1446
1446

Ramai Gejala Ginjal Stadium Awal, Tenang Ada 9 Cara Mengobatinya 

Sakit Ginjal bisa membuat pinggang nyeri. Foto: ilustrasi

apakabar.co.id, JAKARTA – Penyakit ginjal stadium awal menjadi perhatian banyak orang belakangan ini.

Meski kerap tidak menimbulkan gejala, kondisi ini bisa berujung pada kerusakan ginjal permanen jika tidak ditangani dengan tepat.

Kabar baiknya, ada berbagai langkah pengobatan dan pencegahan yang bisa dilakukan sejak dini.

Penyakit ginjal sendiri merupakan istilah umum yang mencakup berbagai gangguan pada organ ginjal. Di tahap awal, fungsinya mungkin sudah menurun, tetapi belum sampai menyebabkan gejala yang jelas.

Banyak penderita justru baru menyadari masalah pada ginjal setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin, seperti tes darah, urine, atau USG perut.

Jika terdeteksi lebih awal, perkembangan penyakit ginjal bisa diperlambat, bahkan dicegah agar tidak berlanjut ke tahap yang lebih berat.

Berikut adalah 9 cara mengobati penyakit ginjal stadium awal yang bisa diterapkan, dikutip dari Alodokter.com:

1. Perbanyak Minum Air Putih

Minum cukup air membantu menjaga fungsi ginjal dan membersihkan limbah dari tubuh. Disarankan mengonsumsi 8–12 gelas air putih per hari agar ginjal tetap terhidrasi dan mampu menyaring zat berbahaya secara optimal.

2. Kurangi Konsumsi Garam

Asupan garam berlebihan bisa memicu tekanan darah tinggi yang berisiko merusak pembuluh darah ginjal. Hindari makanan olahan, makanan kaleng, dan fast food. Gunakan maksimal 1 sendok teh garam per hari untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

3. Batasi Gula Berlebih

Tingginya kadar gula darah akibat konsumsi makanan manis dapat merusak pembuluh darah di ginjal. Hindari minuman manis, kue, dan makanan tinggi gula lainnya agar ginjal tetap berfungsi optimal, terutama bagi penderita diabetes.

4. Hindari Lemak Jenuh

Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol dan memperparah kerusakan ginjal. Gantilah minyak goreng biasa dengan minyak sehat, seperti minyak zaitun, dan konsumsi lemak sehat dari alpukat atau kacang-kacangan.

5. Olahraga Teratur

Aktivitas fisik dapat membantu mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah. Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang setidaknya 30 menit setiap hari.

6. Minum Obat Hipertensi Sesuai Anjuran

Penderita hipertensi disarankan untuk rutin mengonsumsi obat penurun tekanan darah seperti valsartan atau candesartan, yang aman bagi ginjal. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat.

7. Antibiotik untuk Infeksi Ginjal

Jika ginjal terinfeksi, biasanya akibat infeksi saluran kemih yang menyebar, dokter akan meresepkan antibiotik. Gejala infeksi biasanya berupa demam, nyeri punggung, hingga buang air kecil yang menyakitkan.

8. Obat Asam Urat

Kadar asam urat tinggi dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Obat seperti allopurinol atau febuxostat bisa membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah dan mencegah kerusakan ginjal.

9. Konsumsi Pereda Nyeri yang Aman

Nyeri akibat penyakit ginjal bisa ditangani dengan obat pereda nyeri, namun harus hati-hati.

Hindari NSAID (antiinflamasi nonsteroid) tanpa pengawasan medis. Paracetamol biasanya lebih aman digunakan.

Selain itu, tindakan medis seperti operasi mungkin dibutuhkan bila ada batu ginjal berukuran besar atau jika pengobatan tidak efektif.

Segera konsultasikan ke dokter jika muncul gejala seperti nyeri punggung hebat, demam tinggi, atau urine sangat sedikit.

Menjaga pola makan sehat, rutin olahraga, dan kontrol kesehatan secara berkala adalah langkah penting dalam menjaga ginjal tetap sehat, bahkan sejak belum ada gejala sekalipun.

 

11 kali dilihat, 11 kunjungan hari ini
Editor: Raikhul Amar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *