DLH Jatim Bentuk Satgas Gakum Lingkungan

13 Dec 2017
62 times
Kabid Penaatan Lingkungan DLH Jatim, Sigit Prasetyadi Kabid Penaatan Lingkungan DLH Jatim, Sigit Prasetyadi Foto : Wahyudiono

 

Apakabar.co.id (Surabaya) - Pengerusakan lingkungan oleh oknum tidak bertanggungjawab menjadi perhatian serius Provinsi Jatim. Karena itu, tahun 2018 nanti DLH akan membentuk satgas penegakan hukum yang melibatkan Polda Jatim serta kejaksaan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Prov Jatim, Diah Susilowati didampingi Kabid Penaatan, Sigit Prasetyadi membenarkan rencana pembentukan satgas gakum ini. Menurut Diah, di Jatim ada banyak daerah aliran sungai (das) besar yang belum aktif dipantau, seperti Bengawan Solo.

"Karena Bengawan Solo ada di dua provinsi, maka kita cukup memantau mulai daerah Ngawi terus ke Bojonegoro, Lamongan hingga Gresik," papar Diah.

"Satgas gakum ini nantinya pula yang akan menjawab laporan masyarakat Jatim yang resah adanya pengerusakan lingkungan di sekitar daerah mereka," kata Diah.

Ditambahkan Sigit, satgas gakum sengaja dibentuk untuk mengantisipasi industri-industri yang rawan melakukan pencemaran lingkungan.

"Jadi, kalau sudah ditemukan para pelaku pencemaran, satgas gakum langsung mengambil langkah sesuai dengan prosedur yang ada di undang-undang lingkungan," ujar Sigit.

Dikatakan Sigit, langkah tersebut berupa peringatan pertama, kedua, pencabutan izin, bahkan bisa ke pengadilan. "Sanksi administratif ke dua atau peringatan ke dua akan muncul dua bulan kemudian, jika peringatan pertama tidak dihiraukan," beber Sigit. "Target utama satgas gakum adalah memberikan efek jera kepada para pengerusak lingkungan," pungkas Sigit, diamini Diah. (ono)

Rate this item
(0 votes)