Salwa-Irwan Lawan Sepadan Dafir-Dayat

27 Nov 2017
910 times
Salwa-Irwan Salwa-Irwan Foto : Muhlis

Apakabar.co.id (Bondowoso) - Ihtiar politik para ulama dalam suksesi Pilkada Bondowoso tahun 2018 telah difatwakan. Ketua DPRD Bondowoso yang juga Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Achmad Dhafir, S.Ap dipastikan akan berpasangan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Drs. H. Hidayat, M. Si setelah RKH. Kholil As’ad Syamsul Arifin menyampaikan secara tersirat dalam sebuah pengajian di rumah H. Achmad Dhafir beberapa waktu yang lalu.

Sementara, KH. Salwa Arifin yang kini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Bondowoso dipastikan akan berpasangan dengan Ketua DPC PDIP Bondowoso, H. Irwan Bachtiar, SE. Hal itu menyusul dan sudah diputuskan dalam sebuah pertemuan dengan sejumlah ulama terkemukan di Bondowoso, kemarin siang.

Duet Salwa-Irwan ini dipastkan akan menjadi lawan sepadan Dhafir-Dayat. Sebab, baik Salwa maupun Irwan sama-sama memiliki kekuatan politik yang cukup kuat baik struktur maupun kultur. Salwa Arifin yang menjadi symbol kekuatan kultur dan dijuluki sebagai pemimpin amanah itu dipastikan mampu mendulang suara yang cukup besar sebagaimana Pilkada pada tahun 2008 lalu.

“Pada Pilkada 2008 lalu saja, Salwa yang berpasangan dengan Imam Thahir mampu mendulang suara yang signifikan, apalagi saat ini yang berkoalisi dengan PDIP yang menjadi pemenang kedua dalam Pilkada di Bondowoso,” ujar DPD LSM Jaka Jatim, Jamharir, siang kemarin dalam acara mencari sosok pemimpin Bondowoso, disalah satu café Bondowoso.

Kata Jamharir, tak berlebihan jika para pendukung Salwa-Irwan saat ini memiliki harapan yang melebihi ekspekstasi, sebab, mereka mengaku hanya akan menghadapi Dafir seorang diri. “Mereka, sama sekali tidak gentar karena yang dihadapi hanya seorang Dhafir yang kita lihat memang memiliki kekuatan yang harus diperhitungkan, sedangkan calon wakilnya sama sekali bukan merupakan persoalan bagi PPP maupun PDIP. Malah mereka sangat senang atas duet Dhafir-Dayat. Itu tentu akan mengurangi beban Salwa-Irwan,”ujar Jamharir.

Jamharir melanjutkan bahwa kekuatan utama Dhafir adalah karena Dhafir selama ini telah cukup mengakar di hati masyarakat. Dhafir memiliki tipikal politik yang sangat langka. Ia mampu mengubah situasi paling terburuk pun menjadi situasi yang nyaman. “Dhafir sudah sangat kuat membangun simpul dan symbol. Untuk melawan itu butuh kekuatan yang cukup luar biasa. Dhafir itu mampu menjangkau setiap gerakan politik. Ia juga sangat egaliter dalam memainkan perannya. Ya cukup sulit mengalahkan Dhafir meski dia hanya seorang diri,” terangnya. (lis)

Rate this item
(0 votes)