1446
1446

Konflik Geopolitik Berpotensi Picu Kenaikan Harga Komoditas

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Foto: Antara

apakabar.co.id, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mewaspadai konflik geopolitik di Timur Tengah antara Iran dan Israel berpotensi dapat memicu terjadinya kenaikan harga komoditas. Kondisi tersebut akan turut memengaruhi perekonomian global, termasuk di Indonesia.

Kenaikan komoditas yang mulai terlihat di antaranya minyak mentah. Di antaranya minyak mentah Brent tercatat sudah mencapai 88 USD per barel. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 14,3 persen secara year to date (ytd).

Kenaikkan serupa juga terjadi mintak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang mengalami kenaikan harga 17,5 persen (ytd) menjadi 84,2 persen.

“Kita masih harus waspada pada kemungkinan adanya gangguan ekonomi, dan mata rantai pasokan, terutama untuk minyak dan gas. Karena, kondisi di wilayah tersebut masih sangat dinamis (fluid,)” tutur Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (25/4).

Di sisi lain kenaikkan harga minyak dan gas dapat berdampak memengaruhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai berpotensi terjadinya inflasi di dalam negeri.

Selain itu, situasi tersebut juga diperparah dengan sinyal bank sentral Amerika Serikat atau The Fed yang memilih masih mempertahankan suku bunga tinggi. Tren higher for longer diperkirakan akan masih berlanjut.

Hal tersebut disebabkan karena kondisi perekonomian AS belum kembali kondusif seperti yang diharapkan.

“Jerome Powell (Ketua The Fed) menyampaikan, kondisi perekonomian Amerika Serikat masih sangat robust dan tumbuh, dan inflasi belum menurun secara signifikan di level yang diharapkan. Ini yang menyebabkan Federal Reserve menunda penurunan suku bunga,” jelasnya.

23 kali dilihat, 1 kunjungan hari ini
Editor: Bethriq Kindy Arrazy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *