Pemprov Beri Penghargaan Adiwiyata dan Kalpataru 2017

28 Nov 2017
64 times
Penyerahan penghargaan Adiwiyata dan Kalpataru 2017 Penyerahan penghargaan Adiwiyata dan Kalpataru 2017 Foto : Dok DLH Jatim

Apakabar.co.id (Pasuruan) – Penghargaan lingkungan hidup bagi sekolah berwawasan lingkungan, Adiwiyata dan penghargaan bagi warga peduli lingkungan, Kalpataru tahun 2017 diserahkan. Penyerahan dilakukan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim, Fattah Jasin mewakili Gubernur Jatim, Soekarwo.

“Menurut ustad, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Apalagi yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata dan Kaplataru tentu telah memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya,” kata Fattah, Selasa (28/11).

Penyerahan penghargaan diberikan pada ratusan sekolah Adiwiyata dan tujuh orang penerima Kaplataru. Acara digelar saat peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2017 di Taman Safari II Prigen, Pasuruan.

“Saya mewakili Pak Gubernur mengucapkan terima kasih atas dedikasinya dalam menjaga dan merawat lingkungan hidup. Keseimbangan alam atau lingkungan ini sangat penting dan peran para pemerhati lingkungan menjadikan lingkungan lebih baik ini memang patut diapresiasi,” tuturnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jatim, Diah Susilowati menambahkan, penghargaan Adiwiyata dan Kaplataru diberikan setiap tahun oleh Pemprov Jawa Timur. Untuk Adiwiyata, kini terdapat 120 sekolah yang mendapatkan penghargaan dan tujuh orang pemerhati lingkungan menerima Kalpataru.

“Ada 500 orang yang hadir dari 120 Sekolah Adiwiyata. Yang mendapatkan penghargaan yakni 52 sekolah tingkat SD, 40 sekolah tingkat SMP, dan 26 sekolah tingkat SMA. Sedangkan penerima Kalpataru tujuh orang dari kategori perintis, penyelamat, dan pembina lingkungan,” ungkapnya.

Menurut Diah, dalam mewujudkan sekolah Adiwiyata, DLH Jatim telah menggelar Workshop Adiwiyata. Hasilnya, lanjut dia, kini telah banyak sekolah yang mulai ramah lingkungan, sehingga pendidikan karakter berwawasan lingkungan di Jatim sudah diterapkan di banyak sekolah.

Ia menambahkan, sesuai amanat UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pemerintah wajib menyediakan lingkungan yang sehat dan bersih. “Amanat UU ini kami wujudkan melalui berbagai program seperti Adiwiyata dan Kaplataru dengan melibatkan siswa, guru, dan masyarakat termasuk pemerhati lingkungan di Jatim,” tukasnya. (maa)

Rate this item
(0 votes)