OTOTEKNO

Indomobil eMotor Sprinto Raih Anugerah Ekonomi Hijau 2026, Produksi Lokal dengan TKDN 50 Persen

Indomobil eMotor Sprinto Debut di GJAW 2025: Skuter Listrik dengan Performa Agresif. Foto: apakabar.co.id
Indomobil eMotor Sprinto Debut di GJAW 2025: Skuter Listrik dengan Performa Agresif. Foto: apakabar.co.id
apakabar.co.id, JAKARTA - Indomobil eMotor Sprinto meraih Anugerah Ekonomi Hijau 2026 berkat komitmennya dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik sekaligus memperkuat industri lokal.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Anugerah Ekonomi Hijau 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (3/9) malam.

CEO PT Indomobil Emotor Internasional (IEI), Pius Wirawan, mengatakan penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi perusahaan untuk terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Penghargaan yang akhirnya hadir di Sprinto ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Pius dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (15/9).

Pius menerangkan bahwa pengembangan kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga membutuhkan dukungan industri, teknologi, jaringan layanan, serta akses yang semakin mudah bagi konsumen.

Menurut Pius, pengembangan kendaraan listrik perlu berjalan sebagai sebuah ekosistem.

“Karena itu, kami terus memperkuat produk yang sesuai kebutuhan mobilitas masyarakat, meningkatkan kontribusi industri dalam negeri, serta memperluas jaringan layanan,” katanya.
Sprinto sendiri merupakan skuter listrik yang dikembangkan untuk kebutuhan mobilitas harian, khususnya di wilayah perkotaan.

Motor listriknya memiliki tenaga 3,5 kW dengan torsi instan yang diklaim mencapai 195 Nm.

Sprinto menyediakan tiga pilihan mode berkendara, yakni Comfort, Sport, dan Boost, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengendara.

Dalam kondisi baterai penuh, skuter listrik tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga 110 kilometer.

Dari sisi fitur, Sprinto dibekali panel instrumen digital yang terintegrasi dengan Android Auto dan Apple CarPlay.

Konektivitas tersebut memungkinkan pengendara mengakses sejumlah fungsi dari smartphone melalui sistem kendaraan.

Diproduksi Lokal, TKDN 50 Persen


Selain mengembangkan produk, Indomobil eMotor juga menempatkan peningkatan kandungan lokal sebagai bagian dari strategi bisnis kendaraan listriknya.

Sprinto bersama seluruh lini produk Indomobil eMotor dirakit secara lokal di fasilitas PT National Assemblers, Cakung, Jakarta Timur.

Kendaraan tersebut juga telah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 50 persen.

Kandungan lokal ini menjadi salah satu upaya perusahaan meningkatkan keterlibatan industri dalam negeri dalam rantai produksi kendaraan listrik.

Penguatan ekosistem juga dilakukan melalui jaringan penjualan dan layanan.

Saat ini, Indomobil eMotor telah memiliki 155 dealer resmi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Jaringan tersebut mendukung kebutuhan konsumen, mulai dari servis, penyediaan suku cadang, hingga layanan purnajual.

Sementara itu, Anugerah Ekonomi Hijau 2026 merupakan ajang apresiasi yang digelar detikcom bagi perusahaan, lembaga, maupun organisasi yang dinilai konsisten menjalankan berbagai inisiatif dengan dampak positif terhadap aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Penilaian dilakukan Komite Asesmen detikcom melalui analisis kualitatif terhadap program dan inisiatif peserta dengan mempertimbangkan dampak serta konsistensi penerapan prinsip keberlanjutan.