Proyek Jembatan Batulicin-Kotabaru Lanjut, Tanah Bumbu Kucurkan Rp100 Miliar -
News  

Proyek Jembatan Batulicin-Kotabaru Lanjut, Tanah Bumbu Kucurkan Rp100 Miliar 

Deretan tiang pancang mulai berdiri di atas perairan sebagai fondasi Jembatan Batulicin–Pulau Laut Kotabaru, Kalimantan Selatan. Foto: Antara

apakabar.co.id, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan Jembatan Batulicin–Pulau Laut Kotabaru dengan mengalokasikan dana Rp100 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.

Anggaran ini merupakan kelanjutan dari dukungan fiskal daerah yang telah digelontorkan sebesar Rp100 miliar pada tahun 2024.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tanah Bumbu, Hernadi, menegaskan bahwa alokasi tersebut akan berlanjut secara konsisten setiap tahun hingga lima tahun ke depan.

“Tanah Bumbu konsisten hingga lima tahun ke depan akan menganggarkan dana Rp100 miliar per tahun untuk proyek tersebut,” kata Hernadi,  Selasa (15/7).

Pembangunan Jembatan Batulicin–Kotabaru digadang-gadang menjadi salah satu infrastruktur penghubung paling ambisius di Kalimantan Selatan.

Dengan total panjang 6,5 kilometer, jembatan ini akan menghubungkan daratan Kalimantan di wilayah Tanah Bumbu dengan Pulau Laut yang menjadi pusat administratif Kabupaten Kotabaru.

Proyek ini ditetapkan sebagai proyek strategis nasional dan regional yang memerlukan kerja sama lintas level pemerintahan.

Total kebutuhan anggaran diperkirakan melampaui Rp3 triliun, yang akan disokong dari gabungan sumber dana, termasuk APBN, APBD Provinsi Kalimantan Selatan, serta APBD Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

“Pemkab Tanah Bumbu tak hanya menyokong dari sisi anggaran, tapi juga bertanggung jawab penuh atas pembebasan lahan di sisi wilayah Tanah Bumbu seluas 46.473 meter persegi,” jelas Hernadi.

Selain itu, Dinas PUPR dan pemerintah daerah juga memfasilitasi perizinan dan kelengkapan administrasi proyek, sembari terus menjalin koordinasi erat dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Progres fisik jembatan saat ini berfokus pada pekerjaan struktur bawah, yaitu fondasi dan tiang pancang. Pekerjaan tersebut sudah dimulai di sejumlah titik yang lahannya telah dibebaskan.

Di sisi lain, tim proyek juga tengah menyiapkan akses jalan menuju jembatan di dua sisi, yakni Batulicin dan Pulau Laut.

“Mobilisasi alat berat dan material juga terus dilakukan untuk mendukung kelanjutan pekerjaan konstruksi,” kata Hernadi.

Jembatan Batulicin–Kotabaru bukan sekadar proyek infrastruktur. Jika rampung, jembatan ini akan memangkas ketergantungan masyarakat pada kapal feri dan mempercepat arus logistik, distribusi barang, serta mobilitas penduduk antarwilayah.

Proyek ini diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir Kalimantan Selatan dan membuka ruang investasi baru, terutama di sektor perikanan, industri, dan pariwisata.

Dengan konsistensi pendanaan dan dukungan berbagai pihak, mimpi besar menyambungkan daratan Kalimantan dan Pulau Laut kian mendekati kenyataan.

 

 

21 kali dilihat, 2 kunjungan hari ini
Editor: Raikhul Amar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *