1446
1446

Kiat Nyaman Kembali ke Rutinitas usai Liburan dengan Metode TRANSISI

Pengunjung melihat suasana kota dari atas bus wisata Open Top Tour of Jakarta di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (3/4/2025). Wisata bus dengan rute yang melewati landmark Kota Jakarta menjadi salah satu destinasi warga untuk mengisi waktu libur Lebaran 2025. Foto; ANTARA

apakabar.co.id, JAKARTA – Setelah menikmati masa liburan yang menyenangkan, kembali ke rutinitas seringkali terasa berat. Suasana hati bisa berubah, semangat menurun, dan produktivitas tak langsung kembali seperti semula. Kondisi ini dikenal sebagai post holiday blues—sesuatu yang wajar terjadi karena tubuh dan pikiran kita butuh waktu untuk beradaptasi.

Psikolog klinis dewasa lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Teresa Indira Andani, membagikan tips agar transisi dari liburan ke rutinitas terasa lebih nyaman dan menyenangkan. Ia memperkenalkan langkah adaptasi dengan metode TRANSISI, yaitu:

1. Tidur teratur. Mengatur ulang pola tidur sebelum kembali bekerja sangat penting. “Beberapa hari sebelum mulai aktivitas, cobalah tidur dan bangun di jam yang sama seperti saat hari kerja,” kata Teresa. Hal ini membantu tubuh menyesuaikan kembali ritme sirkadian atau jam biologis kita.

2. Rencanakan hal ringan. Jangan langsung terjun ke pekerjaan berat. Di hari pertama, cukup lakukan hal ringan seperti mengecek email atau menyusun daftar tugas. “Mulailah secara bertahap agar pikiran tidak kaget,” ujarnya.

3. Atur ekspektasi. Kita sering kali berharap bisa langsung produktif setelah liburan. Namun, menurut Teresa, harapan ini bisa jadi beban. “Fokuslah pada kemajuan, bukan kesempurnaan. Tidak perlu memaksa diri untuk langsung 100 persen,” jelasnya.

4. Nikmati hal kecil. Mulai hari dengan aktivitas yang menyenangkan, seperti menyeduh kopi, mendengarkan musik favorit, atau menikmati sinar matahari pagi. Kegiatan kecil seperti ini bisa membantu otak melepaskan dopamin—zat kimia yang bisa meningkatkan suasana hati.

5. Susun jadwal. Buat daftar aktivitas dengan prioritas yang jelas. Mulailah dari tugas yang paling penting dan mendesak. Menurut Teresa, menyusun jadwal membantu mengurangi rasa kewalahan dan membuat hari lebih terstruktur.

6. Ingat motivasi. Cobalah mengingat kembali alasan mengapa Anda bekerja atau belajar. Apakah karena ingin meraih cita-cita, senang bertemu teman, atau ingin belajar hal baru? Motivasi internal ini penting untuk membangkitkan semangat dari dalam diri sendiri.

7. Sisihkan waktu. Meski kembali sibuk, jangan lupa menyisihkan waktu untuk merawat diri. Olahraga ringan, meditasi, atau berjalan-jalan santai di luar ruangan bisa membantu menjaga kesehatan mental tetap stabil.

8. Interaksi. Berbincang dengan rekan kerja atau teman bisa membantu mengurangi stres. “Interaksi sosial bisa meningkatkan mood secara alami,” ujar Teresa. Jangan ragu menyapa atau mengobrol santai untuk membangun kembali koneksi sosial.

Teresa juga mengingatkan, jika perasaan tidak nyaman setelah liburan berlangsung lebih dari dua minggu, ada baiknya berkonsultasi dengan psikolog secara online maupun offline.

Mengatasi post holiday blues bukan soal memaksa diri untuk langsung produktif. Justru, memberi waktu untuk beradaptasi secara perlahan dengan metode TRANSISI bisa membuat transisi terasa lebih ringan, menyenangkan, dan sehat secara mental.

Jadi, saat liburan usai, jangan panik. “Tarik napas, atur langkah, dan sambut rutinitas dengan lebih tenang,” tandasnya.

1,099 kali dilihat, 1,103 kunjungan hari ini
Editor: Jekson Simanjuntak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *