ENERGI KALIMANTAN
Teknologi Pemisah Pasir Dongkrak Produksi Sumur PHSS dari 72 Jadi 159 BOPD
apakabar.co.id, JAKARTA - PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), menerapkan teknologi surface desander untuk mengatasi persoalan pasir pada Sumur N-317L di Lapangan Nilam, Wilayah Kerja (WK) Sanga Sanga, Kalimantan Timur.
Penerapan teknologi pemisah pasir tersebut berhasil meningkatkan rata-rata produksi minyak sumur dari 72 menjadi 159 barel per hari (barrel per day/BOPD).
Manager PHSS Field Teddy Indrawan mengatakan penerapan surface desander pada Sumur N-317L menjadi momentum penting bagi PHSS dalam menjawab tantangan operasional pengelolaan lapangan migas yang sudah mature.
“Kami menerapkan inovasi dan teknologi sebagai langkah strategis perusahaan dalam menahan laju penurunan produksi, meningkatkan recovery rate, serta mempertahankan tingkat produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature di wilayah Kalimantan, khususnya WK Sanga Sanga,” ungkapnya, Kamis (8/10/2026).
Teddy menjelaskan secara sederhana, surface desander berfungsi memisahkan pasir dari aliran produksi dengan memanfaatkan gaya sentrifugal.
Partikel pasir yang lebih berat dipisahkan dan dikumpulkan, sementara fluida produksi melanjutkan alirannya. Pasir yang terkumpul kemudian dipindahkan secara berkala untuk dikelola sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada Sumur N-317L, pasir yang terbawa bersama aliran produksi menjadi salah satu faktor yang membatasi optimalisasi produksi. Meski telah menggunakan perangkat penyaring pasir, masih terdapat pasir yang mencapai permukaan sehingga produksi pasir harus dikelola agar tidak memengaruhi aliran produksi.
“Kami mengkaji karakteristik pasir, kondisi sumur, serta pilihan teknologi penanganan pasir. Hasilnya mengarah pada penggunaan surface desander sebagai solusi untuk Sumur N-317L karena memungkinkan pasir yang terbawa bersama aliran produksi dipisahkan di permukaan sebelum fluida produksi melanjutkan prosesnya,” jelas Teddy.
Dalam penerapan teknologi tersebut, PHSS mencatat sekitar 5–7 kilogram pasir per hari yang kemudian dikelola sesuai prosedur yang berlaku.
Pada saat yang sama, pemantauan kondisi fasilitas dilakukan secara berkala. Hasil penerapan menunjukkan tidak adanya permasalahan integritas pada peralatan.
Menurut Teddy, keberhasilan penerapan surface desander pada Sumur N-317L menjadi dasar bagi upaya optimalisasi produksi sumur-sumur migas yang dinilai penting dalam mendukung ketersediaan dan ketahanan energi nasional, terutama dari WK Sanga Sanga.
“Keberhasilan penerapan surface desander di sumur N-317L menjadi dasar bagi upaya optimalisasi produksi sumur-sumur migas yang sangat penting dalam mendukung ketersediaan dan ketahanan energi nasional, terutama dari Wilayah Kerja Sanga Sanga,” kata Teddy Indrawan.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR