OTOTEKNO

Penjualan Toyota Stabil di Atas 250 Ribu Unit, Pertahankan Posisi Nomor 1 di Indonesia

Beli Mobil Toyota di IIMS 2026 Banyak Promo Menggiurkan, Ini Benefitnya. Foto: dok. TAM
Beli Mobil Toyota di IIMS 2026 Banyak Promo Menggiurkan, Ini Benefitnya. Foto: dok. TAM
apakabar.co.id. JAKARTA - Toyota makin mempertegas dominasinya di pasar otomotif Indonesia dengan penjualan lebih dari 250 ribu unit per tahun dan pangsa pasar sekitar 31 persen pada 2025.

Pencapaian tersebut juga sekaligus mempertahankan posisi sebagai merek mobil nomor satu di Tanah Air selama lebih dari dua dekade.

Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Ernando Demily, mengatakan bahwa konsistensi Toyota di Indonesia tidak terlepas dari strategi menghadirkan produk dan layanan yang sesuai kebutuhan masyarakat di setiap daerah.

“Memasuki 55 tahun kiprah di Indonesia, Toyota menegaskan konsistensinya dalam menghadirkan solusi mobilitas yang relevan bagi masyarakat Tanah Air,” ujar Ernando dalam acara Buka Puasa Bersama di Jakarta, Jumat (6/3).
Dalam 25 tahun terakhir, Toyota mencatat rata-rata penjualan lebih dari 250 ribu unit kendaraan setiap tahun di pasar otomotif Indonesia.

Capaian tersebut membuat Toyota mampu mempertahankan rata-rata pangsa pasar sekitar 33 persen selama seperempat abad terakhir.
Jika digabung dengan merek dalam grupnya seperti Lexus dan Daihatsu, total kontribusi Toyota Group bahkan menembus lebih dari 50 persen market share nasional.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa secara rata-rata satu dari tiga mobil yang melintas di jalanan Indonesia merupakan produk Toyota.
Memasuki 2025, performa Toyota tetap kuat dengan penjualan tahunan kembali melampaui 250 ribu unit.

Pada periode yang sama, Toyota mencatat pangsa pasar sebesar 31,2 persen sekaligus mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar otomotif nasional.

Di sisi layanan purna jual, Toyota juga mencatat tingkat retensi pelanggan melalui program T-Care mencapai 89 persen.

Untuk menopang layanan tersebut, Toyota saat ini didukung jaringan lebih dari 360 outlet yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu terdapat lebih dari 1.000 part shop partner yang memastikan ketersediaan suku cadang bagi pelanggan.

Secara regional, dominasi Toyota terlihat di berbagai wilayah seperti Sumatera dengan pangsa pasar sekitar 37 persen dan dukungan 63 outlet.

Di Kalimantan, Toyota mencatat pangsa pasar sekitar 36,3 persen dengan jaringan 23 outlet yang melayani konsumen di berbagai kota.

Sementara di Pulau Jawa sebagai pasar otomotif terbesar nasional, Toyota menguasai sekitar 30,5 persen pangsa pasar dengan lebih dari 210 outlet.
Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Toyota juga mencatat pangsa pasar sekitar 32,6 persen dengan dukungan 16 outlet.

Sementara di Papua, Toyota memiliki pangsa pasar sekitar 31,7 persen dengan jaringan dealer yang terus berkembang.

Ernando menyatakan bahwa pihaknyaselalu berusaha memahami kebutuhan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia sehingga produk dan layanan yang kami hadirkan bisa benar-benar relevan,” ujar Ernando.

“Pendekatan berbasis kebutuhan lokal menjadi salah satu kunci Toyota dalam mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar otomotif nasional hingga saat ini,” tutupnya.