apakabar.co.id, JAKARTA – Penyakit ginjal stadium awal menjadi perhatian banyak orang belakangan ini.
Meski kerap tidak menimbulkan gejala, kondisi ini bisa berujung pada kerusakan ginjal permanen jika tidak ditangani dengan tepat.
Kabar baiknya, ada berbagai langkah pengobatan dan pencegahan yang bisa dilakukan sejak dini.
Penyakit ginjal sendiri merupakan istilah umum yang mencakup berbagai gangguan pada organ ginjal. Di tahap awal, fungsinya mungkin sudah menurun, tetapi belum sampai menyebabkan gejala yang jelas.
Banyak penderita justru baru menyadari masalah pada ginjal setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin, seperti tes darah, urine, atau USG perut.
Jika terdeteksi lebih awal, perkembangan penyakit ginjal bisa diperlambat, bahkan dicegah agar tidak berlanjut ke tahap yang lebih berat.
Berikut adalah 9 cara mengobati penyakit ginjal stadium awal yang bisa diterapkan, dikutip dari Alodokter.com:
1. Perbanyak Minum Air Putih
Minum cukup air membantu menjaga fungsi ginjal dan membersihkan limbah dari tubuh. Disarankan mengonsumsi 8–12 gelas air putih per hari agar ginjal tetap terhidrasi dan mampu menyaring zat berbahaya secara optimal.
2. Kurangi Konsumsi Garam
Asupan garam berlebihan bisa memicu tekanan darah tinggi yang berisiko merusak pembuluh darah ginjal. Hindari makanan olahan, makanan kaleng, dan fast food. Gunakan maksimal 1 sendok teh garam per hari untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.
3. Batasi Gula Berlebih
Tingginya kadar gula darah akibat konsumsi makanan manis dapat merusak pembuluh darah di ginjal. Hindari minuman manis, kue, dan makanan tinggi gula lainnya agar ginjal tetap berfungsi optimal, terutama bagi penderita diabetes.
4. Hindari Lemak Jenuh
Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol dan memperparah kerusakan ginjal. Gantilah minyak goreng biasa dengan minyak sehat, seperti minyak zaitun, dan konsumsi lemak sehat dari alpukat atau kacang-kacangan.
5. Olahraga Teratur
Aktivitas fisik dapat membantu mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah. Lakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang setidaknya 30 menit setiap hari.
6. Minum Obat Hipertensi Sesuai Anjuran
Penderita hipertensi disarankan untuk rutin mengonsumsi obat penurun tekanan darah seperti valsartan atau candesartan, yang aman bagi ginjal. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat.
7. Antibiotik untuk Infeksi Ginjal
Jika ginjal terinfeksi, biasanya akibat infeksi saluran kemih yang menyebar, dokter akan meresepkan antibiotik. Gejala infeksi biasanya berupa demam, nyeri punggung, hingga buang air kecil yang menyakitkan.
8. Obat Asam Urat
Kadar asam urat tinggi dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Obat seperti allopurinol atau febuxostat bisa membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah dan mencegah kerusakan ginjal.
9. Konsumsi Pereda Nyeri yang Aman
Nyeri akibat penyakit ginjal bisa ditangani dengan obat pereda nyeri, namun harus hati-hati.
Hindari NSAID (antiinflamasi nonsteroid) tanpa pengawasan medis. Paracetamol biasanya lebih aman digunakan.
Selain itu, tindakan medis seperti operasi mungkin dibutuhkan bila ada batu ginjal berukuran besar atau jika pengobatan tidak efektif.
Segera konsultasikan ke dokter jika muncul gejala seperti nyeri punggung hebat, demam tinggi, atau urine sangat sedikit.
Menjaga pola makan sehat, rutin olahraga, dan kontrol kesehatan secara berkala adalah langkah penting dalam menjaga ginjal tetap sehat, bahkan sejak belum ada gejala sekalipun.