Diguyur Hujan Deras, Deklarasi Dafir-Dayat Tetap Meriah

04 Feb 2018
34 times
Deklarasi Dafir-Dayat di Alun-alun Bondowoso Deklarasi Dafir-Dayat di Alun-alun Bondowoso Foto : Mukhlis

Apakabar.co.id (Bondowoso) - Pagi itu, Minggu (4/2) cuaca begitu cerah. Para relawan, pendukung, simpatisan dan seluruh partai pengusung dan pendukung calon Bupati dan Calon wakil Bupati Bondowoso, Dafir-Dayat bersolek dan bersiap untuk menghadiri sebuah deklarasi Akbar Dafir-Dayat di alun - alun Bondowoso.

Mereka datang ke alun alun Bondowoso dari desa desa yang jauh dengan mengendari sepeda motor maupun mobil angkutan dan juga ada yang membawa mobil pribadi. Mereka datang tanpa dibayar, bahkan ada yang urunan dengan menyewa angkutan umum.

Ada pula salah satu simpatisan yang memberangkatkan mereka secara cuma cuma. Ada juga yang menyiapkan bekal nasi bungkus, ada juga yang menyiapkan makanan bagi mereka yang tidak membawa bekal. Mereka pun berangkat dalam kegembiraan yang memuncak.

Sebagian dari mereka yang sempat berfoto bersama dengan Dafir-Dayat merasa sangat bahagia. Mereka kirimkan foto foto itu ke teman teman mereka. Dafir-Dayat pun tak merasa keberatan meski harus berlama lama melayani mereka untuk hanya sekedar berfoto bersama.

Ketika mereka tiba di alun alun sekitar pukul 13.30 WIB langit mulai gelap sebagai pertanda hujan akan turun. Senyum mereka tetap merekah. Mereka kemudian mulai memasuki tenda lalu duduk bersama teman mereka dalam canda tawa menunggu hadirnya ulama dan juga Dafir-Dayat.

Langit kemudian memuntahkan air hujan. Alun alun Bondowoso mulai berlumpur. Tetapi hujan yang turun itu tak menyebabkan mereka meninggalkan arena deklarasi. Mereka bahkan semakin teguh pendirian mereka untuk tetap menunggu ulama utamanya RKH Kholil selesai mengakhiri acara.

Tak ada keluh kesah karena kecewa. Bahkan tersirat rasa bahagia karena di tengah mereka ada banyak ulama dan pemimpin Bondowoso. Bahkan ketika menyanyikan lagu cinta tanah air, semangat mereka semakin berkobar. Mereka juga dengan setia mendengarkan ceramah demi ceramah dalam rangkaian deklarasi itu.

"Hujan sore hari, adalah sebagai tanda doa kami terkabul. Doa yang terpanjat dan terucap dari seorang ulama dan dalam sebuah majelis tentu saja lebih banyak diijabah. Terima kasih ya Allah karena hujan itu semakin meneguhkan semangat kami untuk memenangkan Dafir-Dayat," begitu seloroh orang orang yang berbisik diantara mereka dalam guyuran hujan yang kian membuncah. (lis)

Rate this item
(0 votes)