apakabar.co.id, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menekankan pentingnya pelibatan pelaku usaha sejak tahap perencanaan pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall, mengingat potensi besar proyek ini bagi pengembangan industri di sepanjang pantai utara Jawa.
Wakil Ketua Umum Apindo Sanny Iskandar menyatakan Apindo menyambut baik pembentukan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (Pantura) yang dibentuk untuk pembangunan tanggul laut raksasa. Pembentukan badan tersebut dinilai awal langkah positif.
“Secara khusus belum (ada komunikasi), ini baru dibentuk badannya. Namun, saya pikir memang harus dimulai, karena nilai untuk pembangunannya kan memang luar biasa itu,” ujarnya di Jakarta, Kamis (28/8).
Baca juga: Pemerintah Belum Berencana Ubah HET Minyakita
Meskipun komunikasi resmi dengan pihak pengusaha belum dimulai, Sanny mengusulkan agar pelaku usaha dilibatkan dalam perencanaan megaproyek ini.
Menurut Sanny, proyek tanggul laut raksasa ini bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, melainkan juga berpotensi besar untuk pengembangan kawasan industri, khususnya manufaktur.
“Di sepanjang pantai utara Jawa, dari Banten sampai Banyuwangi, itu memang potensi pengembangan kegiatan industri, khususnya industri manufaktur,” kata Sanny.
Baca juga: DPR Harap Aplikasi ‘All Indonesia’ Genjot Kunjungan Wisman
Ia menilai pelibatan pengusaha sejak awal akan memastikan bahwa proyek ini dapat diselaraskan dengan kebutuhan industri, sekaligus menciptakan peluang untuk penyerapan tenaga kerja yang lebih besar.
Presiden Prabowo Subianto pada Senin (25/8) mengumumkan pembentukan Badan Otorita Pengelola Pantura untuk pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall.
Badan ini dibentuk untuk merancang, membangun, sekaligus mengelola proyek tanggul laut utara Jawa. Keberadaan Badan Otorita Pantura ini diharapkan mampu mempercepat penanganan rob sekaligus melindungi jutaan warga di pesisir pantai utara Jawa.