apakabar.co.id, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat nilai transaksi pasar digital melalui platform Pasar Digital Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PaDi UMKM) periode 2023 mencapai Rp909 triliun.
Staf Ahli Menteri BUMN Bidang Implementasi Kebijakan Strategis, Wahyu Setiawan menilai transaksi belanja UMKM atas produk dalam negeri terus mengalami kemajuan.
Perolehan nilai transaksi sepanjang 2023 tersebut, kata Wahyu, mengalami peningkatan 65,4 persen dibandingkan tahun 2022.
“Dari nilai Rp506 triliun naik menjadi Rp909 triliun,” katanya di Tangerang seperti dilansir Antara, Jumat (8/3).
ransaksi yang tercatat pada platform tersebut terdiri dari Business to Business (B2B) dan ritel serta e-procurement atau e-proc (pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik) dari masing-masing perusahaan di BUMN.
Adapun selama periode tahun 2023, jumlah total transaksi yang tercatat meningkat 65,4 persen dibandingkan dengan nilai transaksi tahun sebelumnya. Sementara transaksi pada tahun 2023 yang terjadi di PaDI UMKM sebesar Rp909 triliun.
Kepatuhan Belanja Meningkat
Wahyu menerangkan kepatuhan perusahaan BUMN dalam melaporkan belanja melalui platform PaDi terus mengalami peningkatan.
Tercatat, sepanjang 2023 pelaporan seluruh BUMN mencapai hingga 78 perusahaan yang melaporkan belanja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Ia pun berharap, ke depan kualitas nilai transaksi melalui belanja PBN di Kementerian BUMN akan terus meningkat melalui platform digital PaDi UMKM.
“Mudah-Mudahan PaDi UMKM ini akan terus berkembang dengan masuknya pelaku usaha dari luar BUMN,” ucap dia.
PaDi UMKM merupakan platform digital yang bertujuan untuk mempertemukan grup pembeli atau buyer group. Grup pembeli tersebut hampir 100 persennya merupakan perusahaan BUMN.
Penjual yang berada dalam PaDi UMKM juga tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Seluruh transaksi terekam dalam jejak digital sehingga datanya sangat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.