1446
1446

Prabowo Korupsi Pesawat Mirage Bekas Qatar, Yusril: Pembusukan Politik!

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Foto: Antara

apakabar.co.id, JAKARTA – Yusril Ihza Mahendra pasang badan soal kabar Prabowo Subianto terlibat korupsi pembelian pesawat Mirage bekas Qatar. Bagi Ketua Tim Pembela Prabowo-Gibran itu, berita tersebut hoaks.

“Berita tersebut adalah hoaks terbesar yang dilakukan media asing jelang pencoblosan tanggal 14 Februari,” jelas Yusril kepada apakabar.co.id lewat keterangan tertulis, Jumat malam (9/2).

Menurutnya, berita tersebut adalah sebuah pembusukan politik. Pembelian pesawat bekas Qatar itu, kata dia, tidak pernah dilaksanakan. Sebab, keterbatasan anggaran negara.

“Meskipun perjanjian telah disapakati, namun Pemerintah RI tidak jadi membeli pesawat bekas tersebut. Tidak ada penalti apapun kepada Pemerintah RI akibat pembatalan itu jelas Yusril,” jelasnya.

Pemerintah Qatar memang ingin pemerintah Indonesia membeli pesawat bekas itu secara tunai. Namun pemerintah Indonesia ingin membelinya dengan cara utang.

“Sebab itu, kita menggunakan agen perusahaan dari Republik Czech. Namun karena keterbatasan anggaran kita, pembelian dengan cara utang itupun akhirnya tidak jadi dilaksanakan,” jelasnya.

Pemberitaan media asing tersebut, salah satunya bersumber dari Badan Antikorupsi Uni Eropa. Namun Yusril membantah. Baginya, semua itu tidak benar.

“Tidaklah benar kalau mereka menginvestigasi Menhan RI Prabowo,” jelasnya.

Berita tersebut, kata dia, didasarkan komunikasi antara badan antikorupsi Eropa dengan Kedubes Amerika Serikat di Jakarta yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya.

“Kalau investigasi itu ada, maka pihak Qatar dan agen dari Czech juga akan lebih duluan diinvestigasi, tetapi hal itu tidak terjadi.”

Penulis berita Jhon William dan media yang memberitakanya, sebut Yusril, juga bukanlah media mainstream yang kredrebilitas pemberitaannya dapat dipercaya.

“Pemberitaan dari media mainstream di luar negeri ternyata tidak ada,” jelasnya.

Yusril mengimbau seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk tidak begitu saja mempercayai berita yang sumbernya tidak kredibel.

Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan pemberitaan-pemberitaan yang kebenarannya masih bisa diragukan. 

“Tingkat elektabilitas Prabowo Gibran kini begitu tinggi, pasangan ini diprediksi akan menang. Karena itu pembusukan politik mulai dihembuskan untuk merusak kredibilitas Prabowo,” tegas Yusril.

Meta Nex memberitakan dugaan korupsi Menhan Prabowo Subianto dalam proyek pengadaan pesawat Mirage bekas Qatar.

Mereka menuding Prabowo terlibat dugaan korupsi dan penyuapan sejumlah 55,4 juda US Dolar. Uang itu disebut-sebut dijadikan modal Prabowo maju ke Pilpres 2014. Berita dari sumber itu kemudian dikutip oleh berbagai media di tanah air.

“Ini adalah sebuah pembusukan politik,” jelas ketua umum Partai Bulan Bintang ini.

15 kali dilihat, 1 kunjungan hari ini
Editor: Fariz Fadillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *