1446
1446

Green Ramadan, Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Berkelanjutan

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia tahun 2023, terjadi peningkatan timbunan sampah sebesar 20% di bulan Ramadan. Komposisi sampah tertinggi di Indonesia didominasi oleh sampah organik berupa sisa makanan, yaitu mencapai 41,2% dan diikuti oleh sampah plastik 18,2%. Sementara sampah rumah tangga jumlah sampah nasional terbesar menyumbang hingga 39,2%. Foto: Belantara Foundation

apakabar.co.id, JAKARTA – Organisasi yang tergabung dalam Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK) menginisiasi gerakan bertajuk Green Ramadan. Green Ramadan 2024 diisi dengan beragam kegiatan, seperti instagram live series, kompetisi foto, webinar nasional dan konten edukasi hingga sedekah pohon dan eco takjil.

Ketua KFLHK Dolly Priatna menjelaskan tujuan utama gerakan green ramadan adalah mengajak masyarakat agar menerapkan gaya hidup berkelanjutan untuk mewujudkan lingkungan lestari dan berkelanjutan. Melalui green ramadan akan tercipta kesadaran (awareness) dan pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan di sekitar mereka.

“Kami akan terus mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Harapannya, melalui gerakan ini, kita dapat mendukung target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals”, ujar Dolly dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/3).

Upaya itu, terang Dolly, membutuhkan langkah aktif kolaborasi agar mencapai solusi komprehensif dan berkelanjutan dalam mendorong penerapan gaya hidup berkelanjutan.

Hal itu diamini Direktur Eksekutif Perhimpunan Filantropi Indonesia Gusman Yahya. Perihal pelibatan lembaga filantropi, kata Gusman, diperlukan untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup, serta menjadi forum diskusi bagi pemerhati lingkungan.

“Gotong royong antar pegiat filantropi harus kita perkuat dan tingkatkan untuk menjangkau masyarakat lebih luas serta berdampak dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan,” terangnya.

Menurut Gusman, acara #GreenRamadan2024 KFLHK menunjukkan contoh kolaborasi multi-pihak yang efektif dengan memanfaatkan potensi program yang telah ada.

“Hal itu perlu diperkuat melalui koordinasi yang erat dengan anggota KFLHK lainnya,” jelasnya.

General Manager Dompet Dhuafa Arif Rahmadi Haryono, selaku para pihak, menjelaskan esensi ramadan adalah menahan diri dari sifat-sifat konsumtif yang berpotensi merusak lingkungan.

Gerakan green ramadan terinspirasi dari semangat puasa sembari mendorong pemulihan lingkungan di Indonesia. “Di bulan ramadan ini kami berkomitmen mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai dengan cara berbagi eco takjil yang menggunakan kemasan ramah lingkungan sebanyak 3.150 paket di 24 wilayah diseluruh Indonesia,” paparnya.

Hal lainnya, memperkuat dan melakukan pendampingan kepada para UMKM yang berjualan eco takjil untuk memproduksi dagangan takjil yang ramah lingkungan dan mengelola sampah di pasar berdaya Dompet Dhuafa.

Rangkaian kegiatan green ramadan digelar selama 30 hari, pada periode 10 Maret 2024 hingga 10 April 2024.

520 kali dilihat, 1 kunjungan hari ini
Editor: Jekson Simanjuntak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *