Gubernur Jatim dan Walikota Surabaya Bisa Dipidanakan Terkait Kasus Ini

25 Mar 2018
240 times
Rembuk Lingkungan yang digelar Konsorsium LIngkungan Hidup di bantaran sungai wilayah Karangpilang Surabaya Rembuk Lingkungan yang digelar Konsorsium LIngkungan Hidup di bantaran sungai wilayah Karangpilang Surabaya Foto : Imam Suroso

Apakabar.co.id (Surabaya) - Salah satu penyumbang sampah terbesar di kali/sungai Surabaya diduga dari sungai Pelayaran Sidoarjo. Benarkah?

Dalam rembuk lingkungan pada di RT 2 RW 1, Kel Karangpilang Surabaya beberapa waktu lalu, di antaranya dibahas masalah sampah di sungai.

Ketika tiba waktunya sesi tanya jawab, seorang nenek mengaku bernama Yusuf menyampaikan bahwa warga di sekitar tempat tinggalnya tidak pernah membuang sampah di sungai. "Biasanya pak, sampah-sampah itu berasal dari sana," sambil menunjuk arah Sidoarjo.

Bukan mustahil, pengakuan nenek ini boleh dibilang mendekati kebenaran sebagaimana dikatakan Komandan Garda Lingkungan Jatim, Didik Harimuko.

Menurutnya, ia sering melihat langsung kondisi kali Pelayaran penuh dengan sampah. "Jika sampah sudah penuh, petugas pintu air dengan seenaknya membuka pintu air, dan sampah pun menuju Kali Surabaya," ungkapnya.

Penyampaian nenek Yusuf ini membuat Imam Rochani angkat bicara. Direktur LSM Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) ini menghimbau warga yang hadir agar mau melaporkan oknum yang dengan sengaja merusak lingkungan.

Bahkan dalam seremonial ruwatan kali Surabaya ke-7, peringatan Hari Air Sedunia di Mabes KLH 22 Maret kemarin, Imam kembali mengajak seluruh yang hadir agar senantiasa menjaga kelestarian lingkungan.

"Jangan segan-segan untuk melaporkan oknum yang merusak lingkungan. Bahkan Gubernur Sukarwo dan Walikota Risma bisa digugat jika merusak lingkungan. Jadi sekali lagi jangan takut, karena ada aturannya dan pelapor tidak bisa dipidanakan," tegas Imam, menyemangati hadirin yang hadir. (ono)

Rate this item
(0 votes)