H. Achmad Dhafir,” ucap Sekda sembari mendapatkan tepuk tangan pertanda mengerti bahwa secara tersirat ada makna eksplisit dari ucapan sekda. Ia meneruskan bahwa bantuan tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah, bukan dari perorangan maupun kelompok.

“Bantuan ini adalah bantuan dari pemerintah,ya. Jadi tidak ada kaitannya dengan apapun, ini murni bantuan untuk menunjang perekonomian masyarakat. Jika masyarakat sejahtera, kami ikut bangga,” terang Sekda. Sekda dan Dhafir juga tampak terlihat ketika dalam kegiatan jalan sehat Maesan – Bondowoso (Mabon). Keduanya terlihat kompak berjalan bersama ratusan warga Hal senada juga dikemukakan Dhafir.

Ia berujar bahwa bantuan yang diberikan itu merupakan bantuan stimulant untuk memudahkan akses ekonomi masyarakat. “Bantuan ini gratis, tidak bayar. Kalau masih bayar itu namanya bukan bantuan,” kata Dhafir yang kemudian menanyakan kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Drs. H. Bambang Sukwanto, MM apakah bantuan itu masih bayar atau tidak.

Saat itu dengan tegas Bambang mengaku jika bantuan itu gratis untuk UKM potensial. Ketua PC NU yang juga diundang dalam acara itu menjelaskan bahwa siapapun yang mendapatkan bantuan itu adalah tanpa pamrih.

“Jadi pemerintah tidak mengharapkan pamrih. Pak Sekda dan Ketua DPRD ini juga tidak minta balasan apa-apa. Tetapi jika kemudian nanti merasa tidak enak hati, itu urusan lain,” kelakarnya.

DPD LSM Jaka Jatim, Jamharir menjelaskan bahwa dari sisi politik, ucapan Sekda mengandung makna cukup politis.  “Mewakili Bupati ke dalam sebuah acara itu kan biasanya adalah wakilnya, bukan Sekda. Itu juga penanda bahwa Bupati juga merestui Sekda. Kemudian kata-kata Sekda bahwa ia kebetulan duduk dengan Dhafir juga mengandung makna tersirat. Sekda kini sudah mulai menyusun symbol dan simpul politik. Itu wajar,” kata Jamharir. (lis)

Rate this item
(0 votes)